Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

Mengenal Lebih Dekat Kebudayaan Sunda di Mahadharma Festival


Bandung - Merasa kurang memiliki pengetahuan soal kebudayaan sunda, saat yang tepat untuk datang ke area 'Sunda Pisan Euy' di Mahadharma The Festival untuk mendapat pengetahuan tentang Sunda mulai dari keseniannya hingga makanan khas Sunda.

Festival yang digelar Sabtu (12/11/2011) di Monumen Perjuangan, Jalan Dipatiukur ini membuat area khusus yang di dalamnya terdiri dari beberapa komunitas yang fokus terhadap kebudayaan sunda.

Salah satunya komunitas Tongeret. Komunitas ini mengajak masyarakat untuk mencintai kesenian Sunda. Mereka mempertontonkan sajian musik dengan menggunakan alat musik khas sunda yakni karinding, suling, dan alat musik lainnya yang terbuat dari bambu.

Sementara bagi yang ingin belajar tari sunda, stand Sanggar Tari Indrawati menyambut pengunjung dengan beragam foto penari, buku tentang tari, dan sesekali pengisi stand menarikan salah satu tarian sunda.

"Kita latihannya setiap hari rabu. Kalau ada yang mau ikut, tiap sore hari latihan di Gedung Wanita," ujar salah satu penjaga stan Sanggar Tari Indrawati kepada detikbandung ditemui disela-sela acara Mahadharma The Festival, Sabtu (12/11/2011).

Di salah satu sudut, ada yang menarik perhatian pengunjung yaknijajanan pasar khas sunda berderet rapi dialasi nyiru (nampan). Jajanan jadul yang sudah jarang kita temukan seperti permen kayu, angleng, aromanis, tengteng, gulali disajikan oleh Kang Dede yang merupakan sosok yang ikut melestarikan jajanan sunda jaman dulu ini.

Selain kesenian dan makanan khas sunda, distro sunda berlabel Kahot Store juga unjuk gigi dengan produk-produknya. Mulai dari kaos, aksesori, dan lainnya.

(avi/avi)

Urbandung Legend Angkat Wisata Mistis di Bandung

Bandung - Wisata Bandung tak hanya melulu soal kuliner dan juga FO. Bangunan tua pun bisa menarik wisatawan. Peluang inilah yang ditangkap Komunitas Bandung Trails. Dengan label Urbandung Legend, komunitas ini mengajak wisatawan mengunjungi gedung-gedung peninggalan Belanda. Tapi hanya gedung atau tempat yang mempunyai cerita mistis saja yang didatangi.

"Urbandung Legend sudah dimulai sejak 2008 lalu. Konsepnya kita mengangkat tema atau gosip tempat mistis yang jadi perbincangan masyarakat luas. Jadi kita datangin tempat yang konon memiliki cerita mistis atau angker," ujar Pendiri Komunitas Bandung Trails Teguh Amor Patria saat ditemui di Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, Jalan Setiabudhi, Rabu (2/6/2010).

Rute Urbandung Legend dimulai dari Taman Belitung, lalu ke SMA 5. Konon, tuturnya, di salah satu MA favorit di Bandung ini, kerap muncul hantu Noni Belanda yang mempunyai nama Nancy. "Katanya dia bunuh diri," kisahnya.

Lalu setelah dari SMA 5, berjalan kaki ke Patung Pastur di Taman Maluku. Konon, kepala patung ini bisa menoleh ke kanan kiri. Patung ini juga dijaga anjing yang tak terlihat kasat mata.

Setelah itu berlanjut ke ambulans Jalan Bahureksa, yang kisahnya sempat diangkat ke layar lebar. "Kemudian kita ke sekolas St Aloysius, dulu di sini tempat tawanan Belanda, kemudian berakhir di Sawung Galing. Kalau di sana cuma tempat rehat saja," jelas Teguh.(ern/ern)

Senang ke FO, Karakter Turis Asia Mirip Wisatawan Domestik

Bandung - Ternyata, tak hanya wisatawan domestik saja yang gemar berwisata belanja ke Bandung dengan menyambangi factory outlet (FO). Hampir 90 persen wisatawan mancanegara (wisman) Asia seperti Malaysia juga antusias berburu perlengkapan fashion ke Bandung.

Hal itu diungkapkan Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (Asita) Jabar Herman Rukmanadi saat dihubungi detikbandung melalui telepon genggamnya, Selasa (1/6/2010).

"Karakter wisatawan Asia seperti Malaysia, hampir sama dengan wisatawan domestik. Mereka ke Bandung untuk wisata belanja dan kuliner," ujarnya.

Setiap hari, ada sekitar 700 hingg 800 wisman dari Malaysia yang masuk ke Bandung. Itu dilihat dari jumlah penerbangan yang masuk ke Bandung.

"Hampir 90 persen wisman dari Malaysia senang ke FO. Sementara kalau dari Eropa, paling hanya 8 persennya saja," tuturnya.

Selain ke FO, wisman Malaysia juga senang mendatangi objek-objek wisata yang berada di sekitaran Kota Bandung seperti Tangkubanparahu, Ciater, Kebun Strawberry. Karakter wisman Asia dan Eropa saat di objek wisata pun berbeda.

"Kalau wisatawan Asia, senangnya foto-foto, sama dengan yang domestik. Sementara kalau dari Eropa, mereka lebih mendalami, seperti turun ke kawah Tampomas-nya. Karena mereka senang dengan budaya dan kultur," jelasnya.

(tya/ern)

Wisata Mistis di Bandung, Wisatawan Kecewa Hanya Bisa Lihat dari Kejauhan

Bandung - Mengunjungi tempat-tempat mistis bagi sebagian orang menjadi pengalaman mengasyikan. Apalagi jika bisa masuk ke dalam gedung yang dianggap angker. Sayangnya, pengalaman itu tak diperoleh dari Urbandung Legend. Peserta wisata mistis hanya bisa melihat dari luar gedung sambil mendengar pemandu mendongeng.

"Urbandung legend belum kita gelar secara periodik, baru setahun sekali. Pada 2008 diikuti oleh 260 peserta dan 2009 hanya 70 peserta," kata Pendiri Komunitas Bandung Trails Teguh Amor Patria ditemui di Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, Jalan Setiabudhi, Rabu (2/6/2010).

Menurut Teguh menurunnya jumlah peserta, karena konsep yang ditawarkan Urbandung Legend kurang greget bagi sebagian peserta. "Karena kita kan hanya lihat di luar gedung, enggak masuk. Nah pemandu bercerita soal cerita mistis di tempat yang didatangin. Namun, mereka kecewa tak bisa ke gedung atau mendekat," jelasnya.

Hal itulah, menurutnya yang menjadi kendala perkembangan wisata mistis di Bandung. Selain tentunya faktor keamanan. Sebab, acara ini digelar malam hari mulai pukul 18.30 WIB hingga 21.30 WIB. "Ya kita khawatir aja kalau ada yang kesurupan," kata Teguh.

"Ini kan kegiatan yang bisa dikatakan nyeleneh. Baru pertama kali dan tidak umum," tambahnya. Padahal, lanjut Teguh, di luar negeri wisata mistis sudah menjadi tren yang dinamakan gost tour atau spooky tourism.

"Kalau wisata kuliner itu datang sendiri-sendiri, secara pribadi, sementara kalau datangi tempat-tempat angker ini, pengennya kan ramai-ramai, jadi ini potensial untuk dikembangkan," ujar Teguh.

(ern/ern)

Wisata Mistis di Bandung Potensi untuk Tarik Wisman

Bandung - Pendiri Komunitas Bandung Trails Teguh Amor Patria mengaku Urbandung Legend mengadopsi wisata mistis dari luar negeri, yang sudah menjadi tren. Peminatnya pun diakui Teguh bukan hanya dari wisatawan domestik (wisdom), namun juga wisatawan mancanegara (wisman).

"Selama ini pesertanya baru dari Bandung Raya dan Jakarta, rata-rata sih mahasiswa. Tapi saya punya teman yang pengelola travel, katanya wisatawan dari Malaysia juga seringkali bertanya mengenai tempat-tempat angker di Bandung," ujarnya ditemui di Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, Jalan Setiabudhi, Rabu (2/6/2010).

Karena itu, dia menilai, wisata mistis di Bandung cukup menjanjikan. "Tinggal dikemas aja seperti apa supaya menjadi daya tarik wisatawan," tuturnya.

Apalagi, menurut Teguh, biaya yang dikeluarkan untuk wisata mistis relatif murah. "Tarifnya hanya Rp 30 ribu per orang, itu pun sudah dikasih makan, minum, diberi PIN dan juga buat bayar pemandunya," kata Teguh.

Oleh karenanya, Teguh mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan presentasi di depan Disparbud Bandung, agar para wisatawan bisa masuk ke dalam gedung. "Banyak permintaan agar tak hanya dari kejauhan saja, tapi juga masuk ke dalam. Tapi kalau enggak diizinkan ya kita tetap pakai konsep lama," ujarnya.
(ern/ern)

Wisata Mistis di Bandung, Pemilihan Lokasi Berdasarkan Buku dan Gosip di Masyarakat

Bandung - Pemilihan lokasi wisata mistis Urbandung Legend berdasarkan referensi dari buku, internet, dan juga gosip mulut ke mulut di tengah masyarakat. Rata-rata tempat yang dianggap angker adalah bangunan peninggalan Belanda.

Pendiri Komunitas Bandung Trails Teguh Amor Patria mengatakan cerita mistis khususnya tempat-tempat angker di Bandung sudah menjadi perbincangan masyarakat luas. "Urbandung Legend mengangkat cerita serem yang hangat diperbincangkan masyarakat luas," jelasnya ditemui di Sekolah Tinggi Pariwsata Bandung, Jalan Setiabudhi, Rabu (2/6/2010).

Urbandung Legend menggelar acara ini baru dua kali, pada 2008 dan 2009. Rencananya, tahun ini akan digelar pada September 2009. "Untuk ke depan, kita akan periodik," ungkapnya.

Rute Urbandung Legend dimulai dari Taman Belitung, lalu ke SMA 5. Konon, tuturnya, di salah satu MA favorit di Bandung ini, kerap muncul hantu Noni Belanda yang mempunyai nama Nancy. "Katanya dia bunuh diri," kisahnya.

Lalu setelah dari SMA 5, berjalan kaki ke Patung Pastur di Taman Maluku. Konon, kepala patung ini bisa menoleh ke kanan kiri. Patung ini juga dijaga anjing yang tak terlihat kasat mata.

Setelah itu berlanjut ke ambulans Jalan Bahureksa, yang kisahnya sempat diangkat ke layar lebar. "Kemudian kita ke sekolas St Aloysius, dulu di sini tempat tawanan Belanda, kemudian berakhir di Sawung Galing. Kalau di sana cuma tempat rehat saja," jelas Teguh.
(ern/ern)

Wisata Mistis di Bandung, Baru Disebar Lewat Milis dan Pamflet

Bandung - Komunitas Bandung Trials akan tetap menggelar wisata ke tempat-tempat angker di Bandung, meski diyakini akan menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat. Pendiri Bandung Trials Teguh Amor Patria menyatakan prospek wisata mistis di Bandung cukup menjanjikan.

"Tentu saja ini akan menimbulkan pro dan kontra, tapi prospek wisata mistis cukup menjanjikan. Kita mengadakan ini sebagai bentuk hiburan saja, tak ada kaitannya dengan pemanggilan mahluk ghaib. Peserta dipandu dan si pemandu hanya mendongeng saja," jelasnya saat ditemui di Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, Jalan Setiabudhi, Rabu (2/6/2010).

"Ke depan, kita akan melakukan kegiatan ini secara periodik atau konsepnya kita akan menawarkan pada wisatawan yang datang ke Bandung," tambahnya.

Saat ini, kata dia, kegiatan Urbandung Legend sudah diposting melalui beberapa milis dan juga pamflet yang ditempel di kampus-kampus. Selama ini, peminat wisata mistis rata-rata dari kalangan mahasiswa.

(ern/ern)

Wisata Mistis di Bandung, Pengamat: Produk Baru yang Potensial

Bandung - Wisata mistis yang menawarkan cerita legenda tempat angker di Bandung cukup potensial menjadi salah satu daya tarik wisata di Kota Bandung. Suguhan tersebut jadi produk baru dalam kegiatan pariwisata.

Hal itu dikatakan Pengamat Pariwisata Djony Sofyan Iskandar yang juga Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung Djony Iskandar saat ditemui di Kampus  STPB, Jalan Setiabudhi, Rabu (2/6/2010).

"Wisata mistis atau urbanlegend ini sangat bagus. Kegiatan tersebut salah satu hal yang baru. Si penggagas ini menciptakan produk baru pariwisata," ujarnya.

Johny menambahkan, wisata mistis punya pangsa pasar tersendiri. Seperti anak muda dan kalangan tertentu yang menyukai hal berbau mistis.

"Wisata mistis ini merupakan produk bagus. Di mana wisatawan atau konsumennya ingin ikut wisata ini karena memiliki rasa penasaran. Selain anak muda, kalangan tertentu juga menyukai kisah-kisah ini," ungkapnya.
(avi/ern)

Wisata Mistis Harus Dikemas Kreatif

Bandung - Pengamat Pariwisata Djoni Sofyan Iskandar meminta kepada penggagas wisata mistis agar mengemasnya dengan kreatif. Djoni juga berharap penyelenggara bisa berdiri sendiri tanpa mengandalkan Dinas Pariwisata.

"Untuk melakukan kegiatan seperti ini jangan tergantung pemerintah. Pelaksana acara pun harus bisa mengemasnya secara kreatif dan edukatif," ujarnya ditemui di Kampus STPB, Jalan Setiabudhi, Rabu (2/6/2010).

Menurut Djoni, penyelenggara juga bisa menjalin kerjasama dengan pemilik bangunan yang dianggap angker, agar bisa leluasa masuk ke tempat tersebut. Ia juga meminta penyelenggara tidak terjebak dengan hal-hal negatif.

"Jangan sampai apa yang dilakukan itu melanggar norma agama dan harus sesuai dengan akal sehat. Cukup mendongeng saja tentang keangkerannya dengan gaya edukatif," imbaunya.

Komunitas Bandung Trials mengajak wisatawan mengunjungi gedung-gedung peninggalan Belanda. Tapi hanya gedung atau tempat yang mempunyai cerita mistis saja yang didatangi.

Dengan label Urbandung Legend, komunitas ini mengajak wisatawan mengelilingi beberapa tempat yang dianggap angker, salah satunya Taman Belitung, SMA 5 dan SMA 3, Ambulans Bahureksa, dan sekolah St Aloysius.

(avi/ern)

Asita Belum Lirik Potensi Wisata Mistis di Bandung

Bandung - Jika Urbandung Legend melihat wisata mistis sebagai sebuah peluang. Asita Jabar justru mengaku belum tertarik untuk melirik wisata mistis yang mereka sebut wisata misteri bangunan tua ini.

Hal itu diungkapkan Ketua Asita Jabar Herman Rukmanadi saat dihubungi detikbandung, Rabu (2/5/2010). "Saya tidak tahu kalau ada wisata seperti itu (wisata mistik-red). Kami juga belum melirik pada wisata misteri bangunan tua," ujar Herman.

Dituturkan Herman, potensi wisata yang telah ada saat ini juga belum maksimal. "Potensi yang sudah ada saja dulu digarap maksimal, baru yang lain," katanya.

Selama ini, kata Herman, belum ada wisatawan yang menanyakan wisata misteri seperti mendatangi gedung tua. "Belum pernah saya dengar ada yang minta wisata seperti itu," ujarnya.

Dirinya juga mengaku tidak tahu jika ada perusahaan yang tertarik pada potensi wisata misteri. Menurutnya, wisata bangunan tua yang memiliki cerita dibaliknya hanya menarik bagi yang mempercayainya.

"Hal-hal seperti itu kan menarik untuk yang percaya, bagi yang tidak percaya sih ya untuk apa," ujarnya.

(tya/ern)

Icip-icip Makanan Itali di Bandung Yuk!

Bandung - Beragam jenis makanan Itali memang sudah terkenal di Indonesia, namun Bandung punya beragam sajian pizza yang unik dan berbeda dari pizza pada umumnya. Pensaran? Yuk Wisata kuliner pizza weekend ini.

Beragam Pizza dari Resep Moyang
Menu pizza yang disajikan Resep Moyang di Jalan Pahlawan disajikan secara tradisional. Pembakarannya dilakukan di dalam tungku. Topingnya beragam, mulai dari pizza standar bertopping meet, peperoni, jamur, keju sampai pizza dengan topping cokelat dan buah-buahan. Selain pizza, ada juga spagheti, steak, atau aneka light meal seperti pancake dan sandwich.

Pizza Nasi ala Cafe Milan
Pizza nasi? Ya betul, pizza nasi ini bentuknya persegi dengan pinggiran kering seperti pastel. Ada bagian penutup seperti lap top. Kalau dibuka, ehm... butter rice bercampur kacang polong, jagung, keju mozarella bertabur topping pizza pun akan langsung menyambut.

Itulah menu Pizza Nasi, menu andalan di Cafe Milan Jalan Pelajar Pejuang. Dengan harga per porsinya antara Rp 34-35 ribu untuk ukuran medium, anda bisa menikmati uniknya rasa Pizza Nasi.


Pizza Kentang Dulang Cafe
Bagi anda penggemar kentang, Pizza Kentang bisa jadi pilihan. Kentang dikukus dihaluskan, dan dipanggang bersama bahan-bahan yang umumnya dijadikan topping
pizza seperti daging cincang, irisan smoke beef, dan keju mozarella. Hummm..Yummy!

Anda bisa langsung datang ke Dulang Cafe yang berada di pojok Rangga Point, Jalan Ranggamalela. Dulang Cafe juga menyajikan menu khas Itali lainnya seperti
spageti dan lainnta. Harganya pun cukup terjangkau mulai dari Rp 12 ribu.

Goyang Lidah dengan Macaroni Salsa
Macaroni dipadukan dengan daging sapi cincang yang diolah dengan bumbu Itali lalu dilapis dengan krim keju lalu ditutup dengan toping keju yang renyah. Ehm?
itulah menu macaroni salsa. Salah satu menu andalan Rumah Macaroni Salsa.

Anda bisa mendapatkan Macaroni Salsa ini terletak di Jalan Culan di kawasan Jalan Anggrek dan Jalan Soka. Selain Macaroni Salsa, ada lasagna dan pastel
tutup berupa campuran pure kentang dengan sayur-sayuran. Harganya cukup terjangkau, mulai Rp 12.500 sampai Rp 17.500.

(avi/ern)

Menikmati Kuliner Khas Betawi di Gasibu

Bandung - Bandung yang kaya akan makanan tradisional dan kreatifitas kulinernya tidak serta-merta antipati dengan banyaknya makanan-makanan khas dari daerah lain.
Kerak telor misalnya, biarpun makanan asli tanah Betawi, tak berarti urang Bandung tak bisa ikut menikmati.

Mencari pedagang kerak telor di Bandung tidaklah sulit. Setiap sore hingga tengah malam, beberapa penjual kerak telor selalu mangkal di Gasibu. Ada yang di
depan gerbang Gedung Sate atau pun di pelataran Gasibu.

Menurut salah seorang penjual kerak telor, Iwan Sutiawan (22), di Gasibu terdapat sekitar enam pedagang kerak telor. Biar pun makanan ini khas betawi, ternyata semua pedagang itu bukan orang Betawi asli orang Garut.

Tapi jangan salah. Meskipun tidak memiliki darah Betawi, tapi kepiawaian mereka dalam memasak kerak telor jangan diragukan. Iwan sendiri mengaku dirinya selalu ikut berpartisipasi dalam acara Pekan Raya Jakarta.

Kerak telor sendiri bahan-bahannya cukup banyak meski hanya bahan-bahan sederhana yang mudah disediakan. Pertama beras ketan yang sudah direndam dimasukan ke dalam wajan dengan ukuran agak melebar. Kemudian masak beras di atas anglo yang sudah berisi bara api.

Penggunaan anglo ini agar kematangan kerak telor merata. "Kalau pakai kompor, nanti akan bau," tutur Iwan. Tak lupa terus mengipasi anglo agar dihasilkan kematangan yang merata.

Setelah beras ketan mengerak dimasukan bumbu-bumbu. Seperti ebi kering, garam, penyedap rasa, kelapa parut yang sudah dicampur bumbu rendang, lalu ceplokan sebutir telur diatasya.

Telur yang digunakan bisa telur ayam atau telur bebek. Yang pasti apapun telur yang dipilih, harganya juga berbeda, rasanya pun mungkin akan sedikit berbeda. Untuk telur ayam Rp 8 ribu sedangkan telur bebek Rp 9 ribu.

Semua adonan yang sudah dimasukan dicampur-campur hingga adonan pun tambah melebar di atas wajan. Setelah bagain bawah matang, wajan pun dibalikan untuk mematangkan bagian atas. Adonan tidak akan tumpah karena sudah mengerak di wajan. Tidak lama kerak telor pun matang dengan warna kuning kecoklatan.

Tak sampai disitu, sentuhan terakhir diberikan serundeng yang dicampur abon sapi kemudian taburi dengan bawang goreng. Ehm... kerak telor hangat pun siap untuk disantap.

Rasanya campur-campur, ada gurih, manis juga asin dengan kerenyahan dari beras ketan dan bawang goreng yang kriuk. Sayang tidak ada rasa pedasnya. Mungkin setiap penjual akan menghasilkan rasa kerak telor yang berbeda.

Anda bisa memilih untuk makan di tempat atau dibungkus pulang. Jika memilih makan di tempat, sore hari tentunya waktu yang tempat. Selain kerak telor, beberapa tenda di kawasan Gasibu juga menjual susu hangat.

Biasanya di tempat ini suka dijadikan tempat kencan untuk beberapa pasangan, terlebih malam hari. Mereka tersebar di anak-anak tangga Gasibu. Tentunya sambil menikmati suasana Gedung Sate dalam keremangan.(ema/ern)

'Ini Kue Ape Neng!'

Bandung - Kue ape, jajanan berwarna hijau ini sering saya temui di Kota Bandung. Saya pikir makanan tradisional Bandung, tapi ternyata makanan ini khas Betawi. Bahkan ada pula yang menyebutnya serabi Jakarta. Wah, berarti bertambah lagi daftar nama serabi yang harus diregistrasi.

Dari sebuah literatur disebutkan kenapa kue ini dinamakan kue ape. Konon, namanya berasal dari pertanyaan: "Ini kue ape, bang?. Kemudian dijawab, "Ya, kue 'ape'". Entah benar atau tidak, tapi jika benar, maka asal usul nama kue ape ini menjadi sejarah yang cukup menggelitik.

Makanan ini kembali saya temui di Festival Traditional Foodnya BSM yang akan digelar sampai 31 Agustus mendatang. Kue ini memang berbentuk seperti serabi tapi dengan bagian tengah yang lebih kecil dan menggunung. Bagian pinggirannya itu lho yang membuat kue ini juga istimewa, lebih lebar dari serabi Solo dan garing.

Untuk bahan dasar hampir sama dengan serabi yaitu tepung beras ditambah santan, lalu dicampur dengan gula pasir, pandan, susu, dan vanili.

Cetakannya tidak jauh beda dengan cetakan serabi Solo yaitu wajan yang cekung. Kecekungan inilah yang membuat bagian tengah kue ape jadi menggunung. Seperti halnya serabi Bandung, kue dimasak menggunakan arang.

Bagian pinggirnya yang garing menjadi sasaran untuk dicicip terlebih dahulu. Meski disebut serabi Jakarta, rasanya berbeda dengan serabi. Bagian tengahnya lebih lembut dengan pori-pori kue yang lebih rapat. Penambahan susu dan pandan yang segar memberikan citarasa yang berbeda. Kue ini dijual Rp 8 ribu perporsinya yang berisi 10 buah.

Selain kue ape, jajanan lain yang diicip-icip yaitu sate pisang keju. Pisang diiris-iris kemudian ditusuk dengen tusukan sate lalu dibungkus oleh adonan tepung, mirip kulit pisang goreng. Barulah di bagian atasnya di taburi parutan keju dan coklat, yam.. yam...yam.

Makanan tradisional lain yang bisa dicicipi di Food Tradisionalnya BSM yaitu rujak bebek, tahu gejrot, lumpia basah, atau jajanan kala SD seperti gulali yang bisa dibawa pulang.(ema/ern)

Cari yang Unik di Bandung Yuk!


Bandung - Tak hanya kreatif, banyak hal unik yang bisa didapatkan di Kota Bandung. Dari mulai kuliner, distro sampai tempat wisata. Ada beberapa referensi tempat yang bisa dikunjungi pada akhir pekan panjang minggu ini. Diintip yuk!

Kedai Getek
Kedai baru di Jalan Martanegara ini memang unik. Selain namanya yang dalam bahasa Sunda, 'getek' berarti geli, menu-menunya juga unik. Menu utama serba tutut antara lain tutut cape hate atau tutut original, tutut lada caketreuk atau tutut lada hitam, tutut ibu tiri atau tutut asam manis. Ada juga menu andalan yaitu nasi goreng keleketek, nasi goreng spesial yang dibubuhi dengan tutut rica-rica.

Kalau penasaran, sempatkan untuk datang. Pelayanannya juga menghibur karena pelayannya yang rata-rata pria ini adalah orang-orang latah. Di sini bukan cuma menawarkan makanan tapi bagaimana caranya bisa menghibur konsumen. Perut kenyang hati juga senang.

Taman Kupu-kupu
Taman Kupu-kupu terletak di Jalan Raya Cihanjuang Km 3,3 No 58, Desa Cibaligo, Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Tempatnya masih asri dan hijau, ditambah penataan tempat yang begitu apik. Selain menikmati pemandangan yang menarik, juga akan mendapatkan pengetahuan seputar kupu kupu.

Ada sekitar 300 kupu-kupu dari 35 jenis yang ditangkarkan setiap harinya di tempat ini. Mereka terbang dalam sebuah di taman terbuka seluas 1.800 meter persegi yang dilapisi pagar dan jaring. Pengunjung juga bisa melihat proses metamorfosis. Mulai dari ulat, kepompong hingga kupu-kupu. Untuk mendapatkan pengalaman menarik ini cukup membayar Rp 10 ribu.

Miniatur Motor dari Sendok dan Garpu
Kerajinan tangan ini dirintis seorang warga Pasirluyu, Gang Haji Yasin No 176 yang akrab dipanggil Dodi. Sungguh ide yang sangat hebat karena Dodi bisa menyulap sendok dan garpu menjadi miniatur Harley Davidson.

Kerajinan tangan ini hanya menggunakan tang, palu, paku besar, dan kikir. Untuk menyambungkan antara satu sendok dan sendok lainnya menggunakan baut dan mur.

Dengan piawai sendok dan garpu dibuat seperti mesin motor, jok, stang, knalpot, dan bagian-bagian motor lainnya.

Jika ingin melihat karyanya dan sesekali workshopnya di tempat yang lebih strategis bisa juga berkunjung ke Jabar Craft Center di Jalan Ir H Juanda. Siapa tahu anda tertarik untuk menjadikannya souvenir.

(ema/avi)

Zuma dan Zumi, Ramaikan Koleksi Bonbin Bandung


Bandung - Kebon Binatang (Bonbin) Bandung memiliki beberapa koleksi satwa baru pada awal 2010 ini. Di antaranya ialah wau-wau bernama Zuma dan orangutan yang diberi nama Zumi.

Menurut Kepala Pengelolaan Satwa Dokter Hewan Bonbin Bandung, dr. Fathul Bari, kedua satwa tersebut lahir belum lama ini di tempat penangkaran dan kandang Bonbin Bandung.

"Wau-wau lahir pada 12 Februari. Ini jenis wau-wau Jawa," jelasnya ketika ditemui di Bonbin Bandung, Jalan Tamansari, Kamis (1/4/2010).

Wau-wau bernama Zuma itu lahir dari induknya yaitu Chika dengan pejantan Bima. "Masa hamilnya 8 bulan sejak dikawinkan Juni 2009 lalu," terangnya.

Ditambahkannya, Chika dan Bima merupakan sumbangan dari warga Bandung yang hingga kini masih berada di penangkaran. "Takutnya stres kalau buru-buru dikeluarkan," ungkap Fathul.

Koleksi baru lainnya, kata Fathul, yaitu orangutan Sumatera bernama Zumi yang lahir di kandang pada Jumat 12 Maret 2010. "Kalau orangutan ini hasil perkawinan pejantan Simon dan betina Sarah," ujar Fathul.

Dirinya menerangkan, hingga saat ini Bonbin Bandung memiliki koleksi 10 orangutan dan 13 wau-wau.
(dip/bbn)

Risoles Rasa Eropa dari Risol-risol


Bandung - Kemunculan risoles sebagai salah satu tujuan wisata kuliner di Bandung kian marak saja. Sebuah tempat anyar yang menawarkan kelezatan modifikasi risoles pun dibuka 18 Desember  2009 lalu. Risol-risol, berada di Jalan Setiabudhi, sekitar 100 meter di atas Terminal Ledeng, tepat di sebelah Kampung Bakso.

Bernuansa Eropa, Risol-risol yang disebut juga House of Risol ini menempati sebuah rumah tempo dulu. Sebelum memasuki ruangan, pengunjung akan disambut dengan ruang kaca yang merupakan tempat pembuatan risoles. Jadi bisa melihat proses pembuatan dengan transparan.

Di bagian dalam, dekorasi ruang cukup kental dengan nuansa kain perca atau pachtwork. Sementara di teras luar juga masih disediakan tempat duduk untuk konsumen yang berdampingan dengan taman.

Pemiliknya mungkin sudah tidak asing lagi karena pengusaha ini juga sudah membuka banyak tempat wisata kuliner, factory outlet atau wisata alam di Bandung. Perry Tristianto, si raja FO ini kini menggandeng seorang pengusaha risoles di Bandung untuk membuat wisata kuliner baru yaitu Risol-risol.

Tommy Herman Hartono, adalah pemilik produk risolnya. Saat ditemui di Risol risol, pria lulusan NHI ini mengatakan memulai usaha risoles karena iseng-iseng. Pengalamannya sebagai pekerja hotel dan restoran dalam dan luar negeri, tidak membuatnya sulit untuk membuat risoles dengan modifikasi yang baru.

"Awalnya iseng, saya jualan hanya Sabtu dan Minggu di Batununggal sejak dua tahun lalu. Saat itu jualan sama istri pakai mobil," terang Tommy Herman Hartomo.

Ternyata banyak konsumen yang suka risoles buatan Tommy. Sampai akhirnya Tommy mengisi salah satu kios kuliner di The Secret FO, milik Perry. "Pak Perry pun punya ide untuk buat tempat kuliner baru dan ngajak saya," ujar pria berusia 56 tahun ini.

Menurut Tommy modifikasi risoles yang dibuatnya saat ini bercitarasa Eropa. Awalnya dia membuat satu jenis risoles yaitu egg mayo yang didalamnya ada telur dan mayonaise. Ketika konsumen makin banyak, isian risoles pun makin variatif, misalnya diadapatasi dari steak ada risol chicken cordon bleu, lalu pizza, lasagna, sampai kini mencapai 11 varian risoles yang sudah dibuat.

"Rasanya benar-benar disesuaikan dengan nama variannya. Yang pizza benar-benar rasa pizza cuma di roll, lasagna benar-benar lasagna tapi di roll," jelasnya.

Ke depannya, Tommy berencana membuat isian risol bercitarasa Asian food. "Mungkin nanti akan ada rendang atau makanan Asia lainnya," tandas Tommy(ema/avi)

Polusi Bikin Kupu-kupu Tidak Betah


Bandung - Mungkin tak banyak orang tahu bahwa kupu-kupu adalah salah satu indikator kebersihan udara. Tak heran, di daerah perkotaan udaranya yang telah tercemar polusi, pemandangan kupu-kupu yang sedang terbang pun semakin langka ditemui.

Berangkat dari keprihatinan itulah Taman Kupu-kupu dibuat. "Kupu kupu tidak mau hidup di daerah yang udaranya kotor, penuh polusi, emisi karbon dan debu. Itu membuat daun kotor, dan kupu-kupu pun tak mau memakan tanaman yang tercemar polusi," ujar Ayam Hugeng, pakar kupu-kupu yang menjadi konsultan di Taman Kupu-kupu.

Kondisi udara yang telah tercemar itulah yang membuat kupu-kupu tak betah berada di daerah perkotaan. Kupu-kupu memiliki indra penciuman hingga 15 kilometer. Mereka sangat tidak menyukai bau asap kendaraan atau polusi.

"Kupu-kupu pun memilih tempat yang udaranya lebih bersih," tambahnya.

Hugeng menyebut, kawasan di Cihanjuang Parongpong ini masih terbilang asri dan segar yang cocok sebagai tempat hidup kupu-kupu.

Masyarakat pun dapat mengetes kondisi udara di lingkungannya sendiri. "Jika masih melihat kupu-kupu di sekitar rumah itu berarti udaranya bagus,agar kupu-kupu biasanya suka pekerangan rumah yang asri. Begitu pula sebaliknya, jika udara buruk, maka kupu-kupu akan malas bermain di sekitar rumah tersebut," jelasnya.

Taman Kupu-kupu terletak di Jalan Raya Cihanjuang Km 3,3 No 58, Desa Cibaligo, Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Lokasi ini baru dibuka pada 29 Januari lalu. Meski terbilang baru, namun taman ini cukup menarik perhatian masyarakat. Tempatnya masih asri dan hijau, ditambah penataan tempat yang begitu apik.(tya/bbn)

Koleksi 35 Jenis dari Seluruh Indonesia


Bandung - Ragam kupu-kupu yang ditangkarkan di Taman Kupu-kupu Cihanjuang, Kabupaten Bandung Barat, ini memang belum terlalu banyak. Baru ada 35 jenis dari sekitar jenis 10.000 jenis kupu-kupu yang ada di Indonesia.

Kupu-kupu yang ada saat ini di Taman Kupu-kupu, kebanyakan berasal dari pulau Jawa. Mereka pun berencana akan terus menambah koleksi kupu-kupunya itu.

"Kupu-kupu yang sudah telah dibudidayakan di taman ini berasal dari Jawa Barat, Papua, Sulawesi, Kepulauan Aru dan Bali," tutur Ayam Hugeng, Konsultan Taman Kupu-kupu yang merupakan Pakar Kupu-kupu Indonesia.

Jenis kupu-kupu yang saat ini ada di Taman Kupu-kupu Cihanjuang ini misalnya Troides Helena, Papilio Polytes Javanus, Leptosia Nina Chlorographa, Papilio Demolion dan Atrophaneura Coon. Jenis Troides Helena adalah salah satu jenis yang paling banyak ditemui disini, warnanya hitam dan kuning.

Disebutkan Hugeng, di Indonesia, ada sekitar 10.000 jenis kupu-kupu, sementara di dunia ada sekitar 130.000 jenis. "130 ribu jenis kupu- kupu itu hanya kupu-kupu siang saja, belum termasuk jenis kupu-kupu malamnya," terangnya.

Ada cara mudah untuk membedakan kupu-kupu siang dan kupu-kupu malam. Perbedaan tersebut terletak pada antena kupu-kupu. "Semua kupu-kupu siang memiliki antena menyerupai jarum pentul. Sementara kupu-kupu malam kebanyakan bentuk antenannya lurus," jelas Sugeng.

Bentuk kepompong kupu-kupu siang dan malam pun berbeda. Kupu-kupu malam biasanya tertutup dengan baju berupa bungkusan serabut sutera dan daun. Dengan jumlah retasan kepompong sebanyak 30 ekor perhari, Taman Kupu-kupu ingin mempertahankan jumlah kupu-kupu yang terbang di taman tersebut yaitu sekitar 300 kupu-kupu.

"Karena kalau terlalu banyak juga kurang bagus," tutup Hugeng.
(tya/bbn)

Menonton Langsung Proses Metamorfosis

Bandung - Di area seluas 1,7 hektar, pengunjung Taman Kupu-kupu akan diajak untuk menonton secara langsung proses alami kehidupan kupu-kupu secara lebih dekat. Taman Kupu-kupu terletak di Jalan Raya Cihanjuang Km 3,3 No 58, Desa Cibaligo, Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat.

Pengunjung bisa secara seksama melihat tejadinya metamorfosis. Mulai dari ulat, kepompong hingga kupu-kupu. Pengalaman tersebut bisa jadi pengalaman yang menarik.

Ketika masuk ke area taman kupu-kupu, sebelum memasuki pintu utama, pengunjung bisa mengintip si calon kupu-kupu di green house. Agak geli memang bagi pengunjung yang takut dengan ulat. Karena di dalamnya memang terdapat banyak sekali ulat yang sedang berproses untuk menjadi kepompong.

"Enggak mau ah, mama takut ulat, gatal juga. Lihatnya dari sini saja," ujar Debby (35) pada anaknya, Nico (9), yang memaksanya untuk masuk Green House.

Sementara ibunya itu menunggu di luar green house, sang anak begitu antusias mendengar penjelasan penjaga green house seputar ulat-ulat yang nantinya jadi kupu-kupu. Bahkan sesekali ia memberanikan diri memegang ulat hijau di daun jeruk.

Ulat-ulat berbagai ukuran terdapat di green house, mulai dari sebesar kelingking bayi, hingga sebesar pisang susu. Di tempat tersebut mereka diberi makan dengan disediakan berbagai tanaman yang disukai seperti pohon jeruk.

"Usia ulat sebelum berubah menjadi kepompong rata-rata 1 bulan. Sementara usia saat jadi kepompong sekitar 2 minggu," paparnya.

Nah, untuk melihat kupu-kupu yang telah beterbangan, pengunjung bisa masuk ke dalam taman utama tempat penangkaran kupu-kupu. Desain pintu masuk untuk masuk ke taman kupu-kupu begitu cantik dengan hiasan kupu-kupu besar dan berwarna-warni di atasnya.

Ketika masuk, memang bukan langsung ke taman utamanya, melainkan melewati outlet atau toko yang menjual berbagai souvenir serba kupu-kupu.

Jika datang saat terik matahari menyengat, pengunjung tak perlu khawatir, karena topi dari anyaman dapat digunakan secara cuma-cuma. Apalagi dengan warna topi yang berwarna akan membuat kupu-kupu menghampiri.

Dalam taman seluas sekitar 1.800 meter persegi akan melihat sendiri kupu-kupu yang sedang menari. Hinggap di bunga-bunga dan dedaunan. Agar tak keluar dari area taman tersebut sekeling taman dipagari dan dilapisi jaring setinggi 8 meter.

Di area taman ini juga terdapat rumah kepompong yang menjadi penyimpanan kepompong sebelum berubah menjadi kupu-kupu. Disini pengunjung bisa melihat kupu-kupu yang sedang beristirahat sementara di 'rumah'nya sebelum nantinya terbang.(tya/bbn)

Bermain Sambil Belajar di Taman Kupu-kupu


Bandung - Bosan dengan tempat wisata yang terkesan sama saja? Bagaimana kalau mencoba wisata edukasi di Taman Kupu-kupu. Karena selain sebagai tempat wisata, di taman tersebut banyak pengetahuan seputar makhluk cantik ini.

Taman Kupu-kupu terletak di Jalan Raya Cihanjuang Km 3,3 No 58, Desa Cibaligo, Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Lokasi ini baru dibuka pada 29 Januari lalu. Meski terbilang baru, namun taman ini cukup menarik perhatian masyarakat. Tempatnya masih asri dan hijau, ditambah penataan tempat yang begitu apik.

Selain menikmati pemandangan yang menarik, Anda juga akan mendapatkan pengetahuan seputar kupu-kupu.

"Bisa dibilang ini adalah wisata pendidikan. Karena anak-anak bisa tahu proses perkembangan kupu-kupu," ujar Peneliti Kupu-kupu Indonesia Ayam Hugeng yang menjadi konsultan Taman Kupu-kupu.

Luas keseluruhan area Taman Kupu-kupu ini mencapai 1,7 hektar. Ada sekitar 300 kupu-kupu dari 35 jenis yang ditangkarkan setiap harinya di tempat ini. Mereka terbang dalam sebuah di taman terbuka seluas 1.800 meter persegi yang dilapisi pagar dan jaring.

Pengunjung yang masuk ke taman kupu-kupu akan ditemani oleh pemandu yang akan menjelaskan apa saja yang ingin diketahui seputar Taman Kupu-kupu dan kupu-kupu itu sendiri.

Masuk ke taman ini pengunjung harus membayar Rp 10 ribu, itu sudah termasuk dengan welcome drink yang didapat dengan cara menukar tiket dan juga peminjaman topi untuk berkeliling taman.

Lina (33) seorang pengunjung yang merupakan warga Kota Bandung ini mengaku puas mengajak anak semata wayangnya yang baru berumur 6 tahun. "Bagus juga yah tempatnya, sekalian bisa ngajarin tentang alam pada anak juga," katanya.

Taman Kupu-kupu dibuka setiap hari dari pukul 08.00 hingga pukul 17.00 WIB. Namun biasanya pada hari Senin hingga Jumat, taman ini digunakan untuk waktu kunjungan sekolah meski tetap membuka untuk umum.

Jika ingin mencari souvenir, ada toko aksesoris yang menjual berbagai pernak-pernik serba kupu-kupu. Atau bila merasa lapar, ada tempat makan di seberang taman yang bisa dikunjungi. Ada sekitar 16 meja bertenda yang bisa digunakan untuk duduk-duduk atau makan.(tya/bbn)

 
Design by WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons