Untuk yang Big Size dari Teapot

Untuk yang Big Size dari Teapot
Ema Nur Arifah - detikBandung

Bandung - Bagi kaum hawa pemilik tubuh ekstra large, Teapot, butik ini hadir untuk memuaskan selera fashion anda. Menyuguhkan model-model pakaian yang fashionable, simple sekaligus anggun.

Baru tiga bulan berdiri. Teapot yang ada di Jalan Trunojoyo No 25 ini berada di antara deretan distro dan clothing. Meldi, sang pemilik memang memanfaatkan celah pasar yang langka, yaitu untuk wanita-wanita dengan tubuh berukuran besar. Sasaran usia konsumen dari 20-45 tahunan.

"Saya ingin buat baju-baju yang lebih fashionable untuk yang berukuran besar, bukan model-model yang stylenya biasa saja," ujar lulusan Esmod Jakarta ini. Dengan sasaran kelas menengah atas, Teapot menawarkan harga di bawah label-label big size yang sudah ada.

Desain-desain Teapot sendiri lebih ke arah anggun, simple, fashionable dengan warna-warna kalem. "Warna-warnanya bukan warna bright tapi lebih ke warna lembut karena saya suka warna itu," jelasnya.

Tapi untuk sementara, lanjut Meldi, karena baru buka tiga bulan. Produk-produk di Teapot belum 100 persen berlabel Teapot. Kebanyakan masih mengimpor barang dari luar negeri khususnya Hongkong.

"Untuk saat ini kita baru buat cardigan saja, sepatu dan beberapa tas. Produk lainnya dari Hongkong dan brand-brand lokal di Bandung," papar Meldi. Setidaknya ada 6 brand lokal yang turut bergabung termasuk di antaranya juga aksesoris.

Sementara itu untuk produk-produk dari luar, karena konsepnya butik tentu saja produk yang disediakan juga terbatas. Menurut Meldi untuk satu model pakaian,
dirinya hanya memilih satu pieces dari setiap warna yang ada.

Modelnya yang beragam juga ternyata tidak hanya menarik perhatian pemilik tubuh besar. Sehingga Meldi pun akhirnya menyediakan pula produk untuk yang tubuhnya kecil atau proporsional.

Namun Meldi memastikan dia tidak akan sampai keluar konsep, kalau Teapot memang disediakan untuk yang bertubuh gemuk. "Meski ada untuk yang langsing, saya tetap komitmen Teapot untuk yang bertubuh besar,' ujarnya.

Sesuai konsepnya pula yaitu butik, ke depannya, pelan-pelan Meldi akan membuat rancangan Teapot sendiri dan tidak akan mengimpor pakaian dari luar negeri.

Meski penjualan sudah cukup lumayan untuk tempat yang masih terbilang baru, Meldi tidak khawatir. "Mudah-mudahan nanti setelah seluruhnya label Teapot penjualan akan lebih baik," ujarnya.

Teapot buka dari pukul 10.00-21.00 WIB. Tapi kalau hari Minggu mulai buka pukul 11.00 WIB. Nuansa dekorasi ruang yang vintage dengan dominasi cat warna putih akan membuat suasana berbelanja jadi lebih nyaman.(ema/tya)

0 komentar:

 
Design by WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons