Si Pionir Clothing yang Terus Tersenyum

Si Pionir Clothing yang Terus Tersenyum
Ema Nur Arifah - detikBandung

Bandung - Si Pionir Clothing yang Terus Tersenyum

Telah melebarkan sayapnya ke Singapura dan Australia UNKL347 (BACA: Uncle347) menjadi salah satu label clothing kelas kakap. Outletnya pun bisa langsung ditemukan ketika pertama kali menyusuri Jalan Trunojoyo.

Nama UNKL347 diberikan pada akhir 2006, sebagai tanda usia yang sudah menginjak satu dasawarsa. "After ten years, friends call us uncle" begitulah tagline dari label ini. Padahal sebelumnya, UNKL347 harus berevolusi dari macam-macam nama meski satu hal yang tak pernah lepas yaitu angka 347.

Berawal dari kecintaan pada surfing, skateboard, dan desain sekelompok desainer dan artis, membuat label clothing dengan nama 347boardrider.co di tahun 1996. Kecintaan tersebut tentulah menjadi refleksi dalam setiap desain.

Seperti halnya sejarah clothing yang kuat karena komunitas, sekelompok orang ini pun menjual produknya berdasarkan pesanan-pesanan di katalog yang mereka buat.

Hingga akhirnya di tahun 1999, mereka bisa mendirikan outlet sendiri. Masa inilah bisa dikatakan sebagai pionir keberadaan label clothing, tak hanya di Bandung tapi Indonesia. Namun di tahun ini 347boarrider.co pun diubah hanya dengan nama 347.

Operasional Manager Yogi menyebutkan, dari segi desain pun lebih melebar. Tak hanya surfing tapi terpengaruh oleh musik, kehidupan malam, seni, dengan nuansa avangarde yang membuat label ini terus beranjak menuju sukses.

Sebagai kumpulan anak-anak muda. 347 tak hanya berkutat di seputar bisnis tapi menjadi media bagi anak muda Bandung untuk menumpahkan gagasan dalam bentuk Ripple Magazine. Di mana di dalamnya tertuang hal-hal tentang anak muda Bandung yang tak terbaca oleh media lainnya.

Di sana, mereka mencatat sudut-sudut pandang lain tentang dunia mereka. Di tahun yang sama mereka memproduksi sepatu dengan label 'Indicator Shoes' yang desainnya terinsipirasi skateboarding dan musik rock. Tak berapa lama produksinya pun tidak hanya sepatu, tapi merambah pada t'shirt dan jaket. Pada tahun 2001, 347 membuka label Boyriders khusus untuk perempuan tapi hanya bisa bertahan satu tahun.

Menurut Yogi, 347 mulai melakukan ekspansi ke luar Bandung sekitar tahun 2000-an yaitu ke Jakarta. Saat ini produk-produk 347 sudah menyebar ke berbagai pelosok tanah air. Karena diakui Yogi, orang-orang daerah ternyata sangat responsif terhadap clothing Bandung. Yogi menyebutkan anam muda Makasar yang ternyata lebih konsumtif dalam membeli barang-barang cothing.

2002 menjadi tahun yang paling penting untuk sejarah 347 karena di tahun inilah label ini berkembang pesat. Salah satunya berkat even-even underground mereka gelar. Tahun 2003, 347 berubah jadi 347/Eat yang menggunakan konsep propaganda dalam setiap desainnya. Akhir tahun 2006 Eat dihilangkan diganti dengan UNKL347.

"Sense, design, memories, create and play adalah lima elemen yang diusung," jelas Yogi. Inovasi terus dilakukan untuk tetap bertahan di dalam industri ini. Sebab menurutnya, industri clothing adalah industri yang bermain di level kreatif.

Yogi mengaku usaha UNKL347 memang terus meningkat dari tahun ke tahun. Yogi pun yakin kalau industri clothing ini akan terus bertahan sampai beberapa tahun ke depan. Karena selama kultur anak muda masih tetap ada, industri ini pun akan tetap eksis.

Selama lebih dari sepuluh tahun, UNKL347 sudah bisa menunjukan bahwa produk lokal yang dihasilkan anak-anak muda Bandung bisa berhasil. UNKL347 pun mencoba tersenyum yang digambarkan lewat logo unik, berupa wajah berkacamata besar dan kumis ala Pak Raden dihiasi dengan senyuman.(ema/ern)

0 komentar:

 
Design by WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons