Disun, Kenalkan Iket Kepala Sunda untuk Kaum Muda

Disun, Kenalkan Iket Kepala Sunda untuk Kaum Muda
Avitia Nurmatari - detikBandung

Bandung - Dengan modal nekat, dua tahun lalu Agus Rohendi mewujudkan idenya membuat sebuah distro. Bukan distro biasa, tapi distro yang mengangkat budaya sunda, yaitu distro sunda atau Disun.

Hampir serupa dengan distro lain di Bandung, Distro Sunda yang dikenal dengan Disun ini juga menjual kaos-kaos. Namun tetap pada benang merah sunda. Disun mencoba mengenalkan iket kepala khas sunda kepada generasi muda.

"Sebetulnya generasi muda tidak melupakan kebudayaan sunda atau kebudayaan asalnya. Tapi bagaimaa kita mengajak mereka, untuk mengenal, untuk mau, tidak gengsi memakai iket kepala sunda," ujar Agus saat berbincang dengan detikbandung.

Iket kepala, kata Agus memang bukan hanya milik budaya sunda. Hampir semua budaya di Indonesia punya ikat kepala.

"Dalam kegiatan sehari-hari kita butuh alat atau benda untuk merapikan rambut. Ikat kepala salah satu yang bisa merapikan rambut. Ikat kepala ciri khas daerah," teragnya.

Di daerah Jawa Barat, khususnya masyarakat sunda, iket kepala tak hanya sebagai alat untuk merapikan rambut. Tapi bisa sebagai alat untuk menunjukkan identitas seseorang.

"Iket kepala biasanya dipakai pada upacara ada. Tidak hanya satu jenis, tapi beragam," jelas Agus.

Tak bermaksud mengurangi makna dari iket kepalanya, Agus membuat iket kepala yang lebih praktis. "Iket yang sudah ada saya bikin jadi semacam peci. Jadi praktis. Ada jahitannya. Mempermudah orang memakai, tanpa mengurangi maknanya," terang Agus.

Ada 3 macam iket kepala yang dijual Agus di Disun. Yakni Barangbang Semplak, Julat Jalitrong, dan Totopong. Dalam cerita sunda, Barangbang Semplak, biasanya dipakai saat jawara sedang bertempur.

Sementara Julat Jalitrong, iket kepala modifikasi baru dari seorang tokoh kesundaan yang tergabung di Komunitas Kala Sunda, yakni Ir Roza Mintaredja. Yang terakhir, iket jenis Totopong yang artinya tertutup.

Memang cara memakainya bagian atas kepala harus tertutup. "Untuk sementara biasanya orang-orang menyebut Bendo Cepot," paparnya.
(avi/ern)

0 komentar:

 
Design by WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons