Pulang Liburan Bawa Kaos Bandung


Pulang Liburan Bawa Kaos Bandung
Ema Nur Arifah - detikBandung

Bandung - Tak lengkap rasanya jika pulang berwisata dengan tangan hampa. Perlu ada kenang-kenangan yang bisa kembali mengingatkan bahwa kaki pernah menginjak kota tersebut.

Tak selalu makanan atau pernak-pernik untuk menunjukkan ikon sebuah kota. Seperti di kawasan wisata Cihampelas misalnya. Salah satunya oleh-oleh yang diburu wisatawan adalah kaos yang bertuliskan 'Bandung'.

"Ya saya beli kaos buat oleh-oleh buat nunjukin bahwa pernah ke Bandung," ujar Ratna (40). Ibu rumah tangga asal Semarang ini mengaku baru pertama kali ke Bandung. Membeli oleh-oleh pun menjadi sesuatu yang wajib untuknya.

Begitupun dengan Reza (26), wisatawan asal Jambi ini tak ingin ketinggalan memboyong pulang kaos Bandung. "Biar kelihatan kalau kita udah dari Bandung," ucap Reza yang saat itu sudah menggondol setumpuk kaos.

Kaos Bandung ini memang sudah jadi tren. Terbukti di sepanjang Jalan Cihampelas bisa ditemukan banyak pedagang kaos yang bertuliskan Bandung.

Meski diakui Endang (35) seorang pedagang kaos di Cihampelas baru setahun ini kaos Bandung jadi idola di Cihampelas. "Awalnya di Tangkuban Perahu dulu, baru sekarang-sekarang lah ke Cihampelas," terang Endang ditemui di lapak kecilnya di pinggir jalan.

Pria yang sudah berjualan kaos selama dua tahun terakhir di Cihampelas ini, mengaku dirinya pun baru setahun terakhir ini berjualan kaos Bandung. Sebelumnya di Cihampelas hanya kaos-kaos biasa tanpa bertuliskan nama Bandung.

Menurut Endang pedagang mendapatkan kaos-kaos tersebut dari Pasar Baru. Selain membeli sendiri ke Pasar Baru ada juga bandar yang kerap mengirimkan kaos-kaos tersebut pada para pedagang.

Meski warna kaos rata-rata berwarna putih tapi motif kaos juga beragam. Di antaranya ada yang memuat ikon-ikon tempat di Kota Bandung contohnya tentu saja gambar Gedung Sate. Selain itu ada kaos bergambar dan bertuliskan 'Bandung Tempoe Doeloe', gambar Stasiun Bandung bahkan peta Bandung.

Kalaupun tanpa gambar tempat khas Bandung, objek-objek umum seperti kendaraan atau kartun pun seringkali jadi pilihan. Satu buah kaos rata-rata dijual antara Rp 15 ribu-Rp 20 ribu. Murah bukan?

Bisa jadi, harga kaos yang murah membuat kaos Bandung ini menjadi pilihan wisatawan dari kelas menengah. Misalnya ketika toko bahkan distro menawarkan harga di atas angka Rp 50 ribu untuk satu kaos, tapi dengan membeli kaos Bandung angka uang tersebut cukup untuk membeli tiga kaos. Bahkan kalau jago tawar menawar dengan pedagang bisa mendapatkan harga yang kurang dari itu.(ema/ern)

Wuiiih...Ada Kebun Binatang di FO!


Wuiiih...Ada Kebun Binatang di FO!
Andri Haryanto - detikBandung

Bandung - Berlomba memberikan diskon besar ataupun doorprize bagi para pengunjungnya adalah hal wajar bagi setiap factory outlet (FO) di musim libur panjang seperti sekarang. Tapi, bagaimana dengan sajian satwa langka yang hadir di tengah perbelanjaan FO? Hmm..

Salah satu contoh adalah FO Cihampelas Point (dulu bernama Parijs van Java) yang berada di Jalan Cihampelas 184. Bukan diskon besar yang mereka sajikan kepada pengunjung yang hadir, puluhan hewan unik dan langka menjadi daya tarik pengelola dalam menarik minat pengunjung.

"Kita ingin berbeda saja. Justru yang berbeda itulah yang menariknya," kata salah seorang pengelola Soenyali Soly kepada wartawan saat ditemui di kantornya.

Menurutnya, ide awal membuat kebun binatang mini hadir di tengah FO adalah atas keinginan pengelola FO yang juga pengelola hotel di Bandung. Sang empunya itu memiliki hobi unik dengan mengoleksi hewan-hewan langka.

"Dari situlah muncul niatan membuat konsep FO yang disebut berbeda dari yang lainnya," papar Soly.

Di dalam, pengunjung yang berbelanja di Cihampelas Point atau biasa disingkat Cipo, disajikan beragam sajian hewan langka dan unik. Beberapa dibuat terpisah dan dikandangi, semisal ruang khusus yang menampung beragam tontonan ikan-ikan air tawar seperti arwana.


"Si pemilik memang awalnya menyukai arwana dan koleksinya mencapai ratusan," katanya, seraya menambahkan akhir Mei 2009 pihaknya resmi membuka kebun binatang mini di dalam konsep FO.

Sebelum memasuki wahana akuarium dengan puluhan ikan, pengunjung dapat menikmati cericitan burung-burung yang disimpan di luar wahana akuarium. Pantauan detikbandung, burung-burung tersebut tak henti berkicau layaknya suasana di pagi hari.

Bergeser dari wahana burung, wahana hewan langka dan unik menyambut pengunjung. Kandang berukuran 2mx2m dan tinggi 3 meter yang ditata di sisi kiri dan kanan ruangan.

Sisi kiri, Iguana besar terlihat diam termangu bersembunyi di balik dahan buatan di dalammnya. Sedangkan di kanan, terihat kera kecil semacam siamang meloncati dahan yang di rancang di kandangnya.

Bukan hanya itu, dua ular phyton sepanjang kurang lebih 3 meter melingkar di dalam kandangnya. Penyu yang di klaim langka pun turut meramaikan suasana wahana hewan langka di tengah pusat perbelanjaan Cihampelas Point.

Serba Serbi Baju Muslim Gaul di Bright FO


Serba Serbi Baju Muslim Gaul di Bright FO
Avitia Nurmatari - detikBandung


Bandung - Tak bisa dipungkiri, baju muslim kini sudah menjadi tren tersendiri. Pakaian tersebut kini sudah hampir sejajar dengan tren mode lainnya. Tak jarang kini baju muslim bisa dipakai oleh masyarakat luas karena modelnya yang beragam.

Seperti yang ada di Bright Factory Outlet yang ada di Jalan Ir H Djuanda (Dago), pakaian yang ada di outlet tersebut begitu beragam dan bervariasi.

"Memang orang kalau lihat dari display depan, dan plang Bright diluar, pasti melihat kita sebagai toko baju muslim. Tapi kita inginnya enggak straight untuk muslim," ujar Direktur Marketing Bright Factory Outlet, Sukrisbiantoro Setyono kepada detikbandung.

Karena itulah, baju yang ada di Bright FO tidak melulu baju berlengan panjang, atau pakaian muslim pada umumnya seperti gamis. Orang non-muslim pun bisa pakai baju yang ada di Bright FO ini.

"Desain kita lebih ke mode universal, sopan, dan orang umum bisa pakai," terangnya.

Pakaian yang ada di outlet ini di antaranya ada baju tunik, kaos tunik, gamis, blouse, rok, legging, manset, koko dan kemeja untuk laki-laki.

"Selain itu kita juga ada kerudung, syal, tas, aksesori, jaket rompi, jadi nuansa gaulnya lekat. Kita memang ingin agar orang sekali beli barang di sini bisa langsung di mix and match," harapnya.

Sesuai namanya, saat melihat ke dalam outlet Bright ini, memang terang benderang dan penuh cahaya. Hampir di semua sudut terdapat kaca sehingga sinar matahari dari luar masuk ke dalam.

Bangunan seluas 150 meter persegi ini dicat warna putih, konsep tata ruangnya pun minimalis, interior yang dipakai, hampir semua berwarna putih. "Biar kesannya terang saja, sesuai dengan nama kita, Bright," katanya.(avi/tya)

Produk Asli Bandung, Terinspirasi dari Asian Style


Bright Factory Outlet
Produk Asli Bandung, Terinspirasi dari Asian Style
Avitia Nurmatari - detikBandung

Bandung - Efek warna pakaian yang cerah, akan membawa aura positif bagi si pemakai. Hal itu yang menjadi dasar pemakaian warna-warna terang pada mayoritas produk Bright Factory Outlet. Kiblat desain dan warnanya pun terinspirasi dari luar negeri.

Hampir semua pakaian yang ada di Bright FO ini berwarna pastel atau shocking color. Sesuai dengan target marketnya yang berusia sekitar ABG, hingga dewasa menuju umur 40 tahun.

Untuk warna dan mode bajunya, Bright terinspirasi dari beberapa negara di Asia sehinga memunculkan karakter Asian Style.

"Baju kita kan universal, untuk warna dan model lebih ke karakter Asian Style seperti Korean dan Japanese style. Istilahnya, julukan untuk baju-baju di bright itu, cerah mode on," ujar Direktur Marketing Bright FO, Sukrisbiantoro Setyono kepada detikbandung.

Semua produk Bright asli buatan Bandung, yakni di desain dan diproduksi sendiri di Bandung. Hampir semua produk yang ada di toko ini bermerek Bright, tapi ada juga dua merek lain yang masih satu kesatuan.

"Kebetulan kita dibawah PT Musaafir Setia Utama, jadi ada merek lain juga, tapi 90 persen merek Bright," tuturnya.

Meski berkiblat ke beberapa negara Asia, jangan khawatir dengan banderol harga. Bright mematok harga standar untuk baju muslim, mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu.

"Itu untuk baju-baju. Tapi kalau untuk aksesori, manset, leggging, kerudung, bolero, rompi, itu ada juga yang dibawah Rp 100 ribu," paparnya.

Saat ini beberapa pakaian yang ada di Bright FO memakai aksen patchwork, ke depan mereka akan terus mengupdate pakaiannya dengan model yang sedang tren.

"Kita pasti akan selalu membaharui, misalnya sekarang ada patchworknya, nanti bisa kita angkat denim juga," ungkapnya.

Bright FO buka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga 20.00 WIB. Tak ada salahnya ngabuburit sambil berbelnja untuk lebaran ke Bright FO di Jalan Ir H Djuanda.

Nah, berhubung FO ini baru soft lounching sekitar seminggu lalu, selama masa promosi, ada diskon pada item tertentu hingga 30 persen.(avi/tya)

Famos, Outlet Muslim Serba Ada


Famos, Outlet Muslim Serba Ada
Avitia Nurmatari - detikBandung

Bandung - Malas berkeliling untuk belanja? Kalau iya, Anda harus kunjungi Famos FO yang ada di Jalan Dipatiukur. Factory Outlet ini menyediakan semua kebutuhan keluarga muslim, mulai dari baju hingga perlengkapan jenazah.

Menurut Ajeng, salah satu pegawai Famos FO konsep Famos adalah rumah belanja keluarga mulai dari baju anak, dewasa, perlengkapan haji, perlengkapan ibadah, kosmetik, kerudung, hingga perlengkapan jenazah.

"Kita memang konsepnya rumah belanja ya, jadi orang dateng ke sini bisa terpenuhi semua kebutuhannya. Jadi all in one lah," kata Ajeng kepada detikbandung.

Tempat belanja keluarga muslim ini cukup luas, sebelum masuk ke dalam tokonya saja, halaman depan FO ini sangat luas. Cukup untuk parkir sekitar 10 mobil tanpa harus menggangu jalan.

Bangunan dua lantai yang luasnya 277,6 meter persegi ini didominasi warna hijau dan putih, pegawainya pun memakai pakaian serba hijau muda dan semuanya berjilbab. Saat masuk ke dalam toko, sapaan hangat dari satpam pun akan menyambut kita.

Di lantai dasar tersedia berbagai macam pakaian untuk wanita, kaos, tunik, kerudung, kosmetik serta obat-obatan. Bahkan di salah satu sudut ruangan ada mesin ATM yang bisa digunakan hampir semua bank.

Naik ke lantai dua, mayoritas barang yang ada di sana berwarna putih. Ya, karena di atas memang tempat perlengkapan haji.

"Kita menyediakan perlengkapan haji mulai dari pakaian sampai oleh-oleh pun tersedia, seperti kurma dan air zam-zam," jelasnya.

Selain itu deretan sarung dan sajadah pun tersedia di lantai dua tersebut. Bagi yang ingin menambah aksesori di dinding anda, beberapa lukisan kaligrafi pun tersedia di sini. Bahkan buku-buku pendidikan keislaman pun ada.
(avi/ern)

Berlebaran Pakai Baju Sarimbit ala Famos


Berlebaran Pakai Baju Sarimbit ala Famos
Avitia Nurmatari - detikBandung

Bandung - Bagi yang sudah berkeluarga, saat hari raya biasanya memakai baju yang seragam atau sarimbit, mulai dari ibu, bapak, hingga anak-anaknya. Sulit mencari baju sarimbit? Famos FO punya koleksi terbaru selama bulan ramadan.

Baju sarimbit yang ada di Famos FO ini beragam, mulai dari baju seragam untuk perempuan dan laki-laki saja, hingga baju sarimbit untuk keluarga besar.

"Koleksi sarimbit biasanya banyak yang nyari kalau mau lebaran seperti ini," kata Ajeng, salah satu pegawai Famos FO kepada detikbandung.

Harga baju sarimbit ini memang dibanderol cukup lumayan, mulai dari Rp 179 ribu hingga 189 ribu. "Tersedia berbagai ukuran, yang paling kecil untuk baju sarimbit ini untuk usia 3 tahun," terang Ajeng.

Oh ya, sudah punya mukena dan baju koko buat lebaran nanti? Kalau belum, kebetulan di Famos FO ini sedang ada diskon mukena dan baju koko hingga 50 persen.

"Kalau untuk baju kita belum ada promo diskon, tapi selama ramadan ini, mukena dan baju koko lagi diskon," kata Ajeng.

Kalau suka dengan batik, Famos FO juga menyediakan baju muslim dari batik. Selain itu, gamis, rok, dan underwear seperti lengging atau manset juga tersedia di sini. Harganya mulai dari Rp 24 ribu hingga Rp 500 ribu.

Meski lebaran masih lama, tapi tak ada salahnya mulai dari sekarang intip-inti baju untuk shalat di hari yang fitri nanti. Datang saja langsung ke Famos Factory Outlet di Jalan Dipatiukur. Buka dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB.

(avi/ern)

Bergaya Dengan Kaos Muslim Tematik


Bergaya Dengan Kaos Muslim Tematik
Avitia Nurmatari - detikBandung

Bandung - Jalan-jalan santai bersama teman atau keluarga lebih nyaman memakai kaos. Bagi umat muslim yang ingin memakai kaos dengan nuansa Islam kini tak perlu bingung mencari kemana, karena Famos FO menyediakannya untuk anda.

"Kita ada kaos tematik juga, kaos muslim keluarga gitu,cada untuk dewasa juga untuk anak-anak," ujar Ajeng salah satu pegawai Famos FO kepada detikbandung.

Harganya cukup terjangkau, mulai dari Rp 24 ribu hingga Rp 95 ribu. Beragam tulisan yang disablon diatas kaos pun sangat menarik. Seperti beberapa contohnya
bertuliskan 'Muslim Supermom', 'Moslem The Peace Maker', Islam Full of Love', dan masih banyak lagi.

"Tulisan yang ada di kaos memang mencirikan sebagai muslim," terang Ajeng.

Warna dan tulisan yang menarik, membuat kaos muslim ini menjadi salah satu produk unggulan di Famos FO ini."Kaos ini lumayan banyak laku juga, soalnya
unik," kata Ajeng.

Kaos muslim ini juga ada yang sarimbit lho, jadi bisa pakai seragam bersama teman-teman, pacar, atau keluarga. Kaos ini produksi Famos sendiri, hampir semua barang yang ada di outlet muslim ini diproduksi oleh Famos sendiri, kecuali beberapa item tambahan lainnya.

"Kalau kerudung kita vendor,yang lain seperti kosmetik, obat-batan, aksesori, itu dari yang lain," terang Ajeng.

(avi/ern)

Uniknya Baju Muslim Bergaya India


Uniknya Baju Muslim Bergaya India
Avitia Nurmatari - detikBandung

Bandung - Perputaran model busana muslim semakin berkembang, semua produsen sepertinya berlomba-lomba membuat baju muslim yang menarik perhatian para penggila fashion muslim. Salah satunya baju muslim bergaya India.

Salah satu toko yang menjual baju muslim bergaya India adalah Alisha. Saat detikbandung menyambangi toko Alisha yang ada di Jalan Merdeka, dari luar sudah tampak manequin yang memakai baju-baju nuansa India.

Menurut salah satu pegawai Alisha, Sri Widyati, baju muslim model India memang sedang menjadi ikon di tokonya. "Baju model India ini sedang menjadi ikon di toko kita, memang import, tapi banyak dicari, lagi ngetren,"ujarnya.

Model baju muslim India tersebut bermacam-macam, ada yang berbentuk gamis, ada juga yang seperti jubah. Sesuai dengan negara asalnya, motif baju India ini banyak menggunakan aplikasi bordir, payet, dan sulaman. Motifnya pun kental dengan motif-motif khas India. Bahanya pun berbeda-beda, mulai dari katun, sutra hingga beludru.

"Kala baju India memang banyak payetnya, modelnya juga ramai tapi elegan," terang Sri.

Soal harga, karena barang import, dan detail produk yang cukup sulit, harganya satu baju India ini dibanderol cukup mahal. "Paling tinggi Rp 3 juta, yang standar sih Rp 2 juta juga ada," kata Sri.

Bagi yang tidak suka dengan baju muslim India, Alisha tetap menyedaiakan baju muslim lain yang terbuat dari bahan spandek dan kaos. "Bahan spandek juga banyak yang nyari, soalnya modelnya simpel dan bahannya juga nyaman dipakai karena dingin," terang Sri.

Ingin tampil beda saat Lebaran nanti dengan bergaya India? Bisa datang langsung ke toko Alisha di Jalan Merdeka, buka dari pukul 09.00 WIB hingga 21.00 WIB.

(avi/tya)

Unusual, FO yang Tak Biasa


Unusual, FO yang Tak Biasa
Ema Nur Arifah - detikBandung

Bandung - Aksesoris begitu dekat dengan dunia wanita. Maka cukup wajar bagi seorang Raja FO Perry Tristianto menangkap celah ini untuk kembali mendirikan FO dengan konsep anyar.

Baru dibuka delapan hari lalu, pengunjung sudah datang silih berganti ke Unusual. FO di Jalan Martadinata ini bukan FO biasa tapi memakai buntut FO dan aksesoris.

Seperti namanya Unusual, Fo ini memang memiliki konsep berbeda di antara Fo-FO lain yang berjejer di Jalan Martadinata.

Keistimewaaanya menurut Supervisor Unusual Syahrul Arief karena 80 persen produk yang dijual adalah aksesoris. "Kita ingin memberikan sesuatu yang beda. Kalau biasanya di FO lain aksesoris jadi penunjang, kalau di sini aksesoris yang utama dan pakaian menjadi penunjang," ujarnya.

Aksesorinya pun menurut Syahrul adalah aksesoris bukan aksesoris lokal tapi impor dari Hongkong, Singapura dan lain-lain. "Untuk lokal hanya sedikit karena produk aksesoris impor lebih beragam daripada lokal," papar Syahrul.

Item yang dijual memang sama dengan tempat aksesoris lainnya namun dengan jumlah dan pilihan aksesoris yang lebih beragam. Aksesoris yang dijual antara lain jam tangan, syal, topi, dasi dan tentunya yang paling favorit adalah perhiasan.

"Sampai saat ini yang paling laku perhiasan seperti gelang, cincin dan kalung," ucapnya.

Secara tidak langsung dengan lebih memfokuskan pada penjualan aksesoris yang notabene paling banyak dipakai wanita, target Unusual pun diakui Syahrul untuk para wanita.

Tapi tentu saja tidak serta merta meninggalkan konsumen pria. Beberapa item produk khusus pria seperti topi, dompet, jam tangan dan pakaian juga disediakan untuk laki-laki.

"Tapi untuk pria tidak sebanyak wanita," ujarnya.

Harga setiap produk bervariasi. Untuk perhiasan misalnya meski impor harga cukup terjangkau dari Rp 5 ribu-Rp 60 ribuan.

Raup Rejeki Usai Memajang di Internet

Raup Rejeki Usai Memajang di Internet
Pradipta Nugrahanto - detikBandung

Bandung - Puspa Ariyanti (25), pemilik Yellow Curly Accesories, saat ditemui detikbandung mengatakan dirinya tak sengaja menemukan metode pemasaran unik ini. "Awalnya sih numpang merek orang, titip toko-toko temen juga. Modalnya pun gak gede," tutur Puspa.

Namun kegemaran Puspa berinternet ria membuatnya segera memasarkan produk-produk aksesorisnya secara online. "Seperti kebanyakan anak muda lain aja, suka main Facebook atau Multiply. Nah, dari sana mulai masuk-masukin fotonya. Eh, tau-tau banyak yang minat juga," seloroh Puspa.

Sejak memajang produknya via internet, dirinya mengaku mulai mendapat order pameran. "Entah kebetulan atau gimana, tau-tau ada yang ngajakin pameran pas tahun 2008. Ternyata peminatnya lebih gila lagi," ujar Puspa.

Rupanya, selama ini Puspa memanfaatkan layanan web tanpa berbayar. Langkah tersebut ternyat jitu. "Sementara sih masih pake web gratisan. Itu aja yang minatnya udah lumayan banyak. Biasanya dari Bandung dan Yogyakarta," ungkapnya .

Kedepannya, Puspa berencana menambah produk Yellow Curly Accesories dengan produk kreasinya sendiri. "Pengennya sih bisa jualan produk bikinan sendiri, sekarang lagi sibuk belajar biar produksinya bisa lumayan banyak," sambung Puspa.

Meski sudah mereguk untung cukup lumayan dari bisnisnya ini, Puspa tidak melulu mengejar keuntungan. Ia berniat menggelar workshop membuat aksesoris bagi anak jalanan dan putus sekolah. "Nanti produk mereka juga akan jadi bagian dari Yellow Curly Accesories atau bisa juga mereka jual sendiri," ujarnya.

 
Design by WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons