50 Label Indie Nebeng di Helter

50 Label Indie Nebeng di Helter
Ema Nur Arifah - detikBandung

Bandung - Suara musik keras berdentam-dentam, begitu membuka pintu kaca toko. Ruangan kental dengan nuansa hitam putih. Terpampang di dinding toko deretan gambar band indie. Kaos-kaos hitam tergantung dengan nama-nama band indie bergenre musik 'keras', tertera hampir di semua kaos.

Memang bukan lagi rahasia kalau rata-rata band indie memiliki bisnis sampingan di bidang merchandise. Kini tambah lagi satu distro yang bisa disambangi untuk mencari merchandise band-band indie lokal.

Helter. Tempat ini pure distro bukan clothing. Store Manager Ikis (25) mengatakan Helter didirikan oleh personel Jeruji, Dempak, Cuki dari Cukimay dan Suban dari Arakism. Dibukanya Helter, menurut Ikis meskipun distro ada di mana-mana tapi penyaluran merchandise masih bisa dibilang sulit.

"Ada beberapa label merchandise yang sulit masuk ke beberapa distro ternama," ujar Ikis saat ditemui di Helter, di kawasan Cafe DU (Dipatikukur) 21.

Helter adalah singkatan dari Helicon label milik Cuki dari Cukimay dan Teror label milik Dempak dari Jeruji. Selain dua label ini, sekitar 50-an band ikut menitipkan merchandisenya di tempat ini.

Di antara band-band tersebut ada yang sudah punya nama besar misalnya Burgerkill, Rocket Rockers, Turtle Turtle Jr. Selain itu bukan cuma band indie Bandung yang ikutan 'mejeng' merchandise, band luar Bandung pun seperti Yogyakarta dan Jakarta juga nggak ketinggalan.

"Beberapa band masih waiting list untuk memasukan produknya ke sini," ujar cowok yang menindik bibirnya ini. Bahkan selain band lokal, Helter juga menyediakan merchandise band luar negeri tapi dalam jumlah yang lebih sedikit.

Tapi pastinya full of full of underground, hardcore dan musik bergenre keras lainnya. Nggak heran kalau tidak menemukan warna kaos merah, hijau, kuning apalagi pink karena 99 persen dipastikan semua berwarna hitam. Rata-rata untuk kaos lokal harganya Rp 50-Rp 100 ribuan. Sedangkan kaos band luar negeri karena impor harganya sampai Rp 200 ribu.

Selain kaos, pelengkap fesyen lainnya seperti tas, sepatu, topi juga nggak ketinggalan walaupun jumlahnya lebih sedikit. Tapi menurut Ikis, tidak semua band memproduksi banyak item merchandise, hanya band-band tertentu saja. Menurut Ikis pula, tidak semua band memproduksi produknya sendiri. Untuk kaos misalnya rata-rata masih order pada pihak lain.(ema/ern)

0 komentar:

 
Design by WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons