Unjuk Gigi Lewat Pin

Unjuk Gigi Lewat Pin
Ema Nur Arifah - detikBandung

Bandung - Pakar aliran Humanisme, Abraham Maslow menyatakan bahwa kebutuhan aktualisasi diri merupakan salah satu kebutuhan hirarki tingkat tinggi dalam diri manusia dari lima kebutuhan lainnya. Untuk memenuhi kebutuhan itu, manusia senantiasa mencoba mengaktualisasikan diri dengan berbagai cara, berbagai media. Entah itu dengan organisasi, komunitas, sebuah karya atau media hasil trend peradaban, misalnya dunia fashion dengan segala pernik yang ada di dalamnya.

Jika industri clothing mengkomunikasikan identitas melalui t'shirt dan segala bentuk produk fashion lainnya, maka Pinholic mencoba mengkomunikasikannya dengan benda bulat pipih kecil bernama pin. Meskipun pin kini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari industri clothing atau distro. Trend pin memang begitu menjamur saat ini. Tulisan-tulisan atau desain di dalamnya bisa berupa ungkapan identitas atau hanya sekedar pelengkap fashion untuk sekadar terlihat lebih bergaya.

Peluang itu dimanfaatkan Ivan Sitorus, pemilik industri kreatif bernama Pinholic. "Setiap orang butuh komunikasi, setiap orang dilahirkan untuk berkomunikasi . Pinholic menjembatani komunikasi itu dengan pin. Pin bukan hanya sebagai merchandise atau gimmick tetapi sesuatu agar komunikasi bisa lebih efektif," ungkap Ivan.

Katakan tanpa suara, begitu kata Ivan. Ia mendirikan Pinholic pada tahun 2003. Menurut Ivan, Pinholic yang pertama kalinya menggunakan bahan dasar pin dengan laminasi dove. Laminasi dove memiliki permukaan yang lebih tebal dibandingkan laminasi lainnya. Ada dua macam laminasi pin lainnya yang biasa dipakai yaitu glossy atau glitter.

Menurut Ivan, kualitas pin bisa dilihat dari unsur ketebalan laminasi, peniti berkualitas yang tebal dan tidak mudah berkarat serta finishing yang rapih.

Media komunikasi pin tak hanya dimanfaatkan oleh perusahaan untuk branding merek, juga bagi pribadi, corporate, termasuk pelajar dan mahasiswa. "Pelajar itu lebih cerewet lagi dalam berkomunikasi," tutur Ivan.

Tulisan-tulisan seperti 'High School Babe' dibuat oleh para pelajar yang ingin menunjukan diri. Begitu pula dengan kampanye-kampanye sosial seperti AIDS dan Global Warming. Ivan mencontohkan mahasiwa fakultas psikologi yang membuat pin 'Curhat Bayar'.

Pinholic store bisa ditemukan di Trunojoyo 23. Sederetan pin bisa menjadi pilihan untuk mengekspresikan diri. Kalau belum merasa terekspresikan dengan pin yang ada, tinggal pesan saja ke pinholic. Meski harganya terbilang cukup mahal, pinholic memiliki kualitas.

"Kami yang termahal tapi yang terbaik," tutur Ivan.

Untuk harga satuan bisa Rp 7.000 per pieces, jika membeli banyak diskon 20-30 persen dengan minimum pembelian 100 pieces. Jika ingin memesan desain sendiri harganya berkisar Rp 1500-5.000 dengan minimum pemesanan 25 pieces. Siap tunjukan diri?

(ema/ern)

Warna Warni Celana Boxer

Warna Warni Celana Boxer
Ema Nur Arifah - detikBandung

Bandung - Celana boxer yang termasuk dalam kategori celana dalam laki-laki ini kini menjadi trend. Terbukti hampir setiap clothing di Bandung mengeluarkan produk celana boxer warna-warni khas masing-masing.

Celana boxer yang rata-rata di fullprint itu ada yang bertuliskan nama atau logo clothing. Di bagian karetnya terpampang jelas nama clothingnya.

Misalnya, brand Citrus yang menampilkan celana boxer dengan warna-warni ceria Citrus. Atau The Endo dengan desain print garis-garis vertikal. Kedua brand ini bisa ditemukan juga di Distrohouse, Jl Setiabudhi, berdampingan dengan Rumah Mode.

Sebenarnya, padanan celana boxer ini adalah celana yang kedodoran alias yang memperlihatkan celana dalam. Sebagian anak muda memang menggemari style seperti ini.

Tapi penggunaan celana boxer tak hanya sebatas celana dalam. Dengan beragamnya desain dan warna, celana boxer juga bisa dipakai untuk bersantai. Tinggal bagaimana anda mempadu padankannya.

Celana boxer juga ternyata bisa dipakai perempuan. Dipadukan dengan t'shirt atau tank top akan memberikan kesan santai sekaligus seksi, coba saja.

(ema/ern)

Tampil Cantik Berkerudung ala Rabbani

Tampil Cantik Berkerudung ala Rabbani
Ema Nur Arifah - detikBandung

Bandung - Seiring banyaknya wanita muslim yang menggunakan jilbab. Dunia fashion pun tak ketinggalan meng update setiap mode untuk disesuaikan dengan kebutuhan wanita berjilbab.

Tak hanya dari segi pakaian, tampilan kerudung pun tak lagi monoton, tetapi bisa dikreasikan dengan berbagai cara. Asal memiliki koleksi kerudung yang cukup lengkap dan tambahan ide kreatif, anda bisa mencoba kreasi kerudung sendiri di rumah.

Misalnya, kreasi kerudung ciptaan stylish creatorium kerudung Rabbani. Bahan-bahan yang perlu disiapkan yaitu ciput topi, ciput konde, tiga kerudung segi empat yang memiliki keterkaitan warna. Untuk kerudung dasar yaitu kerudung berbahan lembut seperti bahan vinedo, lalu sutera Cina polos dan ketiga sutera Cina corak, terakhir jarum pentul.

1. Pertama pasangkan ciput topi ke kepala yang berfungsi untuk membentuk kerudung.

2. Kemudian pasangkan ciput konde yang berfungsi untuk membentuk tonjolan rambut di bagian belakang.

3. Siapkan kerudung segi empat vinedo. Lipat hingga berbentuk segitiga. Pasangkan ke kepala dengan bagian ujung kerudung terjuntai ke depan. Ambil dua sisi kerudung dari samping wajah lalu tarik ke belakang hingga bertemu di leher belakang, rekatkan dengan jarum pentul. Rapikan bagian pinggir kerudung lalu tarik kedua sisinya ke dagu dan rekatkan dengan jarum pentul. Rapikan juga sisa-sisa kerudung yang menjuntai di depan dada ke bagian bawah bahu.

4. Siapkan kerudung sutera cina corak. Lipat dua, lalu buat lipatan-lipatan seperti membentuk bandana. Pasangkan ke kepala lalu ikatkan ke bagian belakang kerudung, tepat di bawah gelungan rambut.

5. Siapkan kerudung sutera polos. Lipat dua lalu pasangkan di atas kerudung sutera corak dengan menyisakan 1/4 bagian sutera corak. Ikatkan kerudung ke bagian belakang dan masukan bagian yang menjuntai di punggung ke dalam ikatan.

6. Kembali lagi ke kerudung sutera corak. Tarik satu sisi kerudung corak yang masih menjuntai ke atas kepala lalu ikatkan dengan sisi satunya lagi.

7. Lalu buat bunga-bunga seperti menempel di bagian pinggir kepala. Hal yang sama berlaku untuk kerudung sutera polos.

Jika masih agak kesulitan untuk mempadu padankan kerudung di rumah, anda bisa datang langsung Creatorium kerudung Rabbani, Jl Dipatiukur No.44. Di sini, anda tak hanya bisa memilih warna-warni kerudung favorit, tetapi stylish kerudung Rabbani akan membantu anda menyempurnakan penampilan dengan beragam kreasi kerudungnya yang cantik.(afz/afz)

Back to 60's dengan Polkadot

Back to 60's dengan Polkadot
Ema Nur Arifah - detikBandung

Bandung - Motif polkadot jadi trend lagi. Beberapa waktu sebelumnya, motif ini minim penggemar karena terkesan kuno atau terlalu ramai.

Motif ini sering kita lihat dalam film-film jaman dulu yang masih bernuansa hitam dan putih. Atau tak usah jauh-jauh, Julia Roberts dalam filmnya Pretty Women pun pernah menggunakan kostum dengan motif polkadot.

Ketika mode vintage kembali booming, motif ini pun menjadi incaran. Apalagi jika motif bulatan-bulatan bernuansa 60's ini di desain sesuai model fashion yang sedang in.

Misalnya koleksi polkadot dengan model babydoll rancangan Addict Boutique di Jl KH Ahmad Dahlan (Jl Banteng) No 112. Bulatan-bulatan putih kecil di atas kain merah terang mencolok dengan bahan kain yang jatuh. Detil pita yang berada di tengah dada menjadi pemanis yang akan memberi kesan dada lebih bervolume.

Padukan polkadot babydoll ini dengan legging yang juga sedang tren. Kesan girlie yang ceria sekaligus retro pun akan menonjol dari penampilan anda.

Tapi untuk yang tubuhnya agak agak gemuk sebaiknya hindari motif ini karena akan membuat tubuh terkesan lebih membulat.

Gaun polkadot ini dibanderol dengan harga Rp 175 ribu. Jika tertarik harus buru-buru karena Addict hanya mengeluarkan satu model untuk setiap koleksinya.

(ema/ern)

Tambah Koleksi T'shirt Dari Peepin

Tambah Koleksi T'shirt Dari Peepin
Ema Nur Arifah - detikBandung

Bandung - Warna-warna segar t'shirt keluaran Peepin Clothing sepertinya layak jadi koleksi t'shirt anda selanjutnya. Kali ini, desain Peepin seperti terinspirasi makanan berbau western.

Gambar-gambar fast food, pizza atau pop corn akan menjadi pemandangan segar yang membuat mata lapar. Desain ini tentunya bisa mengundang beragam persepsi. Bisa mengingatkan agar tidak lupa makan atau bisa pula untuk mengingatkan tidak kecanduan fast food.

Second brand dari Ian's Report ini mengeluarkan koleksinya untuk kaum hawa maupun Adam. Harga untuk t'shirt perempuan Rp 75 ribu sedangkan laki-laki Rp 80 ribu.

Untuk yang menyukai romantisme, Peepin menawarkan desain dalam nuansa kartun. Gambar Flinstone dan Wilma bertuliskan husband and wife sebagai simbol pasangan.

Peepin bisa ditemukan di Ian's Report, Jl RE Martadinata berdampingan dengan Galeri Lelaki, juga bisa ditemukan di Distrohouse, Jl Setiabudhi.(ema/ema)

Intip Tips Merawat Bahan Rajut

Intip Tips Merawat Bahan Rajut
Ema Nur Arifah - detikBandung

Bandung - Masih sangat jarang orang yang peka terhadap cara perawatan pakaian yang di kenakan setiap hari. Meskipun petunjuk pemakaian sudah tertera dengan jelas, masih saja tidak mengnggap itu penting.

Jika saja sedikit peduli terhadap pola perawatan, tak hanya bisa menjaga kualitas kain dalam jangka waktu cukup lama tapi juga bisa menghemat agar tak boros membeli baju.

Padahal perawatan kain juga cukup sederhana, misalnya kain rajut. Menurut perajin rajut Sae Knit Art yang juga berprofesi sebagai asisten dosen jurusan tekstil ITB, Esty mengatakan kalau rajut tidak boleh disetrika dengan setrika biasa harus di steam atau setrika uap. Sebab jika dengan setrika biasa akan merusak kain tekstur kain. Kain akan menjadi mengkilat.

"Selain itu dengan setrika biasa akan mengoyak-ngoyak atau menarik-narik serat kain sehingga membuat baju melebar," jelas Esty.

Dalam mencuci, jika menggunakan mesin cuci jangan dicuci dengan kecepatan tinggi karena itupun akan merusak serat kain. Ketika menjemur sebaiknya tidak menggantung atau menjepitnya karena akan meninggalkan bekas gantungan atau jepitan pada bagian yang digantung atau dijepit.Nah, cukup mudahkan untuk menyayangi pakaian rajut kesayangan?

Esty menambahkan, bahan rajut yang paling baik yaitu dari serat alam, misalnya katun atau wool. Kalau bahan serat alam itu ketika dipakai tidak akan membuat badan kepanasan. Lain halnya dengan bahan sintesis yang kalau dipakai malah membuat kegerahan.(ema/afz)

Merajut Limbah Jadi Rajutan

Merajut Limbah Jadi Rajutan
Ema Nur Arifah - detikBandung

Bandung - Limbah, biasa dianggap sebagai sesuatu degan efek negatifnya. Tapi ternyata jika dimanfaatkan dengan tepat, limbah pun akan menjadi sesuatu bernilai tinggi.

Di Sae Knit Art misalnya, limbah benang diolah dan diperhalus kembali menjadi benang-benang rajut siap pakai. Ragam benang rajut yang nantinya dihasilkan memiliki jenis yang berbeda. Seperti benang pita yang halus dan lurus atau benang moher, campuran benang pita dan beberapa benang lainnya yang memiliki ragam karakter, timbul atau tampak seperti serabut serat.

Ketika benang-benang tersebut disatukan untuk membuat satu pakaian rajut, komposisi yang dihasilkan tak hanya memperlihatkan gradasi tapi tekstur dari sebuah kolaborasi.

"Benang-bennag ini ada yang diolah di pabrik ada juga yang diolah sendiri tergantung dari kuantitas yang akan diolah," ujar Esty, pemilik Sae Knit Art.

LIhatlah beberapa pakaian yang jadi yang sudah dihasilkan. Misalnya pakaian hangat dengan model ponco atau selendang rajut sebagai pelengkap penampilan. Tinggal disematkan bros atau korsase, akan didapatkan kehangatan sekaligus gaya yang lebih fashionable.

Karena handmade dan dibuat oleh Esty sendiri, maka pembuatan satu pakaian pun bisa memakan waktu sampai tujuh hari. Jadi jangan harap akan ditemukan model yang sama karena tidak diproduksi secara massal.

Tentu saja, model yang dihasilkan akan begitu eksklusif karena tidak beredar di pasaran. Harganya pun bisa terbilang eksklusif dibandingkan rajutan yang berada di gerai-gerai. Misalnya rajutan model ponco dan selendang dihargai sekitar Rp. 600 ribu. Makanya menurut Esty, pelanggan rajutan Sae Knit Art adalah kalangan perancang, diantaranya ada perancang dari luar negeri.

"Proses pembuatan dan keeksklusifannya membuat harganya mahal. Untuk benang dilakukan pencelupan ulang agar mendapatkan warna yang sesuai," jelas Esty yang juga berprofesi sebagai asisten dosen di jurusan Tekstil ITB ini.

Esty pun mengaku belum mampu memproduksi rajutan secara massal. Kendalanya terdapat pada tingkat kualitas yang nantinya akan dihasilkan.

Andakah termasuk yang eksklusif itu? Sae Knit Art bisa dikunjungi di Jalan Sersan Bajuri, Komplek Grahapuspa d1-22, Lembang Bandung. Di sini, anda pun akan dikenalkan dengan ragam perlengkapan rajut sekaligus bisa menjadi bagian dari workshopnya.(ema/afz)

Gaya Casual Girlie di Raoula

Gaya Casual Girlie di Raoula
Ema Nur Arifah - detikBandung

Bandung - Liburan sekolah masih panjang. Tentunya makin banyak waktu untuk bersantai. Membenahi isi lemari bisa menjadi salah satu kegiatan kala liburan. Mungkin sudah banyak koleksi pakaian kamu yang harus dicuci gudang.

Untuk anak muda, 18 Park bisa jadi pilihan untuk mengincar isi lemari berikutnya. Tentu saja di tempat inilah tak kurang dari puluhan clothing 'menjajakan' produk-produk jagoannya.

Di sini bisa ditemukan clothing-clothing dari mulai nada sangar sampai soft. Misalnya ketika memasuki bagian belakang 18 Park. Nuansa soft bisa ditemukan di clothing bertagline 'Beauty With Attitude'.

Raoula, seperti ditunjukan taglinenya nama clothing ini ditujukan untuk kaum hawa. Nuansa ruangan berwarna pink sudah cukup memberikan arti, ladies only. Tapi tidak serta merta melarang kaum adam untuk menyukainya. Siapa tahu di tempat ini bisa menemukan kado untuk adik perempuan, kakak perempuan atau pasangan.

Sebagai ciri khas clothing, t'shirt mendominasi sehingga untuk pecinta gaya casual sporty, tempat ini bisa coba untuk disambangi. T'shirt dengan bahan strech dingin yang tipis memberikan kesan jatuh di bagian pinggul. "Kaos ini sebenarnya model lama, tapi masih banyak yang beli jadi terus diproduksi," tutur Afni, store keeper.

Bahan kaos dingin memang pas digunakan terlebih dalam cuaca Bandung yang begitu menyengat akhir-akhir ini. Warna-warninya cenderung lebih soft tapi tetap menunjukan nuansa ceria. Kaos-kaos di Raoula rata-rata dijual hampir Rp 69 ribu.

Pasangan model t'shirt seperti ini yang sedang populer adalah skinny jeans. Tapi tak berarti gaya harus mengikuti pasaran, jeans dengan model bell bottom atau boot cut akan tetap memberikan warna casual yang kental.

Untuk sepatu, model-model flat shoes berderet dalam rak di antara gantungan-gantungan t'shirt. Biar terkesan lebih santai, berlibur akan lebih asyik menggunakan sandal-sandal yang coraknya beragam. Kesan casual girlie akan lebih lengkap dengan tas-tas selempang dan aksesoris.

Jangan khawatir, jika gaya casual girlie yang mencirikan gaya kamu tidak ditemukan di sini, masih banyak clothing-clothing lain di 18 Park yang menunggu untuk dikunjungi.

(ema/ern)

Geliat FO di Jalan Martadinata

Geliat FO di Jalan Martadinata
Ema Nur Arifah - detikBandung

Bandung - Bandung merupakan cikal bakal munculnya factory outlet di Indonesia. Fo pertama kali muncul sekitar tahun 1999. Antusiasme masyarakat terhadap keberadaan FO ini bagai gula dikerubungi semut. Alhasil, melihat pasar yang begitu ramai, usaha FO pun begitu menjamur di Kota Bandung.

Kehadiran FO ini ternyata menarik perhatian wisatawan luar kota khususnya Jakarta. Setiap akhir pekan, mobil-mobil berplat B selalu terlihat terparkir memenuhi Kota Bandung.

Dengan datangnya wisatawan ke Bandung tak hanya menggairahkan usaha tetapi menimbulkan efek samping. Keberadaan FO yang rata-rata berada di jalan protokol ini sempat dituding sebagai biang keladi kemacetan di Kota Bandung khususnya saat akhir pekan.

Sebut saja di Jalan RE Martadinata atau Jl Riau yang merupakan salah satu titik di Kota Bandung di mana sejumlah FO berada. Setiap harinya akan dijumpai kemacetan di tempat ini, meski tidak terlalu kentara jika dibandingkan dengan akhir pekan. Arah barat, jalan ini berpotongan dengan Jalan Merdeka yang juga senantiasa dihinggapi kemacetan. Sedangkan arah timur berpotongan dengan Jalan Citarum yang juga dipenuhi area wisata kuliner untuk para pelancong.

Tak bisa disalahkan jika orang berbondong-bondong untuk berbelanja ke kawasan ini. Sederet FO ternama berada di Jalan ini menawarkan produk-produk fashion andalan.

Sebut saja Heritage dengan bangunan bersejarahnya, Galeri Lelaki, Renariti, Stamp, Terminal Tas dan lain-lain. Tak hanya FO, untuk anak muda penggemar distro, 18th (baca: eighten) Park bisa dikunjungi. Puluhan distro berkumpul dalam satu kawasan sehingga memberikan banyak pilihan. Belum lagi tempat-tempat wisata kuliner di Jalan ini makin menambah sesak Martadinata saat liburan tiba.

Sayangnya, FO kini sudah berbeda dengan konsep awalnya. Jika semula FO hanya menjual barang-barang sisa ekspor. Kini barang-barang yang ada di pasaran pun turut memenuhi FO. Bahkan, tak sedikit brand-brand baru yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan sisa ekspor.
(ema/ern)

Tambah Koleksi T'shirt Dari Peepin

Tambah Koleksi T'shirt Dari Peepin
Ema Nur Arifah - detikBandung

Bandung - Warna-warna segar t'shirt keluaran Peepin Clothing sepertinya layak jadi koleksi t'shirt anda selanjutnya. Kali ini, desain Peepin seperti terinspirasi makanan berbau western.

Gambar-gambar fast food, pizza atau pop corn akan menjadi pemandangan segar yang membuat mata lapar. Desain ini tentunya bisa mengundang beragam persepsi. Bisa mengingatkan agar tidak lupa makan atau bisa pula untuk mengingatkan tidak kecanduan fast food.

Second brand dari Ian's Report ini mengeluarkan koleksinya untuk kaum hawa maupun Adam. Harga untuk t'shirt perempuan Rp 75 ribu sedangkan laki-laki Rp 80 ribu.

Untuk yang menyukai romantisme, Peepin menawarkan desain dalam nuansa kartun. Gambar Flinstone dan Wilma bertuliskan husband and wife sebagai simbol pasangan.

Peepin bisa ditemukan di Ian's Report, Jl RE Martadinata berdampingan dengan Galeri Lelaki, juga bisa ditemukan di Distrohouse, Jl Setiabudhi.(ema/ema)

 
Design by WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons