Merchandise Persib Diborong Bonek

Selasa, 30 Juni 2009 - 15:37 wib
Yugi Prasetyo - Koran SI
F: Yugi Prasetyo

BANDUNG - Walaupun para Bonek ke Bandung untuk mendukung tim kesayangannya Persebaya melawan PSMS Medan. Namun tidak sedikit dari mereka yang sengaja memburu pernak-pernik Persib Bandung di di Stadion Siliwangi venue pertandingan play-off tersebut.

Mereka ada yang membeli kaos dan juga syal. Hal ini menandaknya adanya jalinan persahabatan diantara kedua tim tersebut. "Lumayan buat oleh-oleh ke Surabaya nanti," ungkap Darianto, salah satu Bonek yang berbelanja syal dan juga topi khas Viking.

Bahkan pedagang pun merasa diuntungkan dengan adanya pertandingan Persebaya melawan PSMS Medan di kota Bandung. Mereka bisa meraup rejeki. Tak jarang beberapa dari pedagang kaos yang biasa menjajakan merchandise Viking itu sengaja membuat merchandise Bonek.

"Mencari berkah sedikit dari pertandingan ini lumayan buat tambah-tambah karena suporternya persebaya banyak yang datang ke Bandung, makanya saya sengaja buat," ujar Ujang salah seorang pedagang kaos didepan Stadion Siliwangi.
(zwr)

Ahmad Dhani Desain Kaos

Kamis, 28 Mei 2009 - 09:28 wib
Tomi Tresnady - Okezone

JAKARTA - Ahmad Dhani mulai mendesain kaos sendiri. Dia merancang kaos dengan gambar pilihan dan diberi kata-kata unik. Musisi kenamaan itu alih profesi menjadi desainer?

Rupanya tidak. Dhani bekerja sama dengan salah satu produk denim. Dia difasilitasi untuk merancang kaos.

"Sejak 2003, saya selalu buat kaos sendiri. Sekarang saya buat kaos difasilitasi Lee Cooper, terima kasih. Nanti dua bulan sekali rencananya ganti desain. Saya jamin lebih bagus desainnya dari saat ini. Desainnya pure (murni) dari meja komputer saya sendiri," beber Dhani di kantor Manajemen Republik Cinta, Jalan Pinang Mas III No E1-E2, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Rabu (27/5/2009).

Inspirasi Dhani dalam merancang kaos bisa datang dari mana saja dan kapan saja. Pernah ketika naik pesawat selama dua jam, Dhani tidak buang-buang waktu. Dia langsung membuat desian kaos.

"Ada beberapa foto Soekarno yang saya kumpulkan di tahun 1950-an menghiasi desain saya. Pastinya kaos tersebut berbau rock 'n roll. Jadi, sangat sesuai karena sehari-hari pun saya sering pakai kaos. Sampai Al, El, Dul (anak Dhani) sering pakai kaos, terutama warna hitam," promonya.

Uniknya, tak semua desain kaos Dhani langsung disetujui oleh Lee Cooper. Banyak rancangan kalimat yang disusun Dhani untuk desain kaos disaring lagi dan tidak disetujui.

"Ada beberapa statement (pernyataan) saya terlalu kontroversial, disaring lagi oleh Lee Cooper. Yang kontroversial dan berbau politik tidak dicantumkan," imbuhnya. (ang)

Kaos "Tahanan KPK" Dijual Bebas


Jum'at, 22 Agustus 2008 - 10:09 wib
Fitra Iskandar - Okezone

JAKARTA - Anda mungkin menganggap mengenakan pakaian tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan sangat memalukan. Padahal tidak juga. Bagi yang senang tampil sensasional, mengenakan baju tahanan KPK malah bisa membuat orang yang mengenakan tampil gaya. Lho...

Pakaian tahanan korupsi itu tentu saja bukan asli yang dikeluarkan KPK, melainkan buatan Robbi Irawan. Kaos yang dirancang pemuda asal Surabaya itu memang jauh dari kesan pakaian tahanan umumnya. Sebab desainnya cukup kasual dan khas distro, yang kini tengah digandrungi anak muda.

Hampir serupa dengan pakaian tahanan yang disodorkan ICW ke KPK, pakaian tahanan imitasi seharga Rp55 ribu yang ditempeli tulisan di dada bagian kanan dan punggung, "Tahanan KPK kasus korupsi," Namun kaos buatan Robbi itu berwarna hitam polos.

"Kaos berani malu," tantang Robbi dalam halaman situs yang ia gunakan untuk menjual kaos-kaos buatannya itu.

Mengenakan seragam tahanan koruptor buatan Robbi memang membutuhkan kenekatan tersendiri, karena tulisan yang tertera di kaos itu cukup besar dan mengundang perhatian, terutama tulisan yang berada di bagian punggung.

"Ini hanya untuk fun saja," jawab Robbi santai saat berbincang dengan okezone, Kamis (21/8/2008).

Robbi memang mengakui bahwa pembuatan kaos itu terinspirasi dengan rencana KPK memberikan seragam khusus untuk tahanan kasus korupsi.

Menurut dia saat ini soal seragam tahanan itu tengah hangat dibicarakan masyarakat, nah seperti yang sudah-sudah, kaos yang mengusung tema yang tengah in itu banyak penggemarnya.

"Yang pengalaman saya, selera pasar begitu. Kaos yang mengangkat tema yang lagi hangat di masyarakat cukup laku," papar pria berusia 29 tahun.

Robbi sendiri sudah menggeluti bisnis kaos dengan cara online sejak satu tahun lalu. Sudah banyak desain kaos yang diciptakan dia mulai daritokoh kartun Naruto, ikon situs Friendster, hingga kaos dengan tema isu global warming."Tapi yang global warming pasarnya biasa-biasa saja, mungkin banyak juga yang buat jadi banyak pesaing," tutur dia.

Animo pembeli untuk kaos KPK itu terbilang besar. Belum sampai satu minggu, kaos itu ditawarkan, tercatatat 20 orang sudah memesan.

Jika sukses dan ide desain kaos tahanan KPK buatannya itu ditiru oleh orang lain, Robbi mengaku tidak risau. Menurut dia sah-saja orang lain menciptakan kaos yang sama. "Itu biar saja, rejeki masing-masing," kata dia.(fit) (fit)

Industri Tekstil Tertolong Pasar Asia dan Timur Tengah

Selasa, 31 Maret 2009 | 17:45 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Turunnya ekspor tekstil dan produk tekstil akibat krisis ekonomi global masih tertolong dengan meningkatnya permintaan dari negara-negara di Asia seperti Cina dan Korea; serta Timur Tengah, semisal Suriah dan Uni Emirat Arab.

Menurut Asosiasi Pertekstilan Indonesia, ekspor tekstil dan produk tekstil diperkirakan turun 30 persen pada kuartal pertama tahun ini. Namun secara keseluruhan, angka ekspor tahun ini diperkirakan sama dengan angka ekspor tahun lalu, sekitar US$ 10 miliar atau sekitar Rp 115 triliun.

Beberapa pengusaha mengalihkan barang ekspor ke pasar domestik, namun pengalihan tersebut hanya bisa meningkatkan pangsa pasar 10 persen. Bila sebelumnya pangsa pasar 30 persen untuk domestik dan 70 persen untuk impor, maka tahun ini menjadi 40 persen untuk domestik dan 60 persen untuk impor. “Pasar domestik naik karena ada pergantian barang impor ke barang dalam negeri,” kata Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Benny Soetrisno di Jakarta, Selasa (31/3).

Tak dimungkiri, ini merupakan salah satu dampak dari pelaksanaan pengetatan impor produksi garmen yang diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan nomor 56 tahun 2008. Industri tekstil dalam negeri bisa meningkatkan penjualan antara 15 sampai 20 persen. Adanya kegiatan pemilihan umum juga mendongkrak pembelian seperti benang, bendera, dan kaos.

Agar industri tekstil dan produk tekstil tetap bisa bertahan di tengah krisis, menurut Benny, insentif yang dibutuhkan adalah peningkatan daya beli masyarakat domestik. “Industri dikasih insentif, tapi kalau tidak ada yang beli ya mati juga,” ucapnya.

Benny menambahkan, ada beberapa perusahaan yang melakukan ekspansi di tengah krisis. Ini potensial untuk menyerap tenaga kerja. Dia mencontohkan, South Pasific Viscose yang tahun ini menambah investasi sebesar US$ 100 juta atau sekitar Rp 1,15 triliun untuk satu lini produksi dengan target produksi tahun depan.

PT Sri Rejeki Isman (Sritex) yang berlokasi di Solo, Jawa Tengah, juga memperluas pabrik dengan nilai investasi Rp 500 miliar melalui program restrukturisasi mesin tekstil. Investasi baru Sritex meliputi satu unit spinning dengan kapasitas 200 ribu mata pintal dan satu unit mesin garmen dengan kapasitas 1,7 juta potong per bulan.

Meski demikian, Benny mengakui jumlah tenaga kerja yang terserap melalui program restrukturisasi mesin tekstil tetap lebih kecil dibandingkan jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK). “Masih banyak jumlah PHK-nya,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Fahmi Idris mengatakan utilisasi produksi tekstil nasional berpotensi naik 16 persen karena kebijakan Pengetatan Impor dan Program Penggunaan Produk Dalam Negeri. Peningkatan utilisasi itu diperkirakan akan bisa menyerap tenaga kerja sebanyak 209 ribu orang.

NIEKE INDRIETTA

Kenapa Portal Tekstil Indonesia?

Industri tekstil merupakan salah satu penghasil devisa terbesar di Indonesia untuk ekspor non migas. Saat ini persaingan produk tekstil dunia semakin ketat. Salah satu keunggulan bersaing dari produk Indonesia adalah harga, yang disebabkan tenaga buruh murah dan bantuan dari pemerintah (subsidi, keringanan pajak, pinjaman lunak, proteksi produk luar, dll).

Harga murah saja sudah tidak cukup untuk bersaing saat ini (sudah disaingi oleh China dan India). Untuk terus bersaing maka perusahaan di Indonesia harus dapat mencari competitive advantage yang lebih baik. Baik dari competitive advantage perusahaan itu sendiri maupun dari agregation competitive advantage .

Karena banyaknya permintaan akan sebuah portal industri tekstil dan produk tekstil dan kurangnya portal yang menyediakan kebutuhan tersebut, maka textile.web.id dibentuk. Textile.web.id direncanakan akan diluncurkan pada 1 Januari 2002 dengan beberapa feature utama yang terpenting.

Textile.web.id bertujuan untuk menjembatani antara pemain-pemain TPT di Indonesia dengan pemain TPT di luar negeri. Textile.web.id memiliki misi untuk memperluas pasar tekstil di luar Indonesia, yang dapat memudahkan pihak luar untuk mengetahui mengenai produk tekstil di Indonesia. Dan meningkatkan keunggulan bersaing dari perusahaan Indonesia dengan meningkatkan pengetahuan dan teknologi khususnya teknologi informasi, baik disediakan oleh textile.web.id, dari pihak lain, maupun dari antar anggota textile.web.id.

"Better Textile Understanding"

Slogan ini mengartikan bahwa tidak ada yang terbaik, yang ada adalah yang lebih baik. Yang terbaik saat ini akan menjadi yang terakhir jika mereka tidak terus melakukan pembelajaran dan perubahan secara berkesinambungan. Karena itu kami akan mencoba terus menerus lebih mengerti mengenai tekstil, dan bagaimana kami dapat menyediakan support pada industri.

Kami percaya bahwa tidak ada jalan cepat yang bisa bertahan lama. Mozart tidak dapat menciptakan lagu yang indah sebelum dia berlatih do-re-mi sebelumnya. Demikian pula penyediaan portal bagi industri tekstil. Saat ini di Indonesia khususnya, industri tekstil belum mengapdosi secara efektif dan efisien teknologi informasi. Industri ini masih membutuhkan waktu pembelajaran dengan tahapan-tahapan. Untuk itu kami akan mengadopsi fitur dan isi yang sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan dari industri.

Tahapan penerapan teknologi informasi pada perusahaan tekstil:

1. Penggunaan teknologi informasi dan internet sebagai pendukung kegiatan administrasi dari suatu perusahaan. Termasuk penggunaan email, chatting, diskusi di forum, dll.
2. Penggunaan teknologi internet sebagai sumber informasi. Seperti menggunakan search engine, browsing pada situs-situs tekstil, dll.
3. Penggunaan internet sebagai sarana promosi dari perusahaan. Di sini diawali dengan memberikan company profile secara online.
4. Menyediakan katalog produk secara online yang dapat diupdate kapan saja. Sehingga calon pembeli dapat langsung meminta inquiry ke perusahaan bersangkutan.
5. Menggunakan fasilitas e-commerce secara penuh (B2B, B2C, e-marketplace, dll).

Tahapan-tahapan tersebut tidak berjalan secara seri murni, dapat saja yang satu mendahului yang lain atau maju secara bersama-sama.

Kantor textile.web.id:
PT Konsep Dot Net

Bandung
Jl. Moh Iskat 26
Bandung 40171
T. +62 (22) 70003839
F. +62 (22) 4236882

Jakarta
Cyber Building 11th Floor.
Jl. Kuningan Barat 8.
Jakarta 12710. Indonesia.
T. +62 (21) 70003839
F. +62 (21) 5277811

Pemkot Akan Tertibkan Toko di Sentra Kaos Suci yang Tak Berizin


Tya Eka Yulianti - detikBandung

Bandung - Sebanyak 261 bangunan usaha kaos di sepanjang Jalan Surapati Cicaheum (Suci) belum kantongi izin. Sulitnya izin adalah karena kawasan tersebut masuk dalam kawasan hijau. Oleh karenanya, Pemkot akan melakukan penertiban secara bertahap di lokasi tersebut.

"Bagaimana pun yang tidak punya izin harus ditertibkan," ujar Dada kepada wartawan usai menghadiri Seminar Strategi Pengelolaan RTH Kota Bandung di Gedung Wahana Bakti Pos Jalan Banda, Kamis (19/11/2009) menuturkan akan melakukan penertiban secara bertahap.

Apalagi kata Dada, para perajin kaos dan sablon di kawasan Suci tersebut akan dijadikan sentra industri yang termasuk dalam 7 kawasan sentra industri Kota Bandung.

"Sentra industri kan pasti ke dalam, bukan di pinggir jalan seperti itu," jelasnya.

Lebih lanjut Dada mengatakan, Pemkot Bandung saat ini sedang mencari lahan untuk merealisasikan rencana tersebut. "Seperti di Cigondewah, kita kan sudah beli, di Binong Jati juga, kita juga sekarang sedang mencari lahan untuk kawasan sentra industri kaos," sambungnya.

Ditambahkan Dada, para pengusaha kaos dan sablon di kawasan suci tersebut menginginkan lahan di daerah sekitar tempat yang saat ini mereka tempati.

"Mereka mintanya disitu, saya bilang ya siapkan saja. Selama tanahnya ada dan bisa terjangkau oleh kita (Pemkot-red), ya akan kita beli," ujar Dada.

Syarat tanah yang akan dijadikan lahan kawasan sentra industri menurut Dada tidak boleh bermasalah. Mulai dari aspek administrasi dan juga pengeluaran. "Karena kan pakai uang rakyat, jadi tidak boleh merugikan," tegasnya.

(tya/avi)

POT Sosialisasikan Lukisan di Atas Kaos

Kamis, 6 November 2008 | 01:45 WIB

JAKARTA, KAMIS--Painting On T-shirt atau POT dari Indonesia yang hadir di ajang Indonesia Japan Expo (IJE) 2008 bertujuan untuk mensosialisasikan melukis di atas kaos, kata pemilik Painting On Tshirt Rini Iskandar, Rabu.

Rini mengatakan di ajang ini ingin memberikan pengetahuan kepada para pengunjung dan diharapkan pengunjung bisa memahami dan mengaplikasikan seni lukis di atas kaos.

Dengan fasilitas warna tinta tekstil, gambar, kaos putih polos serta gambar yang harus di sketsa terlebih dahulu, para pengunjung yang mengikuti workshop bebas mengekpresikan gambar sesuai sketsa yang diinginkannya. Para peserta workshop pun tidak dibatasi menggunakan tinta warna. "Kami menerapkan kebebasan ekspresi para peserta dengan gambar yang diinginkan mereka," tambah Rini.

Sejumlah pengungjung juga mengaku dengan workshop ini tentunya bisa memahami arti melukis di atas kaos secara langsung. "Selama ini melukis identik dengan kanvas. Dengan kaos baru ini saya mencoba. Saya pribadi juga tidak terlalu berbakat melukis. Namun, saya ingin terus mencobanya karena walaupun tidak bakat tapi dicoba berulang kali akan menjadi terbiasa," kata Dimas, salah seorang peserta workshop melukis.

Sementara mengenai pemasaran produk kaos handmade POT ini sudah meluas sampai ke Medan, Jambi, Riau, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya dan Singapura, Jerman, dan Amerika Serikat. Produk ini dengan kisaran harga Rp 150 ribu hingga Rp 250 ribu.(ANT)