Silver Tote, Suguhkan Replika Tiffany&co Bagi Penggila Aksesori



Bandung - Wanita urban identik dengan perhiasan. Karena itu toko aksesori, baik toko emas, toko perhiasan perak, atau imitasi terus bermunculan mengikuti permintaan para kaum hawa yang ingin selalu tampil gaya.

Salah satu label yang terlahir di Amerika yakni Tiffany&co adalah satu dari sekian banyak merek yang menjadi kiblat aksesori dalam negeri. Untuk memudahkan para penggila aksesori yang ingin mengikuti gaya Tiffany&co, sebuah butik aksesori dan tas, Silver Tote yang ada di Jalan Banda No 25 ini, memiliki replika beragam jenis aksesori buatan Tiffany&co.

Store Manager Silver Tote, Santi Susilowati mengatakan, replika Tiffany&co saat ini tengah digandrungi para wanita. Meski hanya replika, namun modelnya hampir mirip dengan yang asli.

"Ini sih bukan silver asli, hanya tiruannya saja. Jadi harganya juga cukup terjangkau," ujar Santi.

Desain Tiffany&co yang simpel namun elegan digandrungi para penggemar aksesori. Diakui Santi, saat ini yang sedang nge-tren memang model yang simpel, warna soft namun tetap terlihat cantik.

"Sekarang orang-orang yang sukanya yang simpel-simpel. Di sini yang desain heboh kurang diminati," jelasnya.

Selain label Tiffany&co, Silver Tote juga memiliki label sendiri. Jenisnya bermacam-macam mulai dari anting, cincin, kalung, liontin, dan lainnya.

Untuk kalung, saat ini sedang naik pamor yang jenis rantai pendek dengan lebih menonjolkan desain kalungnya sendiri. Permainan warna pun lebih berani namun tetap dengan warna-warna lembut.

Konsep bangunan Silver Tote ini di desain khusus bernuansa klasik vintage dengan pemakaian lampu sedikit redup sehingga membuat outlet ini terasa homy. Deretan aksesori yang tertata rapi, menyambut para penggila aksesori. Soal harga aksesori, dibuka mulai dari Rp 30 ribuan hingga ratusan ribu rupiah.

(avi/ern)

Mengenal Lebih Dekat Kebudayaan Sunda di Mahadharma Festival


Bandung - Merasa kurang memiliki pengetahuan soal kebudayaan sunda, saat yang tepat untuk datang ke area 'Sunda Pisan Euy' di Mahadharma The Festival untuk mendapat pengetahuan tentang Sunda mulai dari keseniannya hingga makanan khas Sunda.

Festival yang digelar Sabtu (12/11/2011) di Monumen Perjuangan, Jalan Dipatiukur ini membuat area khusus yang di dalamnya terdiri dari beberapa komunitas yang fokus terhadap kebudayaan sunda.

Salah satunya komunitas Tongeret. Komunitas ini mengajak masyarakat untuk mencintai kesenian Sunda. Mereka mempertontonkan sajian musik dengan menggunakan alat musik khas sunda yakni karinding, suling, dan alat musik lainnya yang terbuat dari bambu.

Sementara bagi yang ingin belajar tari sunda, stand Sanggar Tari Indrawati menyambut pengunjung dengan beragam foto penari, buku tentang tari, dan sesekali pengisi stand menarikan salah satu tarian sunda.

"Kita latihannya setiap hari rabu. Kalau ada yang mau ikut, tiap sore hari latihan di Gedung Wanita," ujar salah satu penjaga stan Sanggar Tari Indrawati kepada detikbandung ditemui disela-sela acara Mahadharma The Festival, Sabtu (12/11/2011).

Di salah satu sudut, ada yang menarik perhatian pengunjung yaknijajanan pasar khas sunda berderet rapi dialasi nyiru (nampan). Jajanan jadul yang sudah jarang kita temukan seperti permen kayu, angleng, aromanis, tengteng, gulali disajikan oleh Kang Dede yang merupakan sosok yang ikut melestarikan jajanan sunda jaman dulu ini.

Selain kesenian dan makanan khas sunda, distro sunda berlabel Kahot Store juga unjuk gigi dengan produk-produknya. Mulai dari kaos, aksesori, dan lainnya.

(avi/avi)

JD Kids, Suguhkan Desain Sepatu Pop Art untuk Anak


Bandung - Perkembangan desain fesyen remaja hingga dewasa selalu silih berganti mengikuti perkembangan zaman. Tapi saat ini tidak hanya remaja atau dewasa saja yang bisa tampil trendi, balita pun bisa tampil trendi mengikuti gaya orang dewasa. Tapi tetap dengan memperhatikan ciri khas anak-anak yang full colour dan ceria.

Terispirasi oleh mode tertentu, JD Kids mencoba mengaplikasikan desain sepatu orang dewasa kepada para balita. Dengan mengusung konsep pop art, JD KIds mencoba menawarkan sepatu dengan desain tematik yang baru bagi para orang tua yang ingin penampilan anaknya trendi.

Bermula dari niat ingin memakaikan fesyen item yang unik bagi anaknya, Andiva mencoba membuat beragam jenis sepatu yang nge-pop. Beberapa model sepatu dewasa yang dicoba diaplikasikan menjadi sepatu anak yakni Chukka Boot, Black Marty, Sneakers Espadrile, dan Slip On.

"Terinspirasi dari anak saya, saya coba beberapa model sepatu dewasa buat anak-anak. Coba tawarin ke anak-anak teman pada suka, akhirnya saya serius menjalankan bisnis ini," ujar Andiva kepada detikbandung.

Membidik pasar anak-anak usia 2 tahun hingga 8 tahun, JD Kids memfokuskan pemakaian warna-warna cerah dalam setiap desainnya. Bahannya pun dipilih yang terbaik bagi kenyamanan anak-anak sebagai sasaran pemakainya.

"Bahannya kita mayoritas pakai kanvas dan suede. Kita pilih bahan yang nyaman, karena pangsa pasar kita anak-anak," terang Andiva.

Selain desain yang unik dan pemilihan warna menarik, sol sepatu juga bagian yang paling diperhitungkan oleh JD Kids. Karena dipakai oleh anak-anak maka sol sepatunya pun dibuat dari bahan yang anti selip sehingga tidak licin saat dipakai.

"Untuk sol kita memilih sol pasir. Kelebihannya itu anti selip, jadi tidak licin," ujarnya.

Dibuat dengan tangan, JD Kids sangat detail memperhatikan jahitan pada setiap bagiannya. Tanpa melupakan sisi kenyamanan si pemakai, JD Kids mengklaim produknya sebagai produk yang dirancang dengan baik bagi anak-anak.

Saat ini penjualan produk JD Kids fokus melalui jalur dunia maya, melalui www.jdkidsindonesia.com. Tak hanya sepatu, beragam tas berukuran mini aneka warna juga bisa dipilih untuk anak-anak.


(avi/ern)

Tas Tote Transparan untuk Tetap Tampil Trendi di Musim Hujan


Bandung - Dari banyaknya desain tas perempuan yang ada, tas tote transparan salah satu yang pas untuk dipilih sebagai tas saat musim hujan. Barang-barang Anda aman dari air hujan, dan Anda pun tetap tampil trendi.

Daya tarik tas tote ini tak kalah memukau dari tas-tas jenis lain. Pemilihan warnanya yang cerah, memikat siapa saja yang melihatnya. Desainnya tak ubahnya tas kepit yang terbuat dari bahan plastik transparan. Tas ini terdiri dari dua jenis tas dalam satu piece, yakni tas motif yang terbuat dari bahan kain, kemudian dibalut tas transparan yang ukurannya lebih besar.

Tas ini mulai beken di Kota Bandung, banyak toko tas yang menawarkan tas tote transparan ini, salah satunya Silver Tote di Jalan Banda No 25, Bandung ini.

Selain tas tote transparan, tempat ini juga menyuguhkan banyak variasi tas tote yang memikat.

Store Manager Silver Tote, Santi Susilawati menjelaskan, tas tote selalu diburu kaum hawa, terutama mereka yang gemar berpenampilan trendi.

"Butik kami memang concern dengan beragam tas branded yang biasa orang cari di luar negeri. Makanya konsumen dari Bandung maupun luar Bandung, banyak yang mencari tas branded di sini," terang Santi.

Silver Tote menawarkan banyak tas tote seperti motif polkadot bungan-bunga, atau corak lain dengan tetap memakai bahan dasar plastik transparan. Warna-warna yang ditawarkan pun menarik, seperti warna pink, kuning, hijau, merah, dan banyak lagi. Hal itulah yang menjadikan tas tote ini disukai semua kalangan, termasuk remaja SMA dan mahasiswa.

"Tas tote ini bentuknya simpel, ringan, dan warnanya cerah ceria. Anak muda banget. Kebanyakan yang beli tas ini memang SMA atau mahasiswa," terangnya.

Selain tas tote, butik ini menyediakan produk tas branded seperti merek-merek tersohor Louis Vuitton, Marc Jacob, Botega Veneta, Hermes, Anna Sui, dan sederet nama beken lainnya.

Tak hanya tas, dompet dan clutch bag cantik dari beragam merek juga dipajang di tempat ini. Untuk tas harganya dibanderol mulai Rp 145 ribu hingga Rp 2,5 juta.

(avi/ern)

Popularitas Sinta Jojo Dongkrak Penjualan Kamimasaeshop


Bandung - Siapa yang tak kenal duo lipsing asal Cimahi, Jawa Barat, Sinta Nurmansyah (Sinta) dan Jovita Adityasari (Jojo). Aksi joget mereka yang diunduh ke situs Youtube, menggiring mereka masuk ke ranah hiburan dan dikenal banyak orang.

Popularitas mereka di ranah hiburan tanah air membawa keberuntungan dalam menjalankan bisnis fesyen yang tengah digarap Sinta dan Jojo ini. Toko online berlabel Kamimasaeshop yang mereka rintis pertengahan tahun 2011 ini mudah mendapat sambutan dari para pencari pakaian di toko online.

Terbukti, akun Kamimasaeshop di twitter followers-nya sudah mencapai 1.590 orang. "Ngaruh banget ke penjualan, apalagi modelnya kita sendiri, jadi orang-orang percaya," ujar Sinta kepada detikbandung.

Karena mereka berdua sudah dikenal, Jojo mengaku tidak bisa asal-asalan membuat produk. Meski mudah memasarkan produk karena ketenaran mereka, namun produk harus tetap dijaga kualitasnya.

"Karena nama sudah dikenal, otomatis harus menjaga kualitas juga," ungkap Jojo.

Dengan modal awal Rp 3 juta hasil patungan keduanya, mereka dengan serius merintis bisnis disela-sela kesibukan mereka menjadi mahasiswi semester akhir.

"Sekarang sih kita ngejalanin dulu, engga nyari untung banyak-banyak, asal produk kita dikenal dulu aja," ucap Jojo yang mengeyam pendidikan di Universitas Pasundan Bandung ini.

Mimpi Sinta dan Jojo ke depan, ingin membuat toko sendiri. Namun menurut Jojo, mereka berdua saat ini masih ingin terus belajar bisnis sambil mengumpulkan uang untuk membuat toko.

"Pengen punya toko tapi harus ngumpulin uang dulu. Kalau punya toko juga kan manajemennya harus bagus, kita belum mahir soal manajemennya," tutur Jojo.

(avi/ern)

Brand United, Belanja Sambil Scrapbooking


Bandung - Jika melihat album-album foto era tahun 70 hingga 90-an milik orang tua kita, om, tante atau bahkan milik kita sendiri, biasanya ada sesuatu yang unik. Album tersebut selain diisi foto, biasanya juga dihias gambar atau tulisan-tulisan yang terangkai dari potongan huruf yang ada di majalah.

Jaman terus bergulir seiring dengan kreatifitas dan ide-ide segar. Mengabadikan momen pun kini lebih menarik dan unik dengan scrapbook. Dengan scrapbook, sebuah foto bisa menjadi lebih hidup dan bermakna berkat didukung ornamen-ornamen scrapbook yang bermotif unik dan beragam.

Salah satu Scrapbook House yang hadir di Bandung yakni My Scrapbook Ideas. MSI yang menjadi the biggest scrapbook store in Indonesia, telah lebih dulu hadir di FO Cascade dan Paris Van Java. Kini MSI juga bisa Anda temukan di Brand United yang memang mengusung konsep fashion and scrapbooking house.

"Brand United memang dikonsep untuk keluarga. Jadi sambil menunggu yang berbelanja, atau setelah berbelanja bisa bikin scrapbook. Yang belum tahu atau belum bisa, bisa belajar di sini karena ada teachernya juga," ujar General Manager Zeta winata kepada detikbandung.

Peralatan perang untuk scrapbooking ini dijual lengkap di Brand United. Beragam pola unik dan berwarna warni membuat kreativitas tumbuh untuk mengabadikan sebuah momen hingga lebih bermakna dan indah dilihat.

MSI banyak diminati para pecinta fotografi dan scrapbook. Karena tidak hanya produk yang berkualitas yang dihadirkan, namun juga edukasi kepada para pecinta scrapbook terus dilakukan.

Saat ini dengan anggota komunitas pecinta scrapbook lebih dari 9.000 orang MSI mempersembahkan workshop yang lebih luas dan nyaman bagi para pecinta scrapbook di Bandung, salah satunya melalui Brand United.

(avi/ern)

One Stop Shopping Australian Fashion Style di Brand Unite


Bandung - Tidak bisa dipungkiri pertumbuhan Factori Outlet (FO) di Kota Bandung semakin maju dan beraneka ragam. Kebutuhan fesyen bagi wisatawan domestik dan pertumbuhan FO, mau tau mau membuat pengusaha harus berpikir keras menyajikan FO dengan konsep beda dari yang lain.

Kini Bandung memiliki fashion house yang berkiblat pada tren fashion Australia, yakni Brands United. FO ini berada di Jalan Cemara No 83, Sukajadi. Fashion house yang baru dilaunching minggu lalu ini menyuguhkan 5 brand dari Australia yakni Bauhaus, J&D, GYL, IKASU dan Sublime yang didesain langsung oleh tim desainer dari Melbourne dan Sydney, Australia.

"Brand United ini perkembangan dari factory outlet. Pengunjung diharapkan bisa menikmati suasana baru dari sisi brand-nya, lay out, tokonya, lebih jadi seperti butik," ujar General Manager Zeta winata kepada detikbandung.

Dengan mengambil line street fashion di Australia, merek Bauhaus hadir dengan lini fashion casual bagi pria maupun wanita. Bauhaus menghadirkan pakaian-pakaian easy-to-wear untuk keperluan fesyen sehari-hari. Bahan dan desain yang dipakai sangat cocok untuk kondisi iklim di Indonesia. Dengan bahan nyaman dan potongan simple, cocok untuk berbagai keperluan sehari-hari masyarakat perkotaan.

"Elemen kenyamanan sebagai pertimbangan utama tanpa mengesampingkan style original masyarakat urban dan memastikan si pengguna tetap tampil trendy," jelas Zeta.

Sementara untuk para pria urban dengan aktivitas yang beragam, J&D hadir dengan koleksi lengkap untuk memberi kemudahan para pria urban yang mengutamakan kenyamanan gerak namun tetap memperhatikan gaya mereka tetap trendy. Mulai dari pakaian resmi, semi formal. hingga keperluan sehari-hari dengan outfit casual atau cenderung sporty.

Untuk memanjakan kaum hawa, GYL mempunyai banyak koleksi pakaian sehari-hari. Desain yang dikedepankan adalah yang mengunggulkan karakter simple, daily wear dan casual. Bahan yang digunakan memudahkan para wanita untuk bergerak dan mengekspresikan diri mereka dengan bebas dan nyaman.

Koleksi yang unik dan memuat desain-desain yang original untuk para remaja dimiliki brand Ikasu. "Sangat jarang menemukan satu brand yang menyajikan koleksi lengkap untuk remaja dengan mengunggulkan style desain yang ekspresif, dinamis, namun dilengkapi pula dengan koleksi yang simple dan nyaman dipakai," imbuh Zeta.

Disesuaikan dengan karakteristik masing-masing pribadi yang sedang tumbuh,Ikasu hadir untuk menemani aktivitas keseharian para remaja.

Selain dimanjakan oleh beragam fesyen untuk wanita, pria dan remaja. Brand United juga menyediakan beragam aksesori unik dengan style yang bercampur antara ide desain Eropa dan Asia. Dengan ciri khas mengedepankan kecantikan pernak-pernik yang sesuai dengan kepribadian para wanita urban.

Koleksi Sublime sangat cocok dimiliki para wanita perkotaan di Indonesia, yang menuntut perpaduan aksesoris dengan pakaian yang mereka miliki.

Dengan luas area 1.500 meter persegi, item-item fesyen yang tertata rapi sungguh menggoda mata. Mulai dari etalase tas dan sepatu, kumpulan dress yang digantung rapi, aneka sweater rajut, kaos, jeans, casual blazer, hingga aksesori pelengkap seperti topi dan syal siap untuk diboyong pulang. Soal harga, Brand United mematoknya mulai dari Rp 50 ribu ke atas.

(avi/ern)

Binabani Gallery, One Stop Store Babycare


Bandung - Seiring perkembangan zaman, perlengkapan bayi terus berinovasi menyesuaikan dengan kebutuhan ibu-ibu moderen. Namun dengan banyaknya produk-produk bayi yang membuat tangan para ibu gatal ingin membeli, harus diperhatikan juga kualitas dan keamanan bahan dari produk itu.

Binabani Baby Gallery yang ada di Galenia Baby Shop, Jalan Badak Singa No 8 ini menawarkan konsep yang menarik. Hampir semua produk yang dijual ramah lingkungan, ramah kulit, namun tetap stylish.

Berangkat dari pengalaman, kerap kali bingung dalam memenuhi kebutuhan pendukung pengasuhan anak yang berkualitas, Elma Fitria dan beberapa rekannya memulai bisnis menjual kebutuhan bayi. Mereka mulai memilih produk yang bagus dari segi bahan, desain dan fungsinya.

Dan tak lupa menimbang mana produk yang ramah lingkungan. "Tapi ternyata sulit, umumnya produk yang sudah ada dan memenuhi harapan ternyata produk luar negeri yang mahal sekali," terang Elma kepada detikbandung.

Gayung bersambut, ternyata banyak produk lokal yang berkualitas baik sesuai harapan mereka. "Kami coba pakai dan puas. Dari situ kami berpikir mengapa kami tidak menyediakannya untuk para ibu yang membutuhkan produk serupa," terang Elma.

Produk yang dijual di Binabani ini terdiri dari beberapa macam, seperti Maternity Product yang meliputi baju ibu hamil, dan baju ibu menyusui. Kemudian Baby's product seperti topi, t-shirt, cloth diaper, selimut, bedong, gift set, kostum, dan lainnya.

Untuk Nursing product, ada breastpump, baby wrap, diaper bag, nursing cover, nursing pillow, dan lainnya. Yang lainnya barang-barang anak usia batita hingga balita seperti botol minum, mini cup, buku, crayon roll, apron, bandana, bib, hooded towel dan lainnya. Harganya mulai dari Rp 14 ribu hingga Rp 430 ribu.

(avi/ors)

Binabani Sediakan Produk Babycare Ramah Lingkungan dan Kulit


Bandung - Menemukan produk kebutuhan bayi yang ramah lingkungan dan ramah kulit namun ringan di kantong di Indonesia memang sulit. Kalau pun ada, merupakan produk impor yang sudah memiliki standar kualitas tinggi untuk produk bayi.

Tapi jangan salah, kini sudah banyak produk babycare lokal dengan kualitas serupa atau bahkan lebih baik. Anda tak perlu bingung untuk mencarinya, karena di Binabani Baby Gallery yang ada di Galenia Shop Jalan Badak Singa No 8 Bandung menyediakan hampir 100 persen produk lokal yang ramah lingkungan dan nyaman di kulit.

Seperti dua macam cloth diapers yakni Enphilia dan Clubebe. Cloth diapers berfungsi untuk menyerap ompol seperti diapers yang dijual di pasaran. Hanya saja, jika memakai cloth diapers tidak akan menyumbang limbah. Enphilia bahkan cloth diaper breathable asli Indonesia.

Ada juga produk Picobella Baby, merek tersebut menyediakan nursing product yang lengkap, multifungsi, dan memenuhi keinginan para ibu untuk tetap stylish. Yang unik, ada Distro Junior yakni produsen t-shirt khusus bayi dan anak. Selain desain karakternya yang lucu, produk ini juga punya keunggulan pada penggunaan cat sablon yang ramah anak dan ramah lingkungan.

"Jadi semua barang di sini itu memang berkonsep dan ramah lingkungan," ujar owner Binabani Elma Fitria. Ke depan, Binabai juga akan menyediakan Kurir Asi bagi para ibu yang ingin memberikan asi fresh selama bekerja pasca cuti melahirkan.

(avi/ern)

Viking Bakar Kaos dan Segel Distro Milik Eka Ramdani


Bandung - Sekitar 100 bobotoh yang tergabung dalam Viking Persib Fans Club melakukan aksi sebagai bentuk kekecewaan atas pindahnya Eka Ramdani ke Persisam Samarinda. Mereka membakar kaos bertuliskan Eka, poster bergambar Eka, serta menyegel distro ER8 milik gelandang timnas tersebut.

Aksi pembakaran kaos dan poster dilakukan di Stadion Persib, Jalan Achmad Yani, sekitar pukul 14.00 WIB. Selanjutnya, mereka berangkat ke distro ER8 di Jalan RE Martadinata. Di sana, mereka melakukan penyegelan dan aksi corat-coret.

Di bagian depan toko, mereka membentangkan semacam police line namuan bertuliskan Viking. Sementara bagian rolling door distro itu dicoreti tulisan 'Disegel Viking!' dengan cat merah. Beruntung distro itu dalam keadaan tutup.

"Kita kecewa Eka pindah. Eka sudah dianggap ikon di Bandung ini," kata salah seorang pentolan Viking Ayi Beutik.

Selain kecewa, mereka menuntut Eka menutup usaha distronya. Sebab selama ini distronya menjual merchandise yang berhubungan dengan Persib.

Di Viking, akhirnya mereka membakar kaos titipan Eka yang harusnya dijual. "Eka kan sudah jadi pemain Persisam. Daripada enggak ada yang beli, lebih baik dibakar," tuturnya dingin.


(ors/ern)

Eka Ramdani Sudah Prediksi Kemarahan Bobotoh


Bandung - Sebelum memutuskan hengkang dari Persib Bandung ke Persisam Samarinda, Eka Ramdani mengaku sudah mempertimbangkan semuanya dengan matang. Bahkan apa yang terjadi hari ini di mana sebagian bobotoh meluapkan kekecewaannya sudah diprediksi.

"Saya sudah prediksi. Termasuk soal distro saya," tutur Eka kepada wartawan di Kantor PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Jalan Sulanjana, Rabu (21/9/2011).

Namun keputusan Eka untuk mencari suasana baru dengan pindah ke Persisam Samarinda terlanjur kuat. Ia pun akhirnya pergi tiba-tiba dan membuat banyak pihak terkejut atas kepergiannya.

"Saya duga memang akan seperti ini. Walaupun sebenarnya sama sekali tidak pernah berpikir meninggalkan Persib," tutur Eka.

Siang tadi, seratusan bobotoh dari Viking Fans Club melakukan aksi membakar kaus Eka Ramdani dan menyegel distro ER8 milik Eka di Jalan LRE Martadinata. Aksi ini mereka klaim sebagai bentuk kekecewaann mereka.

(ors/ern)

Eka Ramdani Bisa Pidanakan Penyegel Distro


Bandung - Eka Ramdani bisa pidanakan penyegel toko atau distro miliknya. Mantan pemain Persib Bandung yang resmi berkostum Persisam Samarinda ini dapat menjerat pelaku dengan pasal perbuatan tidak menyenangkan.

"Kalau penyegelan itu dianggap perbuatan tidak menyenangkan oleh pemilik distro, lalu melaporkan kepada polisi, tentu kami akan menindaklanjutinya secara hukum," jelas Kasubaghumas Polrestabes Bandung Kompol Endang Sri Wahyu Utami saat dihubungi wartawan via ponsel, Kamis (22/9/2011).

Endang menyampaikan hal tersebut saat ditanya apakah pemilik distro bisa mengambil langkah hukum terkait aksi penyegelan distro oleh sejumlah orang beratribut Viking Persib Fans Club.

Ia mengimbau mengimbau bobotoh menyampaikan ketidakpuasan atas kepindahan Eka Ramdani dengan reaksi berlebihan. Tindakan segelintir orang yang menyegel distro tersebut sudah masuk kategori pelanggaran hukum. Sebab, kata Endang, penyegelan itu hanya berhak dilakukan oleh aparat berwenang.

Menurut Endang, kepindahan Eka dari Persib ke klub lain menjadi perhatian Polrestabes Bandung. Sebagai figur pemain yang jadi idola bobotoh, kepergian Eka jelas membuat kecewa pendukung Persib.

Saat tahu Eka pindah klub, kami langsung melakukan pemantauan secara khusus. Ini dilakukan mengantisipasi reaksi berlebihan dari para pecintanya," terang Endang.

Ia menambahkan, sebagai langkah antisipasi hal tak diinginkan, pihak kepolisian akan melakukan pemantauan dan pengamanan terhadap aset milik Eka Ramdani di Kota Bandung.

Pada Rabu (21/9/2011), puluhan bobotoh membakar kaos dan poster bergambar Eka Ramdani di Stadion Persib, Jalan Achmad Yani, sekitar pukul 14.00 WIB. Selanjutnya, para bobotoh berangkat ke distro ER8 di Jalan RE Martadinata. Di sana, mereka melakukan penyegelan dan aksi corat-coret.

Di bagian depan toko, mereka membentangkan semacam police line namuan bertuliskan Viking. Sementara bagian rolling door distro itu dicoreti tulisan 'Disegel Viking!' dengan cat merah. Distro dalam keadaan tutup.

(bbn/bbn)

Yuk, Buru Clothing di Kickfest 2011!


Bandung - Untuk yang kelima kalinya, gelaran expo clothing dan distro terbesar Kickfest 2011 diselenggarakan di Kota Bandung. Selama tiga hari, mulai hari ini, Jumat (7/10/2011) hingga Minggu (9/10/2011) di Lapangan Gasibu terdapat 160 booth dari 80 merek clothing ternama yang akan memanjakan pemburu barang distro.

Axis Kickfest 2011 ini merupakan penutup rangkaian Kickfest yang sebelumnya roadshow di 3 kota lainnya di Indonesia, yaitu Yogyakarta, Jakarta, dan Malang. Tema Kickfest kali ini yaitu 'The Cotton Warriors Strike Back!'.

"Dengan animo masyarakat yang luar biasa di setiap tahunnya kami bisa kembali menggelar Kickfest," ujar Ade Andriansyah Ketua Kreative Independent Clothing Kommunity (KICK) dalam jumpa persnya di area Kickfest 2011 Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Jumat (7/10/2011).

Merek clothing yang mengikuti Kickfest tahun ini diantaranya Flashy, Inspired, Slackers, God.Inc, UNKL347, Ouval, Screamous, Arena, Barbel, Starcross, D'Loops, Badger, Evil, Wadezig!, Rown, NLS, dan Blankwear.

Ade menyebut, Kickfest merupakan bentuk nyata eksistensi dan aktualisasi industri kreatif dari anak-anak muda Indonesia. "Ini adalah bentuk gerakan kreatif dari generasi muda," kata Ade yang menuturkan pertama kali pada 2007 Kickfest dibuat dengan tujuan untuk memperluas pasar dan jaringan.

Yang berbeda dari Kickfest kali ini, tak hanya menghadirkan booth clothing, distro, acara musik dan kuliner, melainkan ada juga area komunitas yang bisa unjuk kebolehan. "Juga ada area panggung yang bisa digunakan oleh siapa saja. Misalnya ada yang mau nge-jam," kata Reza Pamungkas project director dari Independent Network Indonesia.

Kickfest buka mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB. Band yang akan tampil diantaranya RNRM, Koil, Pure Saturday, Full of Hate, Billford, The Milo, Liyana Fizi, Cascade, Outright, Blind to See, White Shoes & Couples Company, Vincent Vega, Angsa & Serigala, Aftercoma, Rosemary dan masih banyak lagi.

(tya/ern)

Berburu Baju di Hari Terakhir Kickfest Yuk!


Bandung - Gelaran Kickfest 2011 yang dilaksanakan selama tiga hari yaitu sejak Jumat (7/10/2011) hingga hari ini, Minggu (9/10/2011) menyedot animo yang begitu tinggi. Sejak hari pertama, ribuan pengunjung datang untuk mencari berbagai barang fashion dari 80 brand dalam satu tempat sekaligus.

Pantauan detikbandung, Kickfest 2011 ini didominasi oleh kalangan anak muda berusia belasan hingga 25 tahunan. Mereka memburu sejumlah barang dari distro ternama dengan harga spesial. Besaran potongan harga tiap distro pun tak seragam. Ada yang memberikan potongan harga 20 persen hingga 50 persen, atau misalnya 2 t-shirt seharga Rp 100 ribu.

Bagi Anda yang berniat mengunjungi Kickfest 2011, ada beberapa tips yang akan kami berikan. Pertama, sebaiknya tentukan barang apa yang akan dibeli di Kickfest. Karena terlalu lama memilih tanpa tahu akan membeli barang apa hanya membuang waktu dan tidak efektif. Apalagi dalam event yang ditunggu setiap tahunnya ini, Anda harus rela memilih sambil berdesakan. Bisa jadi, barang yang Anda inginkan di satu booth sudah tak ada karena Anda terlalu lama menentukan pilihan.

Kedua, sebaiknya mengenakan pakaian yang nyaman dan santai. Jangan lupa membawa jas hujan atau payung karena selama 2 hari ini, Bandung diguyur hujan. Hal itu menyebabkan area Kickfest di Lapangan Gasibu pun sedikit becek.

Karena Kickfest baru ada lagi tahun depan, jadi hari ini adalah kesempatan terakhir untuk Anda yang ingin mencari berbagai barang distro. Selamat berburu!


(tya/ern

Wow, 2 Hari Kickfest Sedot 45 Ribu Pengunjung


Bandung - Animo masyarakat di setiap ajang Kickfest memang luar biasa. Dalam 2 hari pertama saja tercatat sekitar 45 ribu pengunjung. Diprediksi akan terjadi peningkatan jumlah pengunjung dibandingkan tahun lalu yang mencapai 60 ribu orang.

Kickfest 2011 yang dilaksanakan selama tiga hari yaitu sejak Jumat (7/10/2011) hingga hari ini, Minggu (9/10/2011) ini menghadirkan 160 booth dari 80 merek clothing dan distro.

"Di hari pertama, pengunjung ada sekitar 14.300 pengunjung, hari kedua sekitar 30 ribu pengunjung. Hari terakhir ini diprediksi sama seperti hari kedua," ujar Ketua Kreativity Independent Clothing Kommunity (KICK) Ade Andriansyah saat dihubungi detikbandung via telepon selulernya, Minggu (9/10/2011).

Kickfest 2010 lalu juga dilaksanakan dalam 3 hari dan menyedot lebih dari 60 ribu pengunjung. Sementara Kickfest 2011 ini baru 2 hari saja tercatat sudah mencapai 45 ribu pengunjung. Jika pengunjung di hari ketiga ini ada sekitar 30 ribu pengunjung maka ada 75 ribu pengunjung atau naik 25 persen dari tahun lalu. Dari tiket masuk Rp 10.000 per orang, bisa dihitung berapa banyak keuntungan yang diraup dalam event ini.

"Dari jumlah boothnya sama saja, tapi tahun ini kita punya bintang tamu yang lebih banyak, ada komunitas, mini stage dan sidikat kuliner juga," katanya. Hari terakhir Kickfest 2011 ini akan diramaikan dengan penampilan Koil dan Rosemary.


(tya/ern)

Tetap Trendi Pakai Jaket Saat Musim Hujan


Bandung - Musim hujan yang sudah mulai melanda Kota Bandung cukup menghembuskan hawa dingin terutama di sore hari hingga malam hari. Benda penting yang wajib dibawa saat musim hujan tentunya payung, jas hujan, dan jaket.

Kalau sebelumnya fungsi jaket sebagai busana penahan udara dingin, saat ini jaket sudah memiliki fungsi penting lainnya yaitu sebagai salah satu item fesyen yang bisa membuat si pemakainya tampil trendi.

Beberapa pilihan model jaket bisa dipilih sesuai kebutuhan. Berikut jenis-jenis yang bisa dipilih:

1. Jaket Pemotor
Jaket ini memiliki ciri khas memakai reitsleting di bagian depannya. Kerahnya biasanya lebar atau kerah pendek yang pada bagian belakangnya terdapat hoodie atau topi penutup kepala. Jaket jenis ini biasanya terbuat dari bahan kulit, katun drill, parasut, dan bahan kain yang cukup tebal untuk menahan angin.

Namun, saat ini jaket pemotor bisa juga dipakai sebagai jaket gaya bagi penggemar rock and roll dan punk. Biasanya gaya rock and roll memadukan jaket ini dengan t-shirt dan celana jeans.

2. Jaket kulit
Jaket yang kerap dipakai para musisi rock and roll ini membuat siapa saja yang memakainya terkesan lebih macho. Biasanya jaket ini berwarna gelap seperti seperti hitam, cokelat, atau abu-abu. Karena sering dipakai oleh mara musisi aliran rock and roll, jaket ini juga sering disebut sebagai jaket rock and roll.

3. Jaket Jeans
Sesuai namanya, jaket ini terbuat dari bahan denim. Warnanya pun cenderung biru muda dan biru tua. Biasaya model jaket ini menggunakan beberapa kancing yang biasa dipakai celana jeans, atau reitsleting.

Bagi kaum hawa, jaket ini bisa dipadukan dengan dress untuk mendapat kesan feminin. Atau dengan t-shirt bagi yang ingin tampil casual.

4. Sport Jaket
Jaket ini paling banyak diminati. Modelnya simpel dan mudah dipadukan dengan apa saja. Jaket ini biasanya disebut jaket Distro, karena dijual di distro-distro. Pemakainya mulai dari kalangan ABG hingga dewasa. Modelnya simpel dan kebanyakan mengikuti model jaket tim baseball.

5. Mantel
Jaket ini benar-benar dipakai saat musim hujan. Karena bahan yang digunakan cenderung tebal. Modelnya beragam, bahkan ada yang bentuknya seperti blazer.

Salah satu factory outlet yang mempunyai banyak koleksi jaket yakni Fashion World. Mulai dari jaket casual, sporty hingga mantel.

"Koleksinya memang cukup lengkap. Apalagi di saat musim hujan seperti ini. Terutama buat perempuan, jenisnya lebih banyak," ujar Markom Fashion World Raka, kepada detikbandung.

Bahan-bahan yang dipakainya pun beragam, mulai dari kulit, hingga parasut. Jaket yang paling banyak dicari menurut Raka adalah mantel yang bentuknya seperti blazer seperti merek burberry. "Yang model ini lucu, bisa dipakai resmi atau casual," promonya.

Jadi, musim hujan ini tidak ada halangan buat tetap trendi namun terlindungi dari hujan dan angin.

(avi/ern)

Jelajah Fesyen Dunia di Factory Outlet


Bandung - Tidak perlu berkeliling dunia untuk mendapat berbagai merek dan model-model yang sedang nge-tren di dunia. Di Bandung banyak factory outlet yang memang diasosiasikan sebagai sentra brand dunia yang berbasis sisa ekspor. Tapi tidak dipungkiri juga, di lokasi yang sama kerap terdapat produk-produk original atau KW super yang layak diburu.

Seperti di Fashion World, FO tersebut dikenal memiliki beberapa produk branded, salah satunya produk tas wanita branded yang 90 persen bahkan ada yang 100 persen mirip produk aslinya.

Walhasil produk tersebut diburu turis mancanegara. "Banyak bule yang ke sini, dari Malaysia dan Singapura. Karena mereka tahu kalau produk di sini itu KW supernya," ujar Markom Fashion World, Raka, kepada detikbandung.

Selain tas, produk fashion lain seperti Zara, Burberry, bisa ditemui di sini. Mengikuti tren fesyen dunia, setiap dua bulan sekali pakaian yang ada di Fashion World di up date.

"Kalau baju dua bulan sekali upd date, karena biar orang yang ke sini juga tidak melulu melihat baju-baju itu saja. Dan baju memang perputarannya selalu cepat," terang Raka.

FO seluas 1.200 meter persegi ini cukup serius dalam memanjakan pasarnya. Pakaian tertata rapi sesuai dengan segmentasinya. Jenisnya pun beragam mulai dari anak-anak hingga dewasa.

Mengusung konsep one stop shopping, otomatis pelengkap kebutuhan fesyen bisa didapat di sini, seperti sepatu, merchandise, jaket, tas anyaman, gantungan, kacamata, dompet hingga syal.

FO yang dibuka oleh Wagub Jabar Dede Yusuf ini hadir di Bandung pada 13 Agustus 2010. Menurut Raka, spot khusus batik yang ada di Fashion World saat ini adalah permintaan Wagub.

"Beliau berpesan agar kita juga mengangkat sisi budaya, terutama batik agar lebih mendunia," kata Raka.


(avi/ern)

Rauda, Mencoba Berdakwah Lewat Fesyen


Bandung - Euforia hijabers community yang ada di kota-kota besar di Indonesia berimbas pada tren fesyen islami. Para muslimah pun bermunculan untuk berkreasi dengan membuka usaha pakaian muslim.

Salah satu yang terkena imbasnya adalah Rauda Fashion. 0nline shop asal Bandung ini menangkap peluang bagus untuk menghasilkan suatu karya dengan konsep art of moslems fashion.

"Jadi kita mencoba mengekspresikan seni melalui produk-produk kita," ujar Diena pemilik Rauda Fashion kepada detikbandung.

Niat mulia juga ingin disampaikan Diena melalui produknya ini. Selain ingin membuat para muslimah tampil semakin cantik, ia juga ingin berdakwah melalui fashion.

"Kita pengen dakwah lewat fashion juga, maka dari itu kita kasih nama Rauda yang artinya taman surga. Insya Allah customernya plus ownernya bisa sama2 masuk taman surga," tuturnya sambil tertawa.

Meski membuat fesyen item dengan model masa kini, pakem desain yang diusung oleh Rauda tetap mengacu pada syariah Islam. Meski demikian Diena mengaku tidak selalu menjual baju tangan panjang.

"Dikembalikan ke selera masing-masing pembeli, tapi dari Rauda, kita berusaha buat desain yang gaul tapi tetap syar'i," terang Diena yang mengaku menjalankan bisnis ini bersama kedua kakaknya.

Bersama kakak laki-lakinya Ferdy Figafetta dan kakak perempuannya Qori Qonita, Diena mengembangkan usaha dibidang fesyen Islami ini dengan serius.

"Kan sembilan dari pintu rezeki itu salah satunya dari berdagang, jadi kita kompak sama-sama jadi tukang dagang," tutupnya.

(avi/ern)

Berani Bermain Warna dengan Shawl Tie Dye


Bandung - Eksplorasi warna dalam fesyen muslimah kini semakin berani. Seni tabrak warna dengan teknik ikat celup atau dikenal dengan istilah Tie Dye pun mulai diaplikasikan pada kerudung lilit alias shawl.

Sebuah shawl Tie Dye hadiah dari sebuah undian, menginspirasi Rauda Fashion untuk berkreasi sendiri membuat kerudung dengan motif celup ikat.

"Karena dapet hadiah itu jadinya penasaran, pengen coba-coba. Belajar sana-sini, googling, nanya-nanya, ternyata bisa bikin kaya gitu. Coba dijual ke temen-temen Alhamdulillah pada suka," ujar salah satu Owner Rauda Fashion, Diena, kepada detikbandung.

Rauda membuat tie dye dengan sederhana. Dibuat secara manual dan dikerjakan di rumah sendiri.
"Tye die itu teknik pewarnaan dengan cara diikat dan dicelup. Satu kali produksi prosesnya satu minggu," jelas Diena.

Bahan kain yang telah menjadi tie dye diolah kembali oleh Rauda Fashion untuk dijadikan beberapa produk fesyen, seperti shawl, vest, cardigan, hingga maxi dress.

Ketiga Owner Rauda bukan dari latar belakang fesyen desainer, mereka belajar secara otodidak.

"Kak Ferdy finance, teh Qori teknologi pendidikan dan saya ilmu komputer. Kita pengen berenterpreneur di dunia yang kebilang awam buat kita geluti. Tapi Bismillah, kalau niatnya baik mudah-mudahan dipermudah," tutur Diena.

Pembeli produk Rauda tidak hanya dari muslimah lokal. Pembeli dari Malaysia juga pernah ada yang membungkus produknya. Melalui media online bernama Facebook, Rauda mencoba memasarkan produk fesyen muslimah masa kini.

(avi/ern)

Deije, Tampil Beda dengan Potongan Jins Lebih Stylish


Bandung - Deije, sebuah label yang terbilang masih mudah di ranah fesyen denim. Namun dengan ide kreatif dan masa kini, Deije yang dimiliki oleh tiga orang pemuda ini mencoba menggebrak pasar dengan ide-ide seru dan moderen.

Dipilih jins sebagai lahan bisnis, karena tren jins tidak dianggap tidak akan pernah mati dan orang terus mencai produk baru. Menurut salah satu pemilik Deije Adrie Naufal, perbedaan Deije dengan merek jins yang sudah ada dipasaran yakni dari segi cutting (potongan) yakni cutting slim dan slim fit untuk model laki-laki, dan skinny untuk model perempuan.

"Banyak yang suka karena ukurannya pas. Kebanyakan konsumen pada eksperimen dulu. Dia beli yang mahal ampe yang murah, pilihannya jatuh ke Deije," promo Adrie

Selain jins, ke depan Deije juga akan membuat celana Chino, Chino adalah salah satu jenis celana yang biasa digunakan saat bekerja atau saat ke kantor. Tapi kini celana Chino digunakan untuk mejeng dan bergaul.

Tak hanya celana saja yang difokuskan Deije untuk dipasarkan, Deije juga akan membuat batik gaul sebagai misi kebudayaan. "Kita ingin ada misi culturnya juga. Kalau cari batik gaul ya di Deije," kata Adrie.

Soal kualitas bahan, menurut Adrie, Deije menggunakan bahan dry denim yang saat ini sedang tren di kalangan anak muda.

"Kami menyarankan kepada konsumen untuk tidak mencuci dry denim ini hingga tiga bulan, setelah itu efek dari dry denim ini akan keluar berupa shading atau lekukan khas denim. Ke depan kami juga memakai washing denim," ujarnya.

Harga jins yang dikeluarkan Deije terbilang murah dibanding berbagai jins lokal yang sudah punya nama. Selama masa promo, jins untuk pria dibanderol Rp 245.000 dan untuk perempuan sebesar Rp 225.000.

Sejauh ini Deije memasarkan produknya melalui online, seperti di facebook mereka yang bernama Denim is Jeans atau Twitter di @denimisjeans.

"Akhir taun Deije rencananya akan dijual di Malaysia dan Singapura. Sejauh ini pemakai Deije ada di wilayah Jakarta, Bandung, Jogyakarta, Bali, Banjarmasin, Makassar dan Palembang," tutup Adrie.

(avi/avi)

 
Design by WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons