Kingsley, Batagor Favorit dari Veteran


Bandung - Tak sedikit wisata kuliner Bandung yang berada di sebuah tempat sederhana. Tanpa sejuknya AC atau interior nyaman sebagai penunjang suasana bersantap.

Bahkan, bisa jadi para pengunjung menikmati makanan di tengah jejal. Panasnya udara tak membuat semangat surut untuk bisa menikmati jajanan favorit.

Seperti yang terjadi di Batagor dan Siomay Kingsley, Jl Veteran. Selain yang memilih bersantap di tempat, beberapa orang terlihat mengantre untuk mendapatkan beberapa buah batagor agar bisa dibungkus pulang untuk dijadikan oleh-oleh.

Hawa panas dari penggorengan tak diindahkan. Sebuah tulisan tergantung di atas muka antrean 'Untuk bumbu batagor jangan disimpan di dalam freezer' kira-kira begitulah bunyinya.

Batagor khas Kingsley pertama kali dibuka tahun 1982. Racikan batagor dan siomaynya merupakan hasil coba-coba dari sang pemilik, Beni (51) untuk menghasilkan rasa yang beda.

Awalnya nama Kingsley sendiri adalah nama rumah makan mie bakso peninggalan ayahnya. Ketika usaha itu dilimpahkan kepada dirinya, menu utama pun dirubah jadi batagor.

"Kami mengutamakan kualitas. Bahan baku yang digunakan serba fresh dari mulai ikan, minyak goreng, kacang sampai bumbu pelengkap," jelas Beni.

Menurut Beni, dirinya memperjuangkan kualitas karena lidah orang tidak bisa dibohongi. Jika batagor lain akan keras jika disimpan lama, maka tidak berlaku untuk batagor Kingsley.

"Jadi untuk kakek atau nenek yang tidak kuat mengunyah makanan keras, masih bisa menikmati batagor ini," selorohnya.

Menu lain selain batagor bisa juga ditemukan, misalnya mie bakso atau es oyen segar juga turut menemani santap batagor di tempat ini. Untuk oleh-oleh, selain batagor, makanan ringan lainnya juga disediakan Kingsley, aneka camilan ringan seperti keripik, kue kering dan makanan ringan lainnya.

Harga satu porsi batagor Rp 15 ribu berisi tiga buah. Harga tersebut menurut Beni kemungkinan akan naik seiring penyesuaian harga kenaikan BBM.

Beni pun mengungkapkan kengeriannya ketika turunnya omzet pasca kenaikan BBM. Di mana jumlah batagor yang dibungkus untuk dijadikan oleh-oleh oleh para pelancong dari Jakarta menurun.

Begitu pun batagor, meskipun nanti harganya naik, tetaplah menjadi kuliner favorit semua orang. Dua orang pengunjung dari Jakarta, Erwin dan Cyntia mengatakan ketika ke Bandung, mereka pasti mampir ke Batagor Kingsley.

"Rasanya beda, baik batagor maupun bumbunya," jelas Erwin yang mengaku datang ke Bandung 2-3 bulan sekali. Pengunjung lain pun tak hanya terlihat menikmati batagor. Di sebuah meja, beberapa orang ibu-ibu turut berdendang mengikuti nyanyian asal tanah batak yang disuguhkan sebuah band.

Kingsley memiliki penyanyi tetap untuk menghibur para pengunjung. Mereka menyanyi di muka gerbang Kingsley. Terkadang bersahutan dengan bunyi peluit tukang parkir. Biarpun tempat parkirnya hanya di pinggir jalan Veteran, sepertinya tak mengganggu para pengunjung. Karena suara bariton sang vokalis, gesekan biola berikut petikan gitar bisa menggairahkan suasana.

Tepukan riuh pun diberikan mengiringi kepuasan bersantap. Para pengunjung pun melenggang keluar dari Kingsley dengan senyuman.(ema/lom)

0 komentar:

 
Design by WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons