Tidak Hanya untuk Penggemar Rock

Tidak Hanya untuk Penggemar Rock
Pradipta Nugrahanto - detikBandung

Bandung - Konsep distro satu ini dibuat berbeda. Ya, Chronic Rock Merchandise yang berlokasi di Jalan Kalimantan No 11, Bandung, berhasil membuat atribut rock bisa dinikmati segala kalangan.

Penjaga dan pengelola Chronic Rock Merchandise, Pupu Saefuddin (29), akrab disapa Mpung Chronic menuturkan kepada detikbandung, awal terbentuknya Chronic adalah ide dari Eben Burgerkill (gitaris Burgerkill,red) yang ingin membuat toko yang menjual merchandise band cadas luar negeri.

"Awalnya pada 2004, Eben punya ide bikin toko yang menjual merchandise khusus band-band luar. Jadilah distro Chronic di Jalan Soekarno Hatta depan kampus LPKIA," tutur Mpung.

Mpung menambahkan alasan dipilihnya merchandise band luar negeri pada waktu itu kerena jarangnya distro atau toko yang menyediakan.

"Waktu itu yang jualan merchandise band luar masih jarang. Makanya Eben bikin, biar semakin beda Eben memfokuskan pada penjualan merchandise band band cadas luar negeri," seloroh Mpung.

Mulai 2005 pertengahan, Chronic Rock migrasi ke Jalan Kalimantan. "Kontrak di sana habis (Jalan Soekarno-Hatta, red), jadilah pindah sampai sekarang," ujar Mpung.

Semenjak pindah ke Jalan Kalimantan, Chronic mulai mencampur merchandisenya. Tidak hanya sebatas rock, tapi juga ada new wave, punk, hardcore dan tentunya metal.

"Eben bilang, gimana kalau ditambahin merchandise aliran musik lain. Saya sih setuju-setuju saja, dan akhirnya yang datang kesini semakin banyak dan luas kalangannya," tutur Mpung.

Selain mencampur merchandise dari berbagai aliran musik, Chronic mulai memasukkan merchandise band-band negeri sendiri. "Awalnya hanya ada empat band, yaitu Burgerkill, Puppen, Rocket Rockers dan The Bahamas. Tapi semenjak 2007, kualitas barang lokal sudah semakin baik, jadi barang lokalnya juga semakin banyak," ujarnya.

Kini distro yang berdekor serba hitam ini telah bekerjasama dengan 83 clothing line. "Sekarang itemnya banyak sekali, satu clothing saja bisa dua sampai sepuluh desain. Itupun tidak melulu T-Shirt, ada juga jaket,stiker,tas dan topi. Selain itu Chronic juga menjual DVD dan piringan hitam band-band luar negeri," papar Mpung.

Uniknya, image distro yang begitu lekat dengan image anak muda dan serba gaul tidak berlaku di Chronic. "Disini yang datang dari berbagai kalangan, dari musisi sampai yang bukan. Dari yang suka rock sampai yang tidak, dari anak-anak sampai dewasa. Semua masuk belanja tanpa malu-malu," tutur Mpung.

Ucapan Mpung rupanya tidak berlebihan, disela-sela wawancara, dua wanita muda berjilbab masuk. Lantas dengan asyik memilih kaos-kaos metal dengan warna yang mayoritas hitam.

"Wah kami memang suka Burgerkill dan musik cadas. Lagian kenapa gitu masalahnya kalau berjilbab pake baju band metal? Musik kan universal, siapa saja boleh menikmati," tutur Diang (22) dan Ita (22) seraya asik memilih.

Bagi Mpung, pemandangan tersebut bukan hal aneh. "Kan tadi saya sudah bilang, siapa saja berkunjung ke sini, dan inilah yang menyenangkan. Tempat yang tidak terkotak-kotak oleh status," tutur Mpung.

Harga t-shirt lokal berkisar antara Rp 65 ribuan hingga Rp 100 ribuan. Sedangkan t-shirt luar berkisar Rp 150 ribuan hingga Rp 300 ribuan.

"Di sini yang paling laku kaos. Tapi yang lain-lain seperti jaket, tas, topi atau CD juga banyak yang minat," ujar Mpung.

Ketika ditanya omsetnya Mpung menjawab tergantung musimnya. "Kalau biasa ya paling Rp 1 jutaan. Kalau ramai seperti liburan atau lebaran sehari bisa sampai Rp 5 jutaan," tuturnya.(dip/bbn)

0 komentar:

 
Design by WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons