Silver Tote, Suguhkan Replika Tiffany&co Bagi Penggila Aksesori



Bandung - Wanita urban identik dengan perhiasan. Karena itu toko aksesori, baik toko emas, toko perhiasan perak, atau imitasi terus bermunculan mengikuti permintaan para kaum hawa yang ingin selalu tampil gaya.

Salah satu label yang terlahir di Amerika yakni Tiffany&co adalah satu dari sekian banyak merek yang menjadi kiblat aksesori dalam negeri. Untuk memudahkan para penggila aksesori yang ingin mengikuti gaya Tiffany&co, sebuah butik aksesori dan tas, Silver Tote yang ada di Jalan Banda No 25 ini, memiliki replika beragam jenis aksesori buatan Tiffany&co.

Store Manager Silver Tote, Santi Susilowati mengatakan, replika Tiffany&co saat ini tengah digandrungi para wanita. Meski hanya replika, namun modelnya hampir mirip dengan yang asli.

"Ini sih bukan silver asli, hanya tiruannya saja. Jadi harganya juga cukup terjangkau," ujar Santi.

Desain Tiffany&co yang simpel namun elegan digandrungi para penggemar aksesori. Diakui Santi, saat ini yang sedang nge-tren memang model yang simpel, warna soft namun tetap terlihat cantik.

"Sekarang orang-orang yang sukanya yang simpel-simpel. Di sini yang desain heboh kurang diminati," jelasnya.

Selain label Tiffany&co, Silver Tote juga memiliki label sendiri. Jenisnya bermacam-macam mulai dari anting, cincin, kalung, liontin, dan lainnya.

Untuk kalung, saat ini sedang naik pamor yang jenis rantai pendek dengan lebih menonjolkan desain kalungnya sendiri. Permainan warna pun lebih berani namun tetap dengan warna-warna lembut.

Konsep bangunan Silver Tote ini di desain khusus bernuansa klasik vintage dengan pemakaian lampu sedikit redup sehingga membuat outlet ini terasa homy. Deretan aksesori yang tertata rapi, menyambut para penggila aksesori. Soal harga aksesori, dibuka mulai dari Rp 30 ribuan hingga ratusan ribu rupiah.

(avi/ern)

Mengenal Lebih Dekat Kebudayaan Sunda di Mahadharma Festival


Bandung - Merasa kurang memiliki pengetahuan soal kebudayaan sunda, saat yang tepat untuk datang ke area 'Sunda Pisan Euy' di Mahadharma The Festival untuk mendapat pengetahuan tentang Sunda mulai dari keseniannya hingga makanan khas Sunda.

Festival yang digelar Sabtu (12/11/2011) di Monumen Perjuangan, Jalan Dipatiukur ini membuat area khusus yang di dalamnya terdiri dari beberapa komunitas yang fokus terhadap kebudayaan sunda.

Salah satunya komunitas Tongeret. Komunitas ini mengajak masyarakat untuk mencintai kesenian Sunda. Mereka mempertontonkan sajian musik dengan menggunakan alat musik khas sunda yakni karinding, suling, dan alat musik lainnya yang terbuat dari bambu.

Sementara bagi yang ingin belajar tari sunda, stand Sanggar Tari Indrawati menyambut pengunjung dengan beragam foto penari, buku tentang tari, dan sesekali pengisi stand menarikan salah satu tarian sunda.

"Kita latihannya setiap hari rabu. Kalau ada yang mau ikut, tiap sore hari latihan di Gedung Wanita," ujar salah satu penjaga stan Sanggar Tari Indrawati kepada detikbandung ditemui disela-sela acara Mahadharma The Festival, Sabtu (12/11/2011).

Di salah satu sudut, ada yang menarik perhatian pengunjung yaknijajanan pasar khas sunda berderet rapi dialasi nyiru (nampan). Jajanan jadul yang sudah jarang kita temukan seperti permen kayu, angleng, aromanis, tengteng, gulali disajikan oleh Kang Dede yang merupakan sosok yang ikut melestarikan jajanan sunda jaman dulu ini.

Selain kesenian dan makanan khas sunda, distro sunda berlabel Kahot Store juga unjuk gigi dengan produk-produknya. Mulai dari kaos, aksesori, dan lainnya.

(avi/avi)

JD Kids, Suguhkan Desain Sepatu Pop Art untuk Anak


Bandung - Perkembangan desain fesyen remaja hingga dewasa selalu silih berganti mengikuti perkembangan zaman. Tapi saat ini tidak hanya remaja atau dewasa saja yang bisa tampil trendi, balita pun bisa tampil trendi mengikuti gaya orang dewasa. Tapi tetap dengan memperhatikan ciri khas anak-anak yang full colour dan ceria.

Terispirasi oleh mode tertentu, JD Kids mencoba mengaplikasikan desain sepatu orang dewasa kepada para balita. Dengan mengusung konsep pop art, JD KIds mencoba menawarkan sepatu dengan desain tematik yang baru bagi para orang tua yang ingin penampilan anaknya trendi.

Bermula dari niat ingin memakaikan fesyen item yang unik bagi anaknya, Andiva mencoba membuat beragam jenis sepatu yang nge-pop. Beberapa model sepatu dewasa yang dicoba diaplikasikan menjadi sepatu anak yakni Chukka Boot, Black Marty, Sneakers Espadrile, dan Slip On.

"Terinspirasi dari anak saya, saya coba beberapa model sepatu dewasa buat anak-anak. Coba tawarin ke anak-anak teman pada suka, akhirnya saya serius menjalankan bisnis ini," ujar Andiva kepada detikbandung.

Membidik pasar anak-anak usia 2 tahun hingga 8 tahun, JD Kids memfokuskan pemakaian warna-warna cerah dalam setiap desainnya. Bahannya pun dipilih yang terbaik bagi kenyamanan anak-anak sebagai sasaran pemakainya.

"Bahannya kita mayoritas pakai kanvas dan suede. Kita pilih bahan yang nyaman, karena pangsa pasar kita anak-anak," terang Andiva.

Selain desain yang unik dan pemilihan warna menarik, sol sepatu juga bagian yang paling diperhitungkan oleh JD Kids. Karena dipakai oleh anak-anak maka sol sepatunya pun dibuat dari bahan yang anti selip sehingga tidak licin saat dipakai.

"Untuk sol kita memilih sol pasir. Kelebihannya itu anti selip, jadi tidak licin," ujarnya.

Dibuat dengan tangan, JD Kids sangat detail memperhatikan jahitan pada setiap bagiannya. Tanpa melupakan sisi kenyamanan si pemakai, JD Kids mengklaim produknya sebagai produk yang dirancang dengan baik bagi anak-anak.

Saat ini penjualan produk JD Kids fokus melalui jalur dunia maya, melalui www.jdkidsindonesia.com. Tak hanya sepatu, beragam tas berukuran mini aneka warna juga bisa dipilih untuk anak-anak.


(avi/ern)

Tas Tote Transparan untuk Tetap Tampil Trendi di Musim Hujan


Bandung - Dari banyaknya desain tas perempuan yang ada, tas tote transparan salah satu yang pas untuk dipilih sebagai tas saat musim hujan. Barang-barang Anda aman dari air hujan, dan Anda pun tetap tampil trendi.

Daya tarik tas tote ini tak kalah memukau dari tas-tas jenis lain. Pemilihan warnanya yang cerah, memikat siapa saja yang melihatnya. Desainnya tak ubahnya tas kepit yang terbuat dari bahan plastik transparan. Tas ini terdiri dari dua jenis tas dalam satu piece, yakni tas motif yang terbuat dari bahan kain, kemudian dibalut tas transparan yang ukurannya lebih besar.

Tas ini mulai beken di Kota Bandung, banyak toko tas yang menawarkan tas tote transparan ini, salah satunya Silver Tote di Jalan Banda No 25, Bandung ini.

Selain tas tote transparan, tempat ini juga menyuguhkan banyak variasi tas tote yang memikat.

Store Manager Silver Tote, Santi Susilawati menjelaskan, tas tote selalu diburu kaum hawa, terutama mereka yang gemar berpenampilan trendi.

"Butik kami memang concern dengan beragam tas branded yang biasa orang cari di luar negeri. Makanya konsumen dari Bandung maupun luar Bandung, banyak yang mencari tas branded di sini," terang Santi.

Silver Tote menawarkan banyak tas tote seperti motif polkadot bungan-bunga, atau corak lain dengan tetap memakai bahan dasar plastik transparan. Warna-warna yang ditawarkan pun menarik, seperti warna pink, kuning, hijau, merah, dan banyak lagi. Hal itulah yang menjadikan tas tote ini disukai semua kalangan, termasuk remaja SMA dan mahasiswa.

"Tas tote ini bentuknya simpel, ringan, dan warnanya cerah ceria. Anak muda banget. Kebanyakan yang beli tas ini memang SMA atau mahasiswa," terangnya.

Selain tas tote, butik ini menyediakan produk tas branded seperti merek-merek tersohor Louis Vuitton, Marc Jacob, Botega Veneta, Hermes, Anna Sui, dan sederet nama beken lainnya.

Tak hanya tas, dompet dan clutch bag cantik dari beragam merek juga dipajang di tempat ini. Untuk tas harganya dibanderol mulai Rp 145 ribu hingga Rp 2,5 juta.

(avi/ern)

Popularitas Sinta Jojo Dongkrak Penjualan Kamimasaeshop


Bandung - Siapa yang tak kenal duo lipsing asal Cimahi, Jawa Barat, Sinta Nurmansyah (Sinta) dan Jovita Adityasari (Jojo). Aksi joget mereka yang diunduh ke situs Youtube, menggiring mereka masuk ke ranah hiburan dan dikenal banyak orang.

Popularitas mereka di ranah hiburan tanah air membawa keberuntungan dalam menjalankan bisnis fesyen yang tengah digarap Sinta dan Jojo ini. Toko online berlabel Kamimasaeshop yang mereka rintis pertengahan tahun 2011 ini mudah mendapat sambutan dari para pencari pakaian di toko online.

Terbukti, akun Kamimasaeshop di twitter followers-nya sudah mencapai 1.590 orang. "Ngaruh banget ke penjualan, apalagi modelnya kita sendiri, jadi orang-orang percaya," ujar Sinta kepada detikbandung.

Karena mereka berdua sudah dikenal, Jojo mengaku tidak bisa asal-asalan membuat produk. Meski mudah memasarkan produk karena ketenaran mereka, namun produk harus tetap dijaga kualitasnya.

"Karena nama sudah dikenal, otomatis harus menjaga kualitas juga," ungkap Jojo.

Dengan modal awal Rp 3 juta hasil patungan keduanya, mereka dengan serius merintis bisnis disela-sela kesibukan mereka menjadi mahasiswi semester akhir.

"Sekarang sih kita ngejalanin dulu, engga nyari untung banyak-banyak, asal produk kita dikenal dulu aja," ucap Jojo yang mengeyam pendidikan di Universitas Pasundan Bandung ini.

Mimpi Sinta dan Jojo ke depan, ingin membuat toko sendiri. Namun menurut Jojo, mereka berdua saat ini masih ingin terus belajar bisnis sambil mengumpulkan uang untuk membuat toko.

"Pengen punya toko tapi harus ngumpulin uang dulu. Kalau punya toko juga kan manajemennya harus bagus, kita belum mahir soal manajemennya," tutur Jojo.

(avi/ern)

Brand United, Belanja Sambil Scrapbooking


Bandung - Jika melihat album-album foto era tahun 70 hingga 90-an milik orang tua kita, om, tante atau bahkan milik kita sendiri, biasanya ada sesuatu yang unik. Album tersebut selain diisi foto, biasanya juga dihias gambar atau tulisan-tulisan yang terangkai dari potongan huruf yang ada di majalah.

Jaman terus bergulir seiring dengan kreatifitas dan ide-ide segar. Mengabadikan momen pun kini lebih menarik dan unik dengan scrapbook. Dengan scrapbook, sebuah foto bisa menjadi lebih hidup dan bermakna berkat didukung ornamen-ornamen scrapbook yang bermotif unik dan beragam.

Salah satu Scrapbook House yang hadir di Bandung yakni My Scrapbook Ideas. MSI yang menjadi the biggest scrapbook store in Indonesia, telah lebih dulu hadir di FO Cascade dan Paris Van Java. Kini MSI juga bisa Anda temukan di Brand United yang memang mengusung konsep fashion and scrapbooking house.

"Brand United memang dikonsep untuk keluarga. Jadi sambil menunggu yang berbelanja, atau setelah berbelanja bisa bikin scrapbook. Yang belum tahu atau belum bisa, bisa belajar di sini karena ada teachernya juga," ujar General Manager Zeta winata kepada detikbandung.

Peralatan perang untuk scrapbooking ini dijual lengkap di Brand United. Beragam pola unik dan berwarna warni membuat kreativitas tumbuh untuk mengabadikan sebuah momen hingga lebih bermakna dan indah dilihat.

MSI banyak diminati para pecinta fotografi dan scrapbook. Karena tidak hanya produk yang berkualitas yang dihadirkan, namun juga edukasi kepada para pecinta scrapbook terus dilakukan.

Saat ini dengan anggota komunitas pecinta scrapbook lebih dari 9.000 orang MSI mempersembahkan workshop yang lebih luas dan nyaman bagi para pecinta scrapbook di Bandung, salah satunya melalui Brand United.

(avi/ern)

One Stop Shopping Australian Fashion Style di Brand Unite


Bandung - Tidak bisa dipungkiri pertumbuhan Factori Outlet (FO) di Kota Bandung semakin maju dan beraneka ragam. Kebutuhan fesyen bagi wisatawan domestik dan pertumbuhan FO, mau tau mau membuat pengusaha harus berpikir keras menyajikan FO dengan konsep beda dari yang lain.

Kini Bandung memiliki fashion house yang berkiblat pada tren fashion Australia, yakni Brands United. FO ini berada di Jalan Cemara No 83, Sukajadi. Fashion house yang baru dilaunching minggu lalu ini menyuguhkan 5 brand dari Australia yakni Bauhaus, J&D, GYL, IKASU dan Sublime yang didesain langsung oleh tim desainer dari Melbourne dan Sydney, Australia.

"Brand United ini perkembangan dari factory outlet. Pengunjung diharapkan bisa menikmati suasana baru dari sisi brand-nya, lay out, tokonya, lebih jadi seperti butik," ujar General Manager Zeta winata kepada detikbandung.

Dengan mengambil line street fashion di Australia, merek Bauhaus hadir dengan lini fashion casual bagi pria maupun wanita. Bauhaus menghadirkan pakaian-pakaian easy-to-wear untuk keperluan fesyen sehari-hari. Bahan dan desain yang dipakai sangat cocok untuk kondisi iklim di Indonesia. Dengan bahan nyaman dan potongan simple, cocok untuk berbagai keperluan sehari-hari masyarakat perkotaan.

"Elemen kenyamanan sebagai pertimbangan utama tanpa mengesampingkan style original masyarakat urban dan memastikan si pengguna tetap tampil trendy," jelas Zeta.

Sementara untuk para pria urban dengan aktivitas yang beragam, J&D hadir dengan koleksi lengkap untuk memberi kemudahan para pria urban yang mengutamakan kenyamanan gerak namun tetap memperhatikan gaya mereka tetap trendy. Mulai dari pakaian resmi, semi formal. hingga keperluan sehari-hari dengan outfit casual atau cenderung sporty.

Untuk memanjakan kaum hawa, GYL mempunyai banyak koleksi pakaian sehari-hari. Desain yang dikedepankan adalah yang mengunggulkan karakter simple, daily wear dan casual. Bahan yang digunakan memudahkan para wanita untuk bergerak dan mengekspresikan diri mereka dengan bebas dan nyaman.

Koleksi yang unik dan memuat desain-desain yang original untuk para remaja dimiliki brand Ikasu. "Sangat jarang menemukan satu brand yang menyajikan koleksi lengkap untuk remaja dengan mengunggulkan style desain yang ekspresif, dinamis, namun dilengkapi pula dengan koleksi yang simple dan nyaman dipakai," imbuh Zeta.

Disesuaikan dengan karakteristik masing-masing pribadi yang sedang tumbuh,Ikasu hadir untuk menemani aktivitas keseharian para remaja.

Selain dimanjakan oleh beragam fesyen untuk wanita, pria dan remaja. Brand United juga menyediakan beragam aksesori unik dengan style yang bercampur antara ide desain Eropa dan Asia. Dengan ciri khas mengedepankan kecantikan pernak-pernik yang sesuai dengan kepribadian para wanita urban.

Koleksi Sublime sangat cocok dimiliki para wanita perkotaan di Indonesia, yang menuntut perpaduan aksesoris dengan pakaian yang mereka miliki.

Dengan luas area 1.500 meter persegi, item-item fesyen yang tertata rapi sungguh menggoda mata. Mulai dari etalase tas dan sepatu, kumpulan dress yang digantung rapi, aneka sweater rajut, kaos, jeans, casual blazer, hingga aksesori pelengkap seperti topi dan syal siap untuk diboyong pulang. Soal harga, Brand United mematoknya mulai dari Rp 50 ribu ke atas.

(avi/ern)

Binabani Gallery, One Stop Store Babycare


Bandung - Seiring perkembangan zaman, perlengkapan bayi terus berinovasi menyesuaikan dengan kebutuhan ibu-ibu moderen. Namun dengan banyaknya produk-produk bayi yang membuat tangan para ibu gatal ingin membeli, harus diperhatikan juga kualitas dan keamanan bahan dari produk itu.

Binabani Baby Gallery yang ada di Galenia Baby Shop, Jalan Badak Singa No 8 ini menawarkan konsep yang menarik. Hampir semua produk yang dijual ramah lingkungan, ramah kulit, namun tetap stylish.

Berangkat dari pengalaman, kerap kali bingung dalam memenuhi kebutuhan pendukung pengasuhan anak yang berkualitas, Elma Fitria dan beberapa rekannya memulai bisnis menjual kebutuhan bayi. Mereka mulai memilih produk yang bagus dari segi bahan, desain dan fungsinya.

Dan tak lupa menimbang mana produk yang ramah lingkungan. "Tapi ternyata sulit, umumnya produk yang sudah ada dan memenuhi harapan ternyata produk luar negeri yang mahal sekali," terang Elma kepada detikbandung.

Gayung bersambut, ternyata banyak produk lokal yang berkualitas baik sesuai harapan mereka. "Kami coba pakai dan puas. Dari situ kami berpikir mengapa kami tidak menyediakannya untuk para ibu yang membutuhkan produk serupa," terang Elma.

Produk yang dijual di Binabani ini terdiri dari beberapa macam, seperti Maternity Product yang meliputi baju ibu hamil, dan baju ibu menyusui. Kemudian Baby's product seperti topi, t-shirt, cloth diaper, selimut, bedong, gift set, kostum, dan lainnya.

Untuk Nursing product, ada breastpump, baby wrap, diaper bag, nursing cover, nursing pillow, dan lainnya. Yang lainnya barang-barang anak usia batita hingga balita seperti botol minum, mini cup, buku, crayon roll, apron, bandana, bib, hooded towel dan lainnya. Harganya mulai dari Rp 14 ribu hingga Rp 430 ribu.

(avi/ors)

Binabani Sediakan Produk Babycare Ramah Lingkungan dan Kulit


Bandung - Menemukan produk kebutuhan bayi yang ramah lingkungan dan ramah kulit namun ringan di kantong di Indonesia memang sulit. Kalau pun ada, merupakan produk impor yang sudah memiliki standar kualitas tinggi untuk produk bayi.

Tapi jangan salah, kini sudah banyak produk babycare lokal dengan kualitas serupa atau bahkan lebih baik. Anda tak perlu bingung untuk mencarinya, karena di Binabani Baby Gallery yang ada di Galenia Shop Jalan Badak Singa No 8 Bandung menyediakan hampir 100 persen produk lokal yang ramah lingkungan dan nyaman di kulit.

Seperti dua macam cloth diapers yakni Enphilia dan Clubebe. Cloth diapers berfungsi untuk menyerap ompol seperti diapers yang dijual di pasaran. Hanya saja, jika memakai cloth diapers tidak akan menyumbang limbah. Enphilia bahkan cloth diaper breathable asli Indonesia.

Ada juga produk Picobella Baby, merek tersebut menyediakan nursing product yang lengkap, multifungsi, dan memenuhi keinginan para ibu untuk tetap stylish. Yang unik, ada Distro Junior yakni produsen t-shirt khusus bayi dan anak. Selain desain karakternya yang lucu, produk ini juga punya keunggulan pada penggunaan cat sablon yang ramah anak dan ramah lingkungan.

"Jadi semua barang di sini itu memang berkonsep dan ramah lingkungan," ujar owner Binabani Elma Fitria. Ke depan, Binabai juga akan menyediakan Kurir Asi bagi para ibu yang ingin memberikan asi fresh selama bekerja pasca cuti melahirkan.

(avi/ern)

Viking Bakar Kaos dan Segel Distro Milik Eka Ramdani


Bandung - Sekitar 100 bobotoh yang tergabung dalam Viking Persib Fans Club melakukan aksi sebagai bentuk kekecewaan atas pindahnya Eka Ramdani ke Persisam Samarinda. Mereka membakar kaos bertuliskan Eka, poster bergambar Eka, serta menyegel distro ER8 milik gelandang timnas tersebut.

Aksi pembakaran kaos dan poster dilakukan di Stadion Persib, Jalan Achmad Yani, sekitar pukul 14.00 WIB. Selanjutnya, mereka berangkat ke distro ER8 di Jalan RE Martadinata. Di sana, mereka melakukan penyegelan dan aksi corat-coret.

Di bagian depan toko, mereka membentangkan semacam police line namuan bertuliskan Viking. Sementara bagian rolling door distro itu dicoreti tulisan 'Disegel Viking!' dengan cat merah. Beruntung distro itu dalam keadaan tutup.

"Kita kecewa Eka pindah. Eka sudah dianggap ikon di Bandung ini," kata salah seorang pentolan Viking Ayi Beutik.

Selain kecewa, mereka menuntut Eka menutup usaha distronya. Sebab selama ini distronya menjual merchandise yang berhubungan dengan Persib.

Di Viking, akhirnya mereka membakar kaos titipan Eka yang harusnya dijual. "Eka kan sudah jadi pemain Persisam. Daripada enggak ada yang beli, lebih baik dibakar," tuturnya dingin.


(ors/ern)

Eka Ramdani Sudah Prediksi Kemarahan Bobotoh


Bandung - Sebelum memutuskan hengkang dari Persib Bandung ke Persisam Samarinda, Eka Ramdani mengaku sudah mempertimbangkan semuanya dengan matang. Bahkan apa yang terjadi hari ini di mana sebagian bobotoh meluapkan kekecewaannya sudah diprediksi.

"Saya sudah prediksi. Termasuk soal distro saya," tutur Eka kepada wartawan di Kantor PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Jalan Sulanjana, Rabu (21/9/2011).

Namun keputusan Eka untuk mencari suasana baru dengan pindah ke Persisam Samarinda terlanjur kuat. Ia pun akhirnya pergi tiba-tiba dan membuat banyak pihak terkejut atas kepergiannya.

"Saya duga memang akan seperti ini. Walaupun sebenarnya sama sekali tidak pernah berpikir meninggalkan Persib," tutur Eka.

Siang tadi, seratusan bobotoh dari Viking Fans Club melakukan aksi membakar kaus Eka Ramdani dan menyegel distro ER8 milik Eka di Jalan LRE Martadinata. Aksi ini mereka klaim sebagai bentuk kekecewaann mereka.

(ors/ern)

Eka Ramdani Bisa Pidanakan Penyegel Distro


Bandung - Eka Ramdani bisa pidanakan penyegel toko atau distro miliknya. Mantan pemain Persib Bandung yang resmi berkostum Persisam Samarinda ini dapat menjerat pelaku dengan pasal perbuatan tidak menyenangkan.

"Kalau penyegelan itu dianggap perbuatan tidak menyenangkan oleh pemilik distro, lalu melaporkan kepada polisi, tentu kami akan menindaklanjutinya secara hukum," jelas Kasubaghumas Polrestabes Bandung Kompol Endang Sri Wahyu Utami saat dihubungi wartawan via ponsel, Kamis (22/9/2011).

Endang menyampaikan hal tersebut saat ditanya apakah pemilik distro bisa mengambil langkah hukum terkait aksi penyegelan distro oleh sejumlah orang beratribut Viking Persib Fans Club.

Ia mengimbau mengimbau bobotoh menyampaikan ketidakpuasan atas kepindahan Eka Ramdani dengan reaksi berlebihan. Tindakan segelintir orang yang menyegel distro tersebut sudah masuk kategori pelanggaran hukum. Sebab, kata Endang, penyegelan itu hanya berhak dilakukan oleh aparat berwenang.

Menurut Endang, kepindahan Eka dari Persib ke klub lain menjadi perhatian Polrestabes Bandung. Sebagai figur pemain yang jadi idola bobotoh, kepergian Eka jelas membuat kecewa pendukung Persib.

Saat tahu Eka pindah klub, kami langsung melakukan pemantauan secara khusus. Ini dilakukan mengantisipasi reaksi berlebihan dari para pecintanya," terang Endang.

Ia menambahkan, sebagai langkah antisipasi hal tak diinginkan, pihak kepolisian akan melakukan pemantauan dan pengamanan terhadap aset milik Eka Ramdani di Kota Bandung.

Pada Rabu (21/9/2011), puluhan bobotoh membakar kaos dan poster bergambar Eka Ramdani di Stadion Persib, Jalan Achmad Yani, sekitar pukul 14.00 WIB. Selanjutnya, para bobotoh berangkat ke distro ER8 di Jalan RE Martadinata. Di sana, mereka melakukan penyegelan dan aksi corat-coret.

Di bagian depan toko, mereka membentangkan semacam police line namuan bertuliskan Viking. Sementara bagian rolling door distro itu dicoreti tulisan 'Disegel Viking!' dengan cat merah. Distro dalam keadaan tutup.

(bbn/bbn)

Yuk, Buru Clothing di Kickfest 2011!


Bandung - Untuk yang kelima kalinya, gelaran expo clothing dan distro terbesar Kickfest 2011 diselenggarakan di Kota Bandung. Selama tiga hari, mulai hari ini, Jumat (7/10/2011) hingga Minggu (9/10/2011) di Lapangan Gasibu terdapat 160 booth dari 80 merek clothing ternama yang akan memanjakan pemburu barang distro.

Axis Kickfest 2011 ini merupakan penutup rangkaian Kickfest yang sebelumnya roadshow di 3 kota lainnya di Indonesia, yaitu Yogyakarta, Jakarta, dan Malang. Tema Kickfest kali ini yaitu 'The Cotton Warriors Strike Back!'.

"Dengan animo masyarakat yang luar biasa di setiap tahunnya kami bisa kembali menggelar Kickfest," ujar Ade Andriansyah Ketua Kreative Independent Clothing Kommunity (KICK) dalam jumpa persnya di area Kickfest 2011 Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Jumat (7/10/2011).

Merek clothing yang mengikuti Kickfest tahun ini diantaranya Flashy, Inspired, Slackers, God.Inc, UNKL347, Ouval, Screamous, Arena, Barbel, Starcross, D'Loops, Badger, Evil, Wadezig!, Rown, NLS, dan Blankwear.

Ade menyebut, Kickfest merupakan bentuk nyata eksistensi dan aktualisasi industri kreatif dari anak-anak muda Indonesia. "Ini adalah bentuk gerakan kreatif dari generasi muda," kata Ade yang menuturkan pertama kali pada 2007 Kickfest dibuat dengan tujuan untuk memperluas pasar dan jaringan.

Yang berbeda dari Kickfest kali ini, tak hanya menghadirkan booth clothing, distro, acara musik dan kuliner, melainkan ada juga area komunitas yang bisa unjuk kebolehan. "Juga ada area panggung yang bisa digunakan oleh siapa saja. Misalnya ada yang mau nge-jam," kata Reza Pamungkas project director dari Independent Network Indonesia.

Kickfest buka mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB. Band yang akan tampil diantaranya RNRM, Koil, Pure Saturday, Full of Hate, Billford, The Milo, Liyana Fizi, Cascade, Outright, Blind to See, White Shoes & Couples Company, Vincent Vega, Angsa & Serigala, Aftercoma, Rosemary dan masih banyak lagi.

(tya/ern)

Berburu Baju di Hari Terakhir Kickfest Yuk!


Bandung - Gelaran Kickfest 2011 yang dilaksanakan selama tiga hari yaitu sejak Jumat (7/10/2011) hingga hari ini, Minggu (9/10/2011) menyedot animo yang begitu tinggi. Sejak hari pertama, ribuan pengunjung datang untuk mencari berbagai barang fashion dari 80 brand dalam satu tempat sekaligus.

Pantauan detikbandung, Kickfest 2011 ini didominasi oleh kalangan anak muda berusia belasan hingga 25 tahunan. Mereka memburu sejumlah barang dari distro ternama dengan harga spesial. Besaran potongan harga tiap distro pun tak seragam. Ada yang memberikan potongan harga 20 persen hingga 50 persen, atau misalnya 2 t-shirt seharga Rp 100 ribu.

Bagi Anda yang berniat mengunjungi Kickfest 2011, ada beberapa tips yang akan kami berikan. Pertama, sebaiknya tentukan barang apa yang akan dibeli di Kickfest. Karena terlalu lama memilih tanpa tahu akan membeli barang apa hanya membuang waktu dan tidak efektif. Apalagi dalam event yang ditunggu setiap tahunnya ini, Anda harus rela memilih sambil berdesakan. Bisa jadi, barang yang Anda inginkan di satu booth sudah tak ada karena Anda terlalu lama menentukan pilihan.

Kedua, sebaiknya mengenakan pakaian yang nyaman dan santai. Jangan lupa membawa jas hujan atau payung karena selama 2 hari ini, Bandung diguyur hujan. Hal itu menyebabkan area Kickfest di Lapangan Gasibu pun sedikit becek.

Karena Kickfest baru ada lagi tahun depan, jadi hari ini adalah kesempatan terakhir untuk Anda yang ingin mencari berbagai barang distro. Selamat berburu!


(tya/ern

Wow, 2 Hari Kickfest Sedot 45 Ribu Pengunjung


Bandung - Animo masyarakat di setiap ajang Kickfest memang luar biasa. Dalam 2 hari pertama saja tercatat sekitar 45 ribu pengunjung. Diprediksi akan terjadi peningkatan jumlah pengunjung dibandingkan tahun lalu yang mencapai 60 ribu orang.

Kickfest 2011 yang dilaksanakan selama tiga hari yaitu sejak Jumat (7/10/2011) hingga hari ini, Minggu (9/10/2011) ini menghadirkan 160 booth dari 80 merek clothing dan distro.

"Di hari pertama, pengunjung ada sekitar 14.300 pengunjung, hari kedua sekitar 30 ribu pengunjung. Hari terakhir ini diprediksi sama seperti hari kedua," ujar Ketua Kreativity Independent Clothing Kommunity (KICK) Ade Andriansyah saat dihubungi detikbandung via telepon selulernya, Minggu (9/10/2011).

Kickfest 2010 lalu juga dilaksanakan dalam 3 hari dan menyedot lebih dari 60 ribu pengunjung. Sementara Kickfest 2011 ini baru 2 hari saja tercatat sudah mencapai 45 ribu pengunjung. Jika pengunjung di hari ketiga ini ada sekitar 30 ribu pengunjung maka ada 75 ribu pengunjung atau naik 25 persen dari tahun lalu. Dari tiket masuk Rp 10.000 per orang, bisa dihitung berapa banyak keuntungan yang diraup dalam event ini.

"Dari jumlah boothnya sama saja, tapi tahun ini kita punya bintang tamu yang lebih banyak, ada komunitas, mini stage dan sidikat kuliner juga," katanya. Hari terakhir Kickfest 2011 ini akan diramaikan dengan penampilan Koil dan Rosemary.


(tya/ern)

Tetap Trendi Pakai Jaket Saat Musim Hujan


Bandung - Musim hujan yang sudah mulai melanda Kota Bandung cukup menghembuskan hawa dingin terutama di sore hari hingga malam hari. Benda penting yang wajib dibawa saat musim hujan tentunya payung, jas hujan, dan jaket.

Kalau sebelumnya fungsi jaket sebagai busana penahan udara dingin, saat ini jaket sudah memiliki fungsi penting lainnya yaitu sebagai salah satu item fesyen yang bisa membuat si pemakainya tampil trendi.

Beberapa pilihan model jaket bisa dipilih sesuai kebutuhan. Berikut jenis-jenis yang bisa dipilih:

1. Jaket Pemotor
Jaket ini memiliki ciri khas memakai reitsleting di bagian depannya. Kerahnya biasanya lebar atau kerah pendek yang pada bagian belakangnya terdapat hoodie atau topi penutup kepala. Jaket jenis ini biasanya terbuat dari bahan kulit, katun drill, parasut, dan bahan kain yang cukup tebal untuk menahan angin.

Namun, saat ini jaket pemotor bisa juga dipakai sebagai jaket gaya bagi penggemar rock and roll dan punk. Biasanya gaya rock and roll memadukan jaket ini dengan t-shirt dan celana jeans.

2. Jaket kulit
Jaket yang kerap dipakai para musisi rock and roll ini membuat siapa saja yang memakainya terkesan lebih macho. Biasanya jaket ini berwarna gelap seperti seperti hitam, cokelat, atau abu-abu. Karena sering dipakai oleh mara musisi aliran rock and roll, jaket ini juga sering disebut sebagai jaket rock and roll.

3. Jaket Jeans
Sesuai namanya, jaket ini terbuat dari bahan denim. Warnanya pun cenderung biru muda dan biru tua. Biasaya model jaket ini menggunakan beberapa kancing yang biasa dipakai celana jeans, atau reitsleting.

Bagi kaum hawa, jaket ini bisa dipadukan dengan dress untuk mendapat kesan feminin. Atau dengan t-shirt bagi yang ingin tampil casual.

4. Sport Jaket
Jaket ini paling banyak diminati. Modelnya simpel dan mudah dipadukan dengan apa saja. Jaket ini biasanya disebut jaket Distro, karena dijual di distro-distro. Pemakainya mulai dari kalangan ABG hingga dewasa. Modelnya simpel dan kebanyakan mengikuti model jaket tim baseball.

5. Mantel
Jaket ini benar-benar dipakai saat musim hujan. Karena bahan yang digunakan cenderung tebal. Modelnya beragam, bahkan ada yang bentuknya seperti blazer.

Salah satu factory outlet yang mempunyai banyak koleksi jaket yakni Fashion World. Mulai dari jaket casual, sporty hingga mantel.

"Koleksinya memang cukup lengkap. Apalagi di saat musim hujan seperti ini. Terutama buat perempuan, jenisnya lebih banyak," ujar Markom Fashion World Raka, kepada detikbandung.

Bahan-bahan yang dipakainya pun beragam, mulai dari kulit, hingga parasut. Jaket yang paling banyak dicari menurut Raka adalah mantel yang bentuknya seperti blazer seperti merek burberry. "Yang model ini lucu, bisa dipakai resmi atau casual," promonya.

Jadi, musim hujan ini tidak ada halangan buat tetap trendi namun terlindungi dari hujan dan angin.

(avi/ern)

Jelajah Fesyen Dunia di Factory Outlet


Bandung - Tidak perlu berkeliling dunia untuk mendapat berbagai merek dan model-model yang sedang nge-tren di dunia. Di Bandung banyak factory outlet yang memang diasosiasikan sebagai sentra brand dunia yang berbasis sisa ekspor. Tapi tidak dipungkiri juga, di lokasi yang sama kerap terdapat produk-produk original atau KW super yang layak diburu.

Seperti di Fashion World, FO tersebut dikenal memiliki beberapa produk branded, salah satunya produk tas wanita branded yang 90 persen bahkan ada yang 100 persen mirip produk aslinya.

Walhasil produk tersebut diburu turis mancanegara. "Banyak bule yang ke sini, dari Malaysia dan Singapura. Karena mereka tahu kalau produk di sini itu KW supernya," ujar Markom Fashion World, Raka, kepada detikbandung.

Selain tas, produk fashion lain seperti Zara, Burberry, bisa ditemui di sini. Mengikuti tren fesyen dunia, setiap dua bulan sekali pakaian yang ada di Fashion World di up date.

"Kalau baju dua bulan sekali upd date, karena biar orang yang ke sini juga tidak melulu melihat baju-baju itu saja. Dan baju memang perputarannya selalu cepat," terang Raka.

FO seluas 1.200 meter persegi ini cukup serius dalam memanjakan pasarnya. Pakaian tertata rapi sesuai dengan segmentasinya. Jenisnya pun beragam mulai dari anak-anak hingga dewasa.

Mengusung konsep one stop shopping, otomatis pelengkap kebutuhan fesyen bisa didapat di sini, seperti sepatu, merchandise, jaket, tas anyaman, gantungan, kacamata, dompet hingga syal.

FO yang dibuka oleh Wagub Jabar Dede Yusuf ini hadir di Bandung pada 13 Agustus 2010. Menurut Raka, spot khusus batik yang ada di Fashion World saat ini adalah permintaan Wagub.

"Beliau berpesan agar kita juga mengangkat sisi budaya, terutama batik agar lebih mendunia," kata Raka.


(avi/ern)

Rauda, Mencoba Berdakwah Lewat Fesyen


Bandung - Euforia hijabers community yang ada di kota-kota besar di Indonesia berimbas pada tren fesyen islami. Para muslimah pun bermunculan untuk berkreasi dengan membuka usaha pakaian muslim.

Salah satu yang terkena imbasnya adalah Rauda Fashion. 0nline shop asal Bandung ini menangkap peluang bagus untuk menghasilkan suatu karya dengan konsep art of moslems fashion.

"Jadi kita mencoba mengekspresikan seni melalui produk-produk kita," ujar Diena pemilik Rauda Fashion kepada detikbandung.

Niat mulia juga ingin disampaikan Diena melalui produknya ini. Selain ingin membuat para muslimah tampil semakin cantik, ia juga ingin berdakwah melalui fashion.

"Kita pengen dakwah lewat fashion juga, maka dari itu kita kasih nama Rauda yang artinya taman surga. Insya Allah customernya plus ownernya bisa sama2 masuk taman surga," tuturnya sambil tertawa.

Meski membuat fesyen item dengan model masa kini, pakem desain yang diusung oleh Rauda tetap mengacu pada syariah Islam. Meski demikian Diena mengaku tidak selalu menjual baju tangan panjang.

"Dikembalikan ke selera masing-masing pembeli, tapi dari Rauda, kita berusaha buat desain yang gaul tapi tetap syar'i," terang Diena yang mengaku menjalankan bisnis ini bersama kedua kakaknya.

Bersama kakak laki-lakinya Ferdy Figafetta dan kakak perempuannya Qori Qonita, Diena mengembangkan usaha dibidang fesyen Islami ini dengan serius.

"Kan sembilan dari pintu rezeki itu salah satunya dari berdagang, jadi kita kompak sama-sama jadi tukang dagang," tutupnya.

(avi/ern)

Berani Bermain Warna dengan Shawl Tie Dye


Bandung - Eksplorasi warna dalam fesyen muslimah kini semakin berani. Seni tabrak warna dengan teknik ikat celup atau dikenal dengan istilah Tie Dye pun mulai diaplikasikan pada kerudung lilit alias shawl.

Sebuah shawl Tie Dye hadiah dari sebuah undian, menginspirasi Rauda Fashion untuk berkreasi sendiri membuat kerudung dengan motif celup ikat.

"Karena dapet hadiah itu jadinya penasaran, pengen coba-coba. Belajar sana-sini, googling, nanya-nanya, ternyata bisa bikin kaya gitu. Coba dijual ke temen-temen Alhamdulillah pada suka," ujar salah satu Owner Rauda Fashion, Diena, kepada detikbandung.

Rauda membuat tie dye dengan sederhana. Dibuat secara manual dan dikerjakan di rumah sendiri.
"Tye die itu teknik pewarnaan dengan cara diikat dan dicelup. Satu kali produksi prosesnya satu minggu," jelas Diena.

Bahan kain yang telah menjadi tie dye diolah kembali oleh Rauda Fashion untuk dijadikan beberapa produk fesyen, seperti shawl, vest, cardigan, hingga maxi dress.

Ketiga Owner Rauda bukan dari latar belakang fesyen desainer, mereka belajar secara otodidak.

"Kak Ferdy finance, teh Qori teknologi pendidikan dan saya ilmu komputer. Kita pengen berenterpreneur di dunia yang kebilang awam buat kita geluti. Tapi Bismillah, kalau niatnya baik mudah-mudahan dipermudah," tutur Diena.

Pembeli produk Rauda tidak hanya dari muslimah lokal. Pembeli dari Malaysia juga pernah ada yang membungkus produknya. Melalui media online bernama Facebook, Rauda mencoba memasarkan produk fesyen muslimah masa kini.

(avi/ern)

Deije, Tampil Beda dengan Potongan Jins Lebih Stylish


Bandung - Deije, sebuah label yang terbilang masih mudah di ranah fesyen denim. Namun dengan ide kreatif dan masa kini, Deije yang dimiliki oleh tiga orang pemuda ini mencoba menggebrak pasar dengan ide-ide seru dan moderen.

Dipilih jins sebagai lahan bisnis, karena tren jins tidak dianggap tidak akan pernah mati dan orang terus mencai produk baru. Menurut salah satu pemilik Deije Adrie Naufal, perbedaan Deije dengan merek jins yang sudah ada dipasaran yakni dari segi cutting (potongan) yakni cutting slim dan slim fit untuk model laki-laki, dan skinny untuk model perempuan.

"Banyak yang suka karena ukurannya pas. Kebanyakan konsumen pada eksperimen dulu. Dia beli yang mahal ampe yang murah, pilihannya jatuh ke Deije," promo Adrie

Selain jins, ke depan Deije juga akan membuat celana Chino, Chino adalah salah satu jenis celana yang biasa digunakan saat bekerja atau saat ke kantor. Tapi kini celana Chino digunakan untuk mejeng dan bergaul.

Tak hanya celana saja yang difokuskan Deije untuk dipasarkan, Deije juga akan membuat batik gaul sebagai misi kebudayaan. "Kita ingin ada misi culturnya juga. Kalau cari batik gaul ya di Deije," kata Adrie.

Soal kualitas bahan, menurut Adrie, Deije menggunakan bahan dry denim yang saat ini sedang tren di kalangan anak muda.

"Kami menyarankan kepada konsumen untuk tidak mencuci dry denim ini hingga tiga bulan, setelah itu efek dari dry denim ini akan keluar berupa shading atau lekukan khas denim. Ke depan kami juga memakai washing denim," ujarnya.

Harga jins yang dikeluarkan Deije terbilang murah dibanding berbagai jins lokal yang sudah punya nama. Selama masa promo, jins untuk pria dibanderol Rp 245.000 dan untuk perempuan sebesar Rp 225.000.

Sejauh ini Deije memasarkan produknya melalui online, seperti di facebook mereka yang bernama Denim is Jeans atau Twitter di @denimisjeans.

"Akhir taun Deije rencananya akan dijual di Malaysia dan Singapura. Sejauh ini pemakai Deije ada di wilayah Jakarta, Bandung, Jogyakarta, Bali, Banjarmasin, Makassar dan Palembang," tutup Adrie.

(avi/avi)

Copot Gelar Gelandang Persib, Isnan Ali Geluti Bisnis Celana Jins


Bandung - Pemain sepakbola ternyata tak hanya pintar menggiring bola di lapangan dan menciptakan gol-gol cantik yang menghantam gawang. Mereka pun pintar bergaya dan trendi di balik seragam lapangan mereka.

Beberapa mantan pemain Persib misalnya, mereka tak hanya jeli membidik umpan bola di lapangan, tapi juga jeli membidik pasar fesyen yang tidak pernah mati. Setelah Eka Ramdani yang mencoba peruntungan di dunia clothing, kini mantan gelandang tim 'Maung Bandung' Isnan Ali juga ikut terjun ke dunia bisnis fesyen. Sebuah merek bernama Deije yang artinya Denin is Jeans adalah produk yang dijual Isnan Ali bersama kedua rekannya sejak Agustus 2011.

Meski terbilang pemain anyar di dunia fesyen, namun Deije sudah cukup dikenal di kalangan pesepakbola. Saat ini banyak pemain timnas Indonesia yang memakain jins ini sebagai item fesyen sehari-hari saat mereka tidak sedang bertugas di lapangan hijau.

Sosok pesepakbola seperti Bambang Pamungkas, Firman Utina, Ahmad Bustomi, Hamka Hamzah, dan Yongki Ariwibowo adalah pemain timnas yang memakai jins Deije.

Potongan jeans sporty yg diusung Deije memang cocok dipakai para olahragawan yang biasa memakai pakaian olahraga. Bahannya yang lentur, tidak akan menghambat para pemain sepakbola beraktifitas.

"Deije memang berkonsep sporty karena nyaman buat pemain ketika di luar lapangan, terutama untuk saat-saat santai. Bahannya ada yang strech, strech banget, sama yang enggak strech," ujar salah satu pemilik Deije Adrie Naufal kepada detikbandung.

Selain mengusung konsep sporty, Deije juga disuguhkan untuk para pemusik di Indonesia. Untuk mengangkat konsep musik ini, Deije menggiring grup musik SMASH, band indie asal Bandung Glory of Love, dan Desta Club Eighties.

Sejauh ini Deije memasarkan produknya melalui online, seperti di facebook mereka yang bernama Denim is Jeans atau Twitter di @denimisjeans.

(avi/avi

Beragam Pilihan Kaos Balita di Kidz Project


Bandung - Pakaian balita yang umumnya di desain simpel bergambar kartun, kini sudah lebih beragam dan mengikuti tren desain clothing masa kini. Seiring dengan perkembangan clothing remaja dan dewasa di Bandung, permintaan akan clothing balita pun semakin tinggi.

Peluang tersebut ditangkap oleh Bobby Satrio Prabowo (33), selain memang Boby juga sudah mempunyai bisnis clothing untuk dewasa ia juga mempunyai anak laki-laki. Melirik bisnis yang cukup menjanjikan, ia kemudian membuat clothing anak-anak dengan label Kidz Project. Segmentasinya dari anak-anak usia 1 tahun sampai 6 tahun.

"Dulu kita sering ikut event karena kebetulan saya juga punya distro untuk dewasa. Di sana banyak yang nanya produk anak. Kebetulan juga saya punya anak laki-laki, kenapa enggak bikin sendiri aja daripada beli. Dari situ kita mulai untuk memproduksi baju anak. Karena dulu itu bisa dibilang masih jarang clothing untuk anak," ujar Bobby kepada detikbandung.

Produk yang dijual Kidz Project meliputi t-shirt, polo shirt, kemeja, jaket, tas, hingga celana boxer untuk anak-anak. Tentunya dengan desain dan model yang disesuaikan dengan usia. Warna-warna kaos dan sablon dipilih warna-warna yang ceria, meski ada juga yang berwarna gelap.

Setelah cukup dikenal di pasaran sebagai clothing yang memproduksi pakaian anak. Bobby pun merambah ke segmentasi berbeda, yakni untuk remaja tanggung. Namanya remaja tanggung, terkadang memang sulit untuk memilih baju yang sesuai. Baju anak-anak terlalu kecil, sedangkan baju untuk dewasa terlalu besar.

"Setelah bikin Kidz Project, kita juga bikin untuk anak remaja tanggung. Ya usia SD sampai SMP dengan label Mozo," kata Bobby.

Namun ada baiknya jika ingin membeli produk Kidz Project atau Mozo, bawa serta anak Anda, agar pakaian pas sesuai ukuran. Sesekali tidak keberatan kan memawa anak balita Anda berbelanja untuk memilih desain dan model pakaiannya sendiri?

Kidz Project maupun Mozo bisa didapat di outlet Bee Production yang ada di Jalan Sultan Tirtayasa No 24.

(avi/avi)

Urbandung Legend Angkat Wisata Mistis di Bandung

Bandung - Wisata Bandung tak hanya melulu soal kuliner dan juga FO. Bangunan tua pun bisa menarik wisatawan. Peluang inilah yang ditangkap Komunitas Bandung Trails. Dengan label Urbandung Legend, komunitas ini mengajak wisatawan mengunjungi gedung-gedung peninggalan Belanda. Tapi hanya gedung atau tempat yang mempunyai cerita mistis saja yang didatangi.

"Urbandung Legend sudah dimulai sejak 2008 lalu. Konsepnya kita mengangkat tema atau gosip tempat mistis yang jadi perbincangan masyarakat luas. Jadi kita datangin tempat yang konon memiliki cerita mistis atau angker," ujar Pendiri Komunitas Bandung Trails Teguh Amor Patria saat ditemui di Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, Jalan Setiabudhi, Rabu (2/6/2010).

Rute Urbandung Legend dimulai dari Taman Belitung, lalu ke SMA 5. Konon, tuturnya, di salah satu MA favorit di Bandung ini, kerap muncul hantu Noni Belanda yang mempunyai nama Nancy. "Katanya dia bunuh diri," kisahnya.

Lalu setelah dari SMA 5, berjalan kaki ke Patung Pastur di Taman Maluku. Konon, kepala patung ini bisa menoleh ke kanan kiri. Patung ini juga dijaga anjing yang tak terlihat kasat mata.

Setelah itu berlanjut ke ambulans Jalan Bahureksa, yang kisahnya sempat diangkat ke layar lebar. "Kemudian kita ke sekolas St Aloysius, dulu di sini tempat tawanan Belanda, kemudian berakhir di Sawung Galing. Kalau di sana cuma tempat rehat saja," jelas Teguh.(ern/ern)

Senang ke FO, Karakter Turis Asia Mirip Wisatawan Domestik

Bandung - Ternyata, tak hanya wisatawan domestik saja yang gemar berwisata belanja ke Bandung dengan menyambangi factory outlet (FO). Hampir 90 persen wisatawan mancanegara (wisman) Asia seperti Malaysia juga antusias berburu perlengkapan fashion ke Bandung.

Hal itu diungkapkan Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (Asita) Jabar Herman Rukmanadi saat dihubungi detikbandung melalui telepon genggamnya, Selasa (1/6/2010).

"Karakter wisatawan Asia seperti Malaysia, hampir sama dengan wisatawan domestik. Mereka ke Bandung untuk wisata belanja dan kuliner," ujarnya.

Setiap hari, ada sekitar 700 hingg 800 wisman dari Malaysia yang masuk ke Bandung. Itu dilihat dari jumlah penerbangan yang masuk ke Bandung.

"Hampir 90 persen wisman dari Malaysia senang ke FO. Sementara kalau dari Eropa, paling hanya 8 persennya saja," tuturnya.

Selain ke FO, wisman Malaysia juga senang mendatangi objek-objek wisata yang berada di sekitaran Kota Bandung seperti Tangkubanparahu, Ciater, Kebun Strawberry. Karakter wisman Asia dan Eropa saat di objek wisata pun berbeda.

"Kalau wisatawan Asia, senangnya foto-foto, sama dengan yang domestik. Sementara kalau dari Eropa, mereka lebih mendalami, seperti turun ke kawah Tampomas-nya. Karena mereka senang dengan budaya dan kultur," jelasnya.

(tya/ern)

Wisata Mistis di Bandung, Wisatawan Kecewa Hanya Bisa Lihat dari Kejauhan

Bandung - Mengunjungi tempat-tempat mistis bagi sebagian orang menjadi pengalaman mengasyikan. Apalagi jika bisa masuk ke dalam gedung yang dianggap angker. Sayangnya, pengalaman itu tak diperoleh dari Urbandung Legend. Peserta wisata mistis hanya bisa melihat dari luar gedung sambil mendengar pemandu mendongeng.

"Urbandung legend belum kita gelar secara periodik, baru setahun sekali. Pada 2008 diikuti oleh 260 peserta dan 2009 hanya 70 peserta," kata Pendiri Komunitas Bandung Trails Teguh Amor Patria ditemui di Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, Jalan Setiabudhi, Rabu (2/6/2010).

Menurut Teguh menurunnya jumlah peserta, karena konsep yang ditawarkan Urbandung Legend kurang greget bagi sebagian peserta. "Karena kita kan hanya lihat di luar gedung, enggak masuk. Nah pemandu bercerita soal cerita mistis di tempat yang didatangin. Namun, mereka kecewa tak bisa ke gedung atau mendekat," jelasnya.

Hal itulah, menurutnya yang menjadi kendala perkembangan wisata mistis di Bandung. Selain tentunya faktor keamanan. Sebab, acara ini digelar malam hari mulai pukul 18.30 WIB hingga 21.30 WIB. "Ya kita khawatir aja kalau ada yang kesurupan," kata Teguh.

"Ini kan kegiatan yang bisa dikatakan nyeleneh. Baru pertama kali dan tidak umum," tambahnya. Padahal, lanjut Teguh, di luar negeri wisata mistis sudah menjadi tren yang dinamakan gost tour atau spooky tourism.

"Kalau wisata kuliner itu datang sendiri-sendiri, secara pribadi, sementara kalau datangi tempat-tempat angker ini, pengennya kan ramai-ramai, jadi ini potensial untuk dikembangkan," ujar Teguh.

(ern/ern)

Wisata Mistis di Bandung Potensi untuk Tarik Wisman

Bandung - Pendiri Komunitas Bandung Trails Teguh Amor Patria mengaku Urbandung Legend mengadopsi wisata mistis dari luar negeri, yang sudah menjadi tren. Peminatnya pun diakui Teguh bukan hanya dari wisatawan domestik (wisdom), namun juga wisatawan mancanegara (wisman).

"Selama ini pesertanya baru dari Bandung Raya dan Jakarta, rata-rata sih mahasiswa. Tapi saya punya teman yang pengelola travel, katanya wisatawan dari Malaysia juga seringkali bertanya mengenai tempat-tempat angker di Bandung," ujarnya ditemui di Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, Jalan Setiabudhi, Rabu (2/6/2010).

Karena itu, dia menilai, wisata mistis di Bandung cukup menjanjikan. "Tinggal dikemas aja seperti apa supaya menjadi daya tarik wisatawan," tuturnya.

Apalagi, menurut Teguh, biaya yang dikeluarkan untuk wisata mistis relatif murah. "Tarifnya hanya Rp 30 ribu per orang, itu pun sudah dikasih makan, minum, diberi PIN dan juga buat bayar pemandunya," kata Teguh.

Oleh karenanya, Teguh mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan presentasi di depan Disparbud Bandung, agar para wisatawan bisa masuk ke dalam gedung. "Banyak permintaan agar tak hanya dari kejauhan saja, tapi juga masuk ke dalam. Tapi kalau enggak diizinkan ya kita tetap pakai konsep lama," ujarnya.
(ern/ern)

Wisata Mistis di Bandung, Pemilihan Lokasi Berdasarkan Buku dan Gosip di Masyarakat

Bandung - Pemilihan lokasi wisata mistis Urbandung Legend berdasarkan referensi dari buku, internet, dan juga gosip mulut ke mulut di tengah masyarakat. Rata-rata tempat yang dianggap angker adalah bangunan peninggalan Belanda.

Pendiri Komunitas Bandung Trails Teguh Amor Patria mengatakan cerita mistis khususnya tempat-tempat angker di Bandung sudah menjadi perbincangan masyarakat luas. "Urbandung Legend mengangkat cerita serem yang hangat diperbincangkan masyarakat luas," jelasnya ditemui di Sekolah Tinggi Pariwsata Bandung, Jalan Setiabudhi, Rabu (2/6/2010).

Urbandung Legend menggelar acara ini baru dua kali, pada 2008 dan 2009. Rencananya, tahun ini akan digelar pada September 2009. "Untuk ke depan, kita akan periodik," ungkapnya.

Rute Urbandung Legend dimulai dari Taman Belitung, lalu ke SMA 5. Konon, tuturnya, di salah satu MA favorit di Bandung ini, kerap muncul hantu Noni Belanda yang mempunyai nama Nancy. "Katanya dia bunuh diri," kisahnya.

Lalu setelah dari SMA 5, berjalan kaki ke Patung Pastur di Taman Maluku. Konon, kepala patung ini bisa menoleh ke kanan kiri. Patung ini juga dijaga anjing yang tak terlihat kasat mata.

Setelah itu berlanjut ke ambulans Jalan Bahureksa, yang kisahnya sempat diangkat ke layar lebar. "Kemudian kita ke sekolas St Aloysius, dulu di sini tempat tawanan Belanda, kemudian berakhir di Sawung Galing. Kalau di sana cuma tempat rehat saja," jelas Teguh.
(ern/ern)

Wisata Mistis di Bandung, Baru Disebar Lewat Milis dan Pamflet

Bandung - Komunitas Bandung Trials akan tetap menggelar wisata ke tempat-tempat angker di Bandung, meski diyakini akan menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat. Pendiri Bandung Trials Teguh Amor Patria menyatakan prospek wisata mistis di Bandung cukup menjanjikan.

"Tentu saja ini akan menimbulkan pro dan kontra, tapi prospek wisata mistis cukup menjanjikan. Kita mengadakan ini sebagai bentuk hiburan saja, tak ada kaitannya dengan pemanggilan mahluk ghaib. Peserta dipandu dan si pemandu hanya mendongeng saja," jelasnya saat ditemui di Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, Jalan Setiabudhi, Rabu (2/6/2010).

"Ke depan, kita akan melakukan kegiatan ini secara periodik atau konsepnya kita akan menawarkan pada wisatawan yang datang ke Bandung," tambahnya.

Saat ini, kata dia, kegiatan Urbandung Legend sudah diposting melalui beberapa milis dan juga pamflet yang ditempel di kampus-kampus. Selama ini, peminat wisata mistis rata-rata dari kalangan mahasiswa.

(ern/ern)

Wisata Mistis di Bandung, Pengamat: Produk Baru yang Potensial

Bandung - Wisata mistis yang menawarkan cerita legenda tempat angker di Bandung cukup potensial menjadi salah satu daya tarik wisata di Kota Bandung. Suguhan tersebut jadi produk baru dalam kegiatan pariwisata.

Hal itu dikatakan Pengamat Pariwisata Djony Sofyan Iskandar yang juga Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung Djony Iskandar saat ditemui di Kampus  STPB, Jalan Setiabudhi, Rabu (2/6/2010).

"Wisata mistis atau urbanlegend ini sangat bagus. Kegiatan tersebut salah satu hal yang baru. Si penggagas ini menciptakan produk baru pariwisata," ujarnya.

Johny menambahkan, wisata mistis punya pangsa pasar tersendiri. Seperti anak muda dan kalangan tertentu yang menyukai hal berbau mistis.

"Wisata mistis ini merupakan produk bagus. Di mana wisatawan atau konsumennya ingin ikut wisata ini karena memiliki rasa penasaran. Selain anak muda, kalangan tertentu juga menyukai kisah-kisah ini," ungkapnya.
(avi/ern)

Wisata Mistis Harus Dikemas Kreatif

Bandung - Pengamat Pariwisata Djoni Sofyan Iskandar meminta kepada penggagas wisata mistis agar mengemasnya dengan kreatif. Djoni juga berharap penyelenggara bisa berdiri sendiri tanpa mengandalkan Dinas Pariwisata.

"Untuk melakukan kegiatan seperti ini jangan tergantung pemerintah. Pelaksana acara pun harus bisa mengemasnya secara kreatif dan edukatif," ujarnya ditemui di Kampus STPB, Jalan Setiabudhi, Rabu (2/6/2010).

Menurut Djoni, penyelenggara juga bisa menjalin kerjasama dengan pemilik bangunan yang dianggap angker, agar bisa leluasa masuk ke tempat tersebut. Ia juga meminta penyelenggara tidak terjebak dengan hal-hal negatif.

"Jangan sampai apa yang dilakukan itu melanggar norma agama dan harus sesuai dengan akal sehat. Cukup mendongeng saja tentang keangkerannya dengan gaya edukatif," imbaunya.

Komunitas Bandung Trials mengajak wisatawan mengunjungi gedung-gedung peninggalan Belanda. Tapi hanya gedung atau tempat yang mempunyai cerita mistis saja yang didatangi.

Dengan label Urbandung Legend, komunitas ini mengajak wisatawan mengelilingi beberapa tempat yang dianggap angker, salah satunya Taman Belitung, SMA 5 dan SMA 3, Ambulans Bahureksa, dan sekolah St Aloysius.

(avi/ern)

Asita Belum Lirik Potensi Wisata Mistis di Bandung

Bandung - Jika Urbandung Legend melihat wisata mistis sebagai sebuah peluang. Asita Jabar justru mengaku belum tertarik untuk melirik wisata mistis yang mereka sebut wisata misteri bangunan tua ini.

Hal itu diungkapkan Ketua Asita Jabar Herman Rukmanadi saat dihubungi detikbandung, Rabu (2/5/2010). "Saya tidak tahu kalau ada wisata seperti itu (wisata mistik-red). Kami juga belum melirik pada wisata misteri bangunan tua," ujar Herman.

Dituturkan Herman, potensi wisata yang telah ada saat ini juga belum maksimal. "Potensi yang sudah ada saja dulu digarap maksimal, baru yang lain," katanya.

Selama ini, kata Herman, belum ada wisatawan yang menanyakan wisata misteri seperti mendatangi gedung tua. "Belum pernah saya dengar ada yang minta wisata seperti itu," ujarnya.

Dirinya juga mengaku tidak tahu jika ada perusahaan yang tertarik pada potensi wisata misteri. Menurutnya, wisata bangunan tua yang memiliki cerita dibaliknya hanya menarik bagi yang mempercayainya.

"Hal-hal seperti itu kan menarik untuk yang percaya, bagi yang tidak percaya sih ya untuk apa," ujarnya.

(tya/ern)

Eksplorasi Seni di Ruang Bawah Tanah

Bandung - Sebagai kawasan wisata yang dituju banyak negara, Braga memerlukan ruang yang lebih lengkap untuk mengakomodir keinginan para wisatawan.

Hal itulah yang dilihat  oleh seniman Ropih Amantubillah. Maka sebuah rumah seni yang dinamakannya Rumah Seni Ropih pun didirikan di Jalan Braga.

"Braga adalah kota internasional , banyak tamu negara datang. Belum tentu kalau tempat lain dikunjungi, tapi dengan Braga sudah mewakili," jelas Ropih saat ditemui di Rumah Seni Ropih Jalan Braga.

Rumah  Seni yang baru dibuka Sabtu, 22 Mei ini, menawarkan ragam seni khas Jawa Barat khususnya Bandung. "Banyak wisatawan yang tidak tahu seperti apa kesenian tradisional di Bandung," tutur guru seni rupa di SD Halimun ini.

Tempat yang dipilih salah satu bangunan bernuansa art deco. dengan galeri lukisan sebagai ruang utama di bagian depan. Tapi yang unik adalah pemanfaatan ruang bawah Tanah yang juga masih berfungsi sebagai galeri.

Di sini tak hanya ada lukisan tapi merambah pada seni patung, bahkan Ropih ingin membuat pertunjukan-pertunjukan seni di ruang ini. Dari ruang bawah tanah, menuruni beberapa  anak tangga, terhubung langsung dengan kediaman Ropih yang kelak akan dijadikannya sebagai kampung seni.

Di rumah seninya ini, Ropih ingin menuangkan segala macam kreatifitas dan seni. Tak hanya lukisan, tapi Ropih berharap bisa menjabarkan seni dalam bentuk yang lebih luas.

"Bisa kesenian apapun, bisa tari, musik, seni lukis, atau patung," jelas Ropih.

Maka, dia pun merangkul seniman dari pelbagai aliran seni. Siapapun boleh memanfaatkan  fasilitas yang disediakan Rumah Seni Ropih seperti ruang lukis, ruang tari dan lain-lain.

"Tempat ini terbuka untuk umum, seniman bisa melakukan pameran di sini atau mahasiswa seni yang juga ingin pameran," jelasnya.

Kelak, ujar Ropih, dia ingin menggelar secara rutin acara kesenian di tempat ini. Sehingga wisatawan pun bisa melihat ragam acara di Rumah Seni seluas 1.000 persegi.

"Nanti akan ada seni tradisional, teater, tarawangsa, cianjuran. Tiap minggu akan ada penampilan untuk tamu," ungkapnya.

Bahkan, tambah Ropih, nantinya akan ada sekolah untuk belajar seni musik atau tari tradisional.

(ema/ern)

Icip-icip Makanan Itali di Bandung Yuk!

Bandung - Beragam jenis makanan Itali memang sudah terkenal di Indonesia, namun Bandung punya beragam sajian pizza yang unik dan berbeda dari pizza pada umumnya. Pensaran? Yuk Wisata kuliner pizza weekend ini.

Beragam Pizza dari Resep Moyang
Menu pizza yang disajikan Resep Moyang di Jalan Pahlawan disajikan secara tradisional. Pembakarannya dilakukan di dalam tungku. Topingnya beragam, mulai dari pizza standar bertopping meet, peperoni, jamur, keju sampai pizza dengan topping cokelat dan buah-buahan. Selain pizza, ada juga spagheti, steak, atau aneka light meal seperti pancake dan sandwich.

Pizza Nasi ala Cafe Milan
Pizza nasi? Ya betul, pizza nasi ini bentuknya persegi dengan pinggiran kering seperti pastel. Ada bagian penutup seperti lap top. Kalau dibuka, ehm... butter rice bercampur kacang polong, jagung, keju mozarella bertabur topping pizza pun akan langsung menyambut.

Itulah menu Pizza Nasi, menu andalan di Cafe Milan Jalan Pelajar Pejuang. Dengan harga per porsinya antara Rp 34-35 ribu untuk ukuran medium, anda bisa menikmati uniknya rasa Pizza Nasi.


Pizza Kentang Dulang Cafe
Bagi anda penggemar kentang, Pizza Kentang bisa jadi pilihan. Kentang dikukus dihaluskan, dan dipanggang bersama bahan-bahan yang umumnya dijadikan topping
pizza seperti daging cincang, irisan smoke beef, dan keju mozarella. Hummm..Yummy!

Anda bisa langsung datang ke Dulang Cafe yang berada di pojok Rangga Point, Jalan Ranggamalela. Dulang Cafe juga menyajikan menu khas Itali lainnya seperti
spageti dan lainnta. Harganya pun cukup terjangkau mulai dari Rp 12 ribu.

Goyang Lidah dengan Macaroni Salsa
Macaroni dipadukan dengan daging sapi cincang yang diolah dengan bumbu Itali lalu dilapis dengan krim keju lalu ditutup dengan toping keju yang renyah. Ehm?
itulah menu macaroni salsa. Salah satu menu andalan Rumah Macaroni Salsa.

Anda bisa mendapatkan Macaroni Salsa ini terletak di Jalan Culan di kawasan Jalan Anggrek dan Jalan Soka. Selain Macaroni Salsa, ada lasagna dan pastel
tutup berupa campuran pure kentang dengan sayur-sayuran. Harganya cukup terjangkau, mulai Rp 12.500 sampai Rp 17.500.

(avi/ern)

Wuss! Polisi Bersepatu Roda Meluncur Setiap Weekend

Bandung - Kendaraan wisatawan kerap memadati Kota Bandung setiap weekend. Guna mengurai kepadatan kendaraan yang menyergap di lokasi-lokasi wisata belanja dan kuliner, Satlantas Polwiltabes Bandung menerjunkan polisi bersepatu roda.

"Polisi bersepatu roda ini berpatroli di tempat-tempat yang sering dikunjungi wisatawan. Mereka nantinya bertugas mengurai kemacetan, jelas Wakasatlantas Polwiltabes Bandung Kompol Gondo, saat ditemui di Mapolwiltabes Bandung, Jumat (14/5/2010).

Menurut Gondo, polisi yang berpatroli menggunakan sepatu roda ini sudah dicanangkan saat berlangsungnya peresmian Car Free Day, beberapa waktu lalu. Aksi polisi yang meluncur memakai sepatu roda, kata Gondo, hanya beroperasi setiap weekend atau Sabtu dan Minggu.

"Tim patroli polisi bersepatu roda ini jumlahnya 10 orang. Mereka sebelumnya sudah dilatih atlet sepatu roda asal Bandung," terangnya.

Gondo menambahkan, 10 polisi bersepatu roda bertugas dan menyebar di lokasi objek wisata seperti Jalan Martadinata, Jalan Cihampelas dan Jalan Djuanda. Meski demikian, patroli polisi lalu lintas yang menggunakan roda dua dan empat tetap
menjalankan tugasnya.

"Adanya patroli bersepatu roda mempermudah dan mempercepat waktu mengurai kemacetan. Sebab mereka bisa mudah menembus serta menerobos di sela-sela kendaraan," tutur Gondo.

(bbn/ema)

Menikmati Kuliner Khas Betawi di Gasibu

Bandung - Bandung yang kaya akan makanan tradisional dan kreatifitas kulinernya tidak serta-merta antipati dengan banyaknya makanan-makanan khas dari daerah lain.
Kerak telor misalnya, biarpun makanan asli tanah Betawi, tak berarti urang Bandung tak bisa ikut menikmati.

Mencari pedagang kerak telor di Bandung tidaklah sulit. Setiap sore hingga tengah malam, beberapa penjual kerak telor selalu mangkal di Gasibu. Ada yang di
depan gerbang Gedung Sate atau pun di pelataran Gasibu.

Menurut salah seorang penjual kerak telor, Iwan Sutiawan (22), di Gasibu terdapat sekitar enam pedagang kerak telor. Biar pun makanan ini khas betawi, ternyata semua pedagang itu bukan orang Betawi asli orang Garut.

Tapi jangan salah. Meskipun tidak memiliki darah Betawi, tapi kepiawaian mereka dalam memasak kerak telor jangan diragukan. Iwan sendiri mengaku dirinya selalu ikut berpartisipasi dalam acara Pekan Raya Jakarta.

Kerak telor sendiri bahan-bahannya cukup banyak meski hanya bahan-bahan sederhana yang mudah disediakan. Pertama beras ketan yang sudah direndam dimasukan ke dalam wajan dengan ukuran agak melebar. Kemudian masak beras di atas anglo yang sudah berisi bara api.

Penggunaan anglo ini agar kematangan kerak telor merata. "Kalau pakai kompor, nanti akan bau," tutur Iwan. Tak lupa terus mengipasi anglo agar dihasilkan kematangan yang merata.

Setelah beras ketan mengerak dimasukan bumbu-bumbu. Seperti ebi kering, garam, penyedap rasa, kelapa parut yang sudah dicampur bumbu rendang, lalu ceplokan sebutir telur diatasya.

Telur yang digunakan bisa telur ayam atau telur bebek. Yang pasti apapun telur yang dipilih, harganya juga berbeda, rasanya pun mungkin akan sedikit berbeda. Untuk telur ayam Rp 8 ribu sedangkan telur bebek Rp 9 ribu.

Semua adonan yang sudah dimasukan dicampur-campur hingga adonan pun tambah melebar di atas wajan. Setelah bagain bawah matang, wajan pun dibalikan untuk mematangkan bagian atas. Adonan tidak akan tumpah karena sudah mengerak di wajan. Tidak lama kerak telor pun matang dengan warna kuning kecoklatan.

Tak sampai disitu, sentuhan terakhir diberikan serundeng yang dicampur abon sapi kemudian taburi dengan bawang goreng. Ehm... kerak telor hangat pun siap untuk disantap.

Rasanya campur-campur, ada gurih, manis juga asin dengan kerenyahan dari beras ketan dan bawang goreng yang kriuk. Sayang tidak ada rasa pedasnya. Mungkin setiap penjual akan menghasilkan rasa kerak telor yang berbeda.

Anda bisa memilih untuk makan di tempat atau dibungkus pulang. Jika memilih makan di tempat, sore hari tentunya waktu yang tempat. Selain kerak telor, beberapa tenda di kawasan Gasibu juga menjual susu hangat.

Biasanya di tempat ini suka dijadikan tempat kencan untuk beberapa pasangan, terlebih malam hari. Mereka tersebar di anak-anak tangga Gasibu. Tentunya sambil menikmati suasana Gedung Sate dalam keremangan.(ema/ern)

'Ini Kue Ape Neng!'

Bandung - Kue ape, jajanan berwarna hijau ini sering saya temui di Kota Bandung. Saya pikir makanan tradisional Bandung, tapi ternyata makanan ini khas Betawi. Bahkan ada pula yang menyebutnya serabi Jakarta. Wah, berarti bertambah lagi daftar nama serabi yang harus diregistrasi.

Dari sebuah literatur disebutkan kenapa kue ini dinamakan kue ape. Konon, namanya berasal dari pertanyaan: "Ini kue ape, bang?. Kemudian dijawab, "Ya, kue 'ape'". Entah benar atau tidak, tapi jika benar, maka asal usul nama kue ape ini menjadi sejarah yang cukup menggelitik.

Makanan ini kembali saya temui di Festival Traditional Foodnya BSM yang akan digelar sampai 31 Agustus mendatang. Kue ini memang berbentuk seperti serabi tapi dengan bagian tengah yang lebih kecil dan menggunung. Bagian pinggirannya itu lho yang membuat kue ini juga istimewa, lebih lebar dari serabi Solo dan garing.

Untuk bahan dasar hampir sama dengan serabi yaitu tepung beras ditambah santan, lalu dicampur dengan gula pasir, pandan, susu, dan vanili.

Cetakannya tidak jauh beda dengan cetakan serabi Solo yaitu wajan yang cekung. Kecekungan inilah yang membuat bagian tengah kue ape jadi menggunung. Seperti halnya serabi Bandung, kue dimasak menggunakan arang.

Bagian pinggirnya yang garing menjadi sasaran untuk dicicip terlebih dahulu. Meski disebut serabi Jakarta, rasanya berbeda dengan serabi. Bagian tengahnya lebih lembut dengan pori-pori kue yang lebih rapat. Penambahan susu dan pandan yang segar memberikan citarasa yang berbeda. Kue ini dijual Rp 8 ribu perporsinya yang berisi 10 buah.

Selain kue ape, jajanan lain yang diicip-icip yaitu sate pisang keju. Pisang diiris-iris kemudian ditusuk dengen tusukan sate lalu dibungkus oleh adonan tepung, mirip kulit pisang goreng. Barulah di bagian atasnya di taburi parutan keju dan coklat, yam.. yam...yam.

Makanan tradisional lain yang bisa dicicipi di Food Tradisionalnya BSM yaitu rujak bebek, tahu gejrot, lumpia basah, atau jajanan kala SD seperti gulali yang bisa dibawa pulang.(ema/ern)

Pantang Pulang Bila 'Ranjau' Kuda Belum Diangkut


Bandung - Wisata kuda tunggang di Taman Cilaki, Jalan Cisangkuy, Kota Bandung, ramai dikunjungi wisatawan pada akhir pekan. Merengkuh rezeki di tempat sarana umum, sudah seharusnya menjaga keamanan dan kebersihan lingkungan sekitar. Begitu pula yang ditunjukkan para pasukan 'koboi' ini.

Mereka sepakat pantang pulang bila 'ranjau' atau kotoran kuda yang tercecer di aspal jalan belum diangkut. "Semua pemilik kuda yang berada di Taman Cilaki, tak akan pulang kalau jalan dibersihkan karena kotoran kuda. Ini kan jalan umum," jelas Wakil Ketua Sarumpi Saluyu Baru Wisata Kuda Cisangkuy, Wawan alias Ameh (41).

Kesolidan para pemilik kuda ini tertanam sejak aturan organisasi diberlakukan. Mereka mendirikan wadah bernama Sarumpi Saluyu Baru yang beranggotakan sekitar 80 pemilik kuda.

Ameh menjelaskan, lingkungan bersih dan nyaman bakal membuat betah wisatawan. Urusan bersih-bersih kotoran kuda, kata Ameh, pengurus menugaskan tiga orang yang khusus sebagai petugas kebersihan.

"Kalau jalan benar-benar sudah bersih, pemilik kuda merasa tenang saat pulang. Yang membersihkan kotoran, petugasnya ada tiga orang,'' tegasnya.

Jasa kuda tunggang di Taman Cilaki mulai beraktivitas pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Mereka hanya hadir saat Sabtu dan Minggu.

Tiga orang yang dipercayai memungut kotoran kuda itu memiliki jadwal tiga kali dalam waktu weekend. "Jadwal bersih-bersih dilakukan jam dua belas siang, jam tiga sore dan menjelang maghrib," jelas Ameh.
(bbn/ema)

Memacu Si Popeye, Gonzales dan Spongebob


Bandung - Setiap kuda tunggang di Taman Cilaki, Jalan Cisangkuy, memiliki julukan. Ada kuda
bernama Si Popeye, Spongebob, Dewa, Paris, Ronal, Yoyo dan lainnya. Nama nyentrik itu sengaja disematkan sebagai daya tarik pengunjung.

Wakil Ketua Sarumpi Saluyu Baru Wisata Kuda Cisangkuy, Wawan alias Ameh (41) mengatakan, kuda sengaja diberi julukan supaya anak-anak gampang mengenalinya.

"Di tempat ini kan banyak kuda. Diberianya nama, agar pengunjung terutama anak-anak mengingat mengingat kuda yang ditungganginya," terang Ameh kepada detikbandung.

Ameh menambahkan, pemberian julukan digulirkan para pemilik kuda sejak 2008 lalu. Nama kuda tertulis di bagian sadal.

"Nah, pilihan nama kuda merupakan kreatif si pemiliknya. Ada yang ngasih nama tokoh kartun, ada juga memberikan nama orang dan macam-macam lagi,'' ujar Ameh yang kudanya disapa Si Popeye.

Identitas setiap kuda, kata Ameh, bukan sekadar mencari perhatian pengunjung saja. Justru dengan disematkannya julukan, bisa menggaet pelanggan.

"Misalnya ada seorang anak naik kuda Si Popeye minggu ini, nah minggu depan dia bakal mencari Si Popeye lagi. Yang seperti ini sudah sering dirasakan pemilik kuda," ungkapnya sambil menuju sebuah mobil sedan plat B yang di dalamnya ada seorang bocah perempuan memanggil Si Popeye .

Sejenak obrolan terhenti. Ameh mesti bertugas. Sebanyak empat keliling bocah itu asyik naik Si Popeye. Singkat cerita, usai melayani pengunjung, pembicaraan pun dilanjutkan. Ameh tampak lelah.

Ameh menuturkan, anak-anak akan berkesan dan menceritakan kepada teman-temannya soal kuda yang dipilhnya. "Nanti kan mereka cerita ke temannya, sambil mengatakan nama kuda yang ditungganginya," ucapnya.

Jasa tunggang kuda di Taman Cilaki, Jalan Cisangkuy, Kota Bandung, hanya menyapa pengunjung tiap Sabtu dan Minggu. Satu kali putaran mengelilingi Taman Cilaki sejauh sekitar 200 meter ini tarifnya Rp 7.500 per orang. Bila kuda ditumpangi dua orang tarifnya Rp 10 ribu.

Tempat tersebut menjadi salah satu objek wisata keluarga di Kota Bandung yang menjadi primadona wisatawan domestik dan nusantara. Aktivitas para 'koboi' ini digelar mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB(bbn/ema)

Dollar Berlari Kejar Rupiah


Bandung - Hendar Suhendar (33) menawarkan jasa tunggang kuda sejak 2004. Selama itupula dirinya sering gonta-ganti kuda. Kini, bersama Dollar, pria asal Lembang itu mengejar rupiah setiap Sabtu di Taman Cilaki, Jalan Cisangkuy Kota Bandung.

Bapak dua anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar ini sengaja mencari rezeki tambahan untuk kebutuhan keluarga. Dari kawasan Lembang ke Taman Cilaki yang jarak tempuhnya sekitar 10 kilometer, Hendra datang bak koboi.

"Lumayan lah cari sampingan kerja dan tambahan uang. Ini nih, sama si Dollar!" ungkapnya sembari menunjuk kuda Sumbawa berumur 3 tahun yang rambutnya diberi cat merah muda.

Sore itu, Hendar bersandar di pohon besar yang berada di atas trotoar. Matanya terlihat lelah. "Baru lima konsumen yang naik si Dollar," ungkapnya sambil terus melirik ke setiap mobil berplat B.

Kuda miliknya ini bukanlah yang pertama menemani menopang hidup di Taman Cilaki. "Sejak pertama hingga kini, sudah sepuluh kali gonta-ganti kuda," imbuhnya.

Saat bertugas menjadi penyedia jasa kuda tunggang, dirinya terpaksa berlari-lari mengikuti kuda yang sedang membawa konsumen. Satu keliling yang bertarif Rp 7.500 itu jaraknya sekitar 200 meter.

Selagi ramai pengunjung datang, Hendra mampu meraih Rp 250 ribu. Bila sepi, dia mengaku hanya mengantongi Rp 50 ribu. "Begitulah. Tergantung pengunjung kalau memang mau dapat uang lebih," tuturnya.

Namun, tak selamanya jasa seperti ini berjalan mulus. Kisah merugi pun sering dijumpainya. "Ada anak yang naik hingga enam keliling. Tapi sesudah turun,
orangtuanya hanya bayar dua keliling," ujarnya.

"Ah, daripada masalah panjang, lebih baik mengalah," ujar Hendra ketus.

Baginya kisah duka ibarat bumbu kehidupan kala mengarungi suatu pekerjaan. Rasa lelah yang menyertainya mampu terobati saat si Dollar kembali mengantarnya pulang ke rumah.(bbn/dip)

KRCB Dukung Usulan Gua Pawon Jadi Warisan Dunia


Bandung - Koordinator Kelompok Riset Cekungan Bandung (KRCB) Budi Brahmantyo menyambut baik langkah Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata yang telah mengusulkan situs Gua Pawon di Padalarang ke UNESCO agar menjadi salah satu cagar alam warisan dunia.

"Ya bagus sekali, saya mendukung. Karena terus terang, sudah hampir 10 tahun kami berjuang agar Gua Pawon diperhatikan, namun belum mendapatkan perhatian yang lebih," ujar Budi saat dihubungi detikbandung melalui telepon, Selasa (20/4/2010). KRCB merupakan kelompok yang menemukan pertama kali artefak dan fosil di Gua Pawon.

Namun Budi mengaku tak berharap banyak. Sebab, menurutnya untuk menjadi salah satu cagar alam warisan dunia, persyaratannya sangat ketat. "Kita harus ikuti syarat mereka," katanya tanpa merinci syaratnya.

Menurut Geolog ITB ini, untuk melindungi Gua Pawon, tidak mesti situs itu menjadi salah satu cagar alam warisan dunia. "Cukup tingkat nasional saja, itu sudah cukup, asalkan diperhatikan," jelas Budi.

Selama ini, pengelolaan Gua Pawon belum maksimal. "Banyak yang concern, tapi pengelolaannya sama tetap belum mendapatkan perhatian lebih," ujar Budi.

"Ya tapi mudah-mudahan bisa masuk jadi warisan dunia. Kali saja kalau sudah masuk, dapat perhatian dari pemerintah," katanya.

Sekjen dari Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Soeroso M.P mengatakan telah mengusulkan Gua Pawon menjadi salah satu cagar budaya warisan dunia ke UNESCO.

Alasan Gua Pawon ditawarkan menjadi cagar alam dunia adalah karena karst Citatah yang berada di lokasi Gua Pawon memiliki ciri khas karst dari Indonesia. Selain itu fosil penguhuninya dinilai langka.
(ern/ern)

Cari yang Unik di Bandung Yuk!


Bandung - Tak hanya kreatif, banyak hal unik yang bisa didapatkan di Kota Bandung. Dari mulai kuliner, distro sampai tempat wisata. Ada beberapa referensi tempat yang bisa dikunjungi pada akhir pekan panjang minggu ini. Diintip yuk!

Kedai Getek
Kedai baru di Jalan Martanegara ini memang unik. Selain namanya yang dalam bahasa Sunda, 'getek' berarti geli, menu-menunya juga unik. Menu utama serba tutut antara lain tutut cape hate atau tutut original, tutut lada caketreuk atau tutut lada hitam, tutut ibu tiri atau tutut asam manis. Ada juga menu andalan yaitu nasi goreng keleketek, nasi goreng spesial yang dibubuhi dengan tutut rica-rica.

Kalau penasaran, sempatkan untuk datang. Pelayanannya juga menghibur karena pelayannya yang rata-rata pria ini adalah orang-orang latah. Di sini bukan cuma menawarkan makanan tapi bagaimana caranya bisa menghibur konsumen. Perut kenyang hati juga senang.

Taman Kupu-kupu
Taman Kupu-kupu terletak di Jalan Raya Cihanjuang Km 3,3 No 58, Desa Cibaligo, Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Tempatnya masih asri dan hijau, ditambah penataan tempat yang begitu apik. Selain menikmati pemandangan yang menarik, juga akan mendapatkan pengetahuan seputar kupu kupu.

Ada sekitar 300 kupu-kupu dari 35 jenis yang ditangkarkan setiap harinya di tempat ini. Mereka terbang dalam sebuah di taman terbuka seluas 1.800 meter persegi yang dilapisi pagar dan jaring. Pengunjung juga bisa melihat proses metamorfosis. Mulai dari ulat, kepompong hingga kupu-kupu. Untuk mendapatkan pengalaman menarik ini cukup membayar Rp 10 ribu.

Miniatur Motor dari Sendok dan Garpu
Kerajinan tangan ini dirintis seorang warga Pasirluyu, Gang Haji Yasin No 176 yang akrab dipanggil Dodi. Sungguh ide yang sangat hebat karena Dodi bisa menyulap sendok dan garpu menjadi miniatur Harley Davidson.

Kerajinan tangan ini hanya menggunakan tang, palu, paku besar, dan kikir. Untuk menyambungkan antara satu sendok dan sendok lainnya menggunakan baut dan mur.

Dengan piawai sendok dan garpu dibuat seperti mesin motor, jok, stang, knalpot, dan bagian-bagian motor lainnya.

Jika ingin melihat karyanya dan sesekali workshopnya di tempat yang lebih strategis bisa juga berkunjung ke Jabar Craft Center di Jalan Ir H Juanda. Siapa tahu anda tertarik untuk menjadikannya souvenir.

(ema/avi)

Zuma dan Zumi, Ramaikan Koleksi Bonbin Bandung


Bandung - Kebon Binatang (Bonbin) Bandung memiliki beberapa koleksi satwa baru pada awal 2010 ini. Di antaranya ialah wau-wau bernama Zuma dan orangutan yang diberi nama Zumi.

Menurut Kepala Pengelolaan Satwa Dokter Hewan Bonbin Bandung, dr. Fathul Bari, kedua satwa tersebut lahir belum lama ini di tempat penangkaran dan kandang Bonbin Bandung.

"Wau-wau lahir pada 12 Februari. Ini jenis wau-wau Jawa," jelasnya ketika ditemui di Bonbin Bandung, Jalan Tamansari, Kamis (1/4/2010).

Wau-wau bernama Zuma itu lahir dari induknya yaitu Chika dengan pejantan Bima. "Masa hamilnya 8 bulan sejak dikawinkan Juni 2009 lalu," terangnya.

Ditambahkannya, Chika dan Bima merupakan sumbangan dari warga Bandung yang hingga kini masih berada di penangkaran. "Takutnya stres kalau buru-buru dikeluarkan," ungkap Fathul.

Koleksi baru lainnya, kata Fathul, yaitu orangutan Sumatera bernama Zumi yang lahir di kandang pada Jumat 12 Maret 2010. "Kalau orangutan ini hasil perkawinan pejantan Simon dan betina Sarah," ujar Fathul.

Dirinya menerangkan, hingga saat ini Bonbin Bandung memiliki koleksi 10 orangutan dan 13 wau-wau.
(dip/bbn)

Serasa 'Offroad' di Jalan Braga


Bandung - Berbicara mengenai alih fungsi Jalan Braga menjadi kawasan pedestrian tidak akan pernah selesai. Sepanjang jalan yang berganti rupa dengan batu andesit kini terlihat
hancur dan bergelombang.

Dari pantauan detikbandung, memasuki jalan Braga dari simpang Jalan Naripan, pengendara dibawa berguncang dengan bebatuan yang terlihat amblas.

Terus bergerak ke depan menyusuri jalan tersebut, tepat di depan Restoran Maison Bogerijon yang sekarang bernama Braga Permai, amblasan batu terlihat dalam dan sebagian tertutup pasir. "Sudah sebulan lebih kayak gitu," kata Darmo (57), petugas parkir, saat ditemui detikbandung, Rabu (14/4/2010).

Pasir, jelas Darmo, adalah penambal sementara. Sebelum ditambal, kedalaman amblasan tanah kurang lebih berkedalaman 15 centimeter. Ia dan warga sekitar berinisiatif menambal amblasan jalan karena khawatir membahayakan pengguna jalan yang melintasi jalanan sepanjang kurang lebih 350 meter sampai dengan persimpangan Jalan Tamblong.

Terlihat beberapa motor berupaya menghindari jalanan rusak tersebut. Bukan hanya itu, tak jauh dari pintu masuk mal Braga City Walk, jalanan terlihat 'ompong'.  Batu yang didatangkan dari Malang itu kini tidak mengisi padat badan jalan. Belum lagi suara gemerutuk batu andesit yang longgar saat dilalui kendaraan.

Sejak 2005 sampai 2007, Pemkot Bandung telah melakukan revitalisasi di kawasan Braga. Diawali dari perbaikan kanan-kiri trotoar dengan melandaikan dan melebarkannya 0,5 meter, penanaman 81 tanaman hias jenis Karet Benggol dan penggantian lampu hias.

Di Tahun 2008, revitalisasi dilakukan pada upaya pengembalian bentuk arsitektural bangunan dengan pengecatan warna putih, penataan reklame. Lalu jalanan aspal diganti oleh batu andesit. Rencananya pergantian material jalan itu, untuk mengfungsikan kembali Jalan Braga menjadi kawasan pejalan kaki atau pedestrian. Khusus untuk penggantian material jalan ini, dana yang dihabiskan mencapai Rp 1,8 miliar.

Di awal rencananya, Pemkot menggembar-gemborkan rencana menjadikan Braga sebagai kawasan khusus pejalan kaki. Agar menarik banyak pengunjung, gedung-gedung tempo dulu yang sudah lama ditinggalkan, akan difungsikan kembali. Konsep kawasan Braga nantinya berupa 'Braga City Walk', yang nantinya akan diisi dengan wisata kuliner, cinderamata, pameran hasil karya seniman Bandung, khususnya seni lukis dan pahat, serta pagaleran kesenian musik tempo dulu dan tradisional.

Namun antara rencana Pemkot dan realisasinya dinilai anggota dewan 'jauh panggang dari api'. Anggota dewan pun menuntut Pemkot harus bertanggung jawab, karena dana yang dihabiskan sudah sangat besar..(ahy/dip)

Disparbud Ingin Sukamiskin Jadi Tujuan Perjalanan Agen Wisata


Bandung - Dicanangkannya penjara Sukamiskin sebagai tempat bersejarah Kota Bandung tentunya akan menjadi daya tarik wisatawan yang singgah. Untuk itu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bandung meminta agen perjalanan wisata untuk memasukan Sukamiskin sebagai salah satu tujuan wisata.

"Tentu akan dimasukan sebagai tujuan wisata. Ke beberapa agen akan diminta untuk menjadi tujuan perjalanannya, kan sayang orang akan banyak datang," ujarnya." kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bandung Priana Wirasaputra di sela peresmian Law Center, di Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Jabar, Jalan Jakarta, Rabu (17/3/2010).

Ia menambahkan, dipilihnya penjara Sukamiskin sebagai bangunan cagar budaya karena pernah ditempati Presiden pertama Soekarno. Meski akses akan dibuka lebar untuk setiap pengunjung yang ingin mengetahui ruang tempat Soekarno dipenjara, pihaknya belum membicarakan secara teknis.

"Setelah MoU akan segera dibicarakan, tidak lama dari itu," paparnya.

Nantinya pengelolaan akan diserahkan kepada Kanwil. "Kita (Disparbud-red) membantu memprimosikannya, karena ada di wilayah kita," imbuh Priana.

(ahy/avi)

Risoles Rasa Eropa dari Risol-risol


Bandung - Kemunculan risoles sebagai salah satu tujuan wisata kuliner di Bandung kian marak saja. Sebuah tempat anyar yang menawarkan kelezatan modifikasi risoles pun dibuka 18 Desember  2009 lalu. Risol-risol, berada di Jalan Setiabudhi, sekitar 100 meter di atas Terminal Ledeng, tepat di sebelah Kampung Bakso.

Bernuansa Eropa, Risol-risol yang disebut juga House of Risol ini menempati sebuah rumah tempo dulu. Sebelum memasuki ruangan, pengunjung akan disambut dengan ruang kaca yang merupakan tempat pembuatan risoles. Jadi bisa melihat proses pembuatan dengan transparan.

Di bagian dalam, dekorasi ruang cukup kental dengan nuansa kain perca atau pachtwork. Sementara di teras luar juga masih disediakan tempat duduk untuk konsumen yang berdampingan dengan taman.

Pemiliknya mungkin sudah tidak asing lagi karena pengusaha ini juga sudah membuka banyak tempat wisata kuliner, factory outlet atau wisata alam di Bandung. Perry Tristianto, si raja FO ini kini menggandeng seorang pengusaha risoles di Bandung untuk membuat wisata kuliner baru yaitu Risol-risol.

Tommy Herman Hartono, adalah pemilik produk risolnya. Saat ditemui di Risol risol, pria lulusan NHI ini mengatakan memulai usaha risoles karena iseng-iseng. Pengalamannya sebagai pekerja hotel dan restoran dalam dan luar negeri, tidak membuatnya sulit untuk membuat risoles dengan modifikasi yang baru.

"Awalnya iseng, saya jualan hanya Sabtu dan Minggu di Batununggal sejak dua tahun lalu. Saat itu jualan sama istri pakai mobil," terang Tommy Herman Hartomo.

Ternyata banyak konsumen yang suka risoles buatan Tommy. Sampai akhirnya Tommy mengisi salah satu kios kuliner di The Secret FO, milik Perry. "Pak Perry pun punya ide untuk buat tempat kuliner baru dan ngajak saya," ujar pria berusia 56 tahun ini.

Menurut Tommy modifikasi risoles yang dibuatnya saat ini bercitarasa Eropa. Awalnya dia membuat satu jenis risoles yaitu egg mayo yang didalamnya ada telur dan mayonaise. Ketika konsumen makin banyak, isian risoles pun makin variatif, misalnya diadapatasi dari steak ada risol chicken cordon bleu, lalu pizza, lasagna, sampai kini mencapai 11 varian risoles yang sudah dibuat.

"Rasanya benar-benar disesuaikan dengan nama variannya. Yang pizza benar-benar rasa pizza cuma di roll, lasagna benar-benar lasagna tapi di roll," jelasnya.

Ke depannya, Tommy berencana membuat isian risol bercitarasa Asian food. "Mungkin nanti akan ada rendang atau makanan Asia lainnya," tandas Tommy(ema/avi)

 
Design by WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons